Selasa, 25 Desember 2012

Parade Asik Mobil Klasik

Posted by Harry Prasetyo at 23.01 2 comments Links to this post

Jumat itu dapat kabar dari seorang teman, dia bilang ada acara asik tanggal 14 sampai 16 Desember di Kemayoran, Jakarta. Wah sepertinya layak untuk didatangi mengingat tanggal-tanggal itu adalah hari weekend. Tapi yang menjadi pertanyaan, apakah acaranya itu? Dia bilang acara itu adalah pameran mobil klasik atau the 6th otoblitz International Classic Car Show 2012.  

Dan katanya pameran itu adalah yang terbesar sekaligus yang terlengkap se-Asia Tenggara. Tak tangung-tangung, disana ada sekitar 300-an mobil klasik berbagai merk. Pantas saja yang terbesar jika dibandingkan dengan Malaysia Car of The Year yang hanya menampilkan 100 koleksi mobil klasiknya, atau Bangkok Vintage Car Concours yang mungkin jumlah mobil yang dipamerkan lebih sedikit dibandingkan dengan yang ada di Kemayoran.  Mantap lah! Tanpa pikir panjang, hari dan waktu berkunjung pun ditentukan dan jatuh pada hari minggu jam 12 siang,

Selasa, 04 Desember 2012

Mari Wisata Kesehatan ke Bali!

Posted by Harry Prasetyo at 02.57 4 comments Links to this post

Kenapa harus Bali mungkin itu salah satu pertanyan Anda saat membaca judul tulisan di atas dan kenapa tidak kota-kota lainnya. Ok, Bali seperti yang diketahui merupakan salah satu atau mungkin juga daerah tujuan utama wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan Internasional maupun domestik. Eksotisme pemandangan alam,  atraksi budaya dan lain sebagainya menjadikan pulau dewata ini sebagai pulau yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, tak terkecuali untuk wisata kesehatannya.

sumber foto: www.telegraph.co.uk
Wisata kesehatan? Ya, jika berbicara soal jenis wisata yang satu ini memang tidak dapat dilepaskan dengan apa yang dinamakannya itu sebagai wisata spa atau lebih dikenal dengan wellness tourism. Wisata kesehatan ini meliputi dua bidang yaitu wisata kesehatan medis yang meliputi tindakan medis pengobatan dan wisata kesehatan tradisional yang meliputi pemeliharaan kecantikan, perawatan tubuh dan kebugaran, dan spa termasuk dalam lingkup wisata kesehatan. 

Spa Bali merupakan salah satu yang terbaik di dunia menurut majalah kecantikan di Jerman pada tahun 2009. Keunggulan yang ditawarkan Spa Bali adalah  perawatan tubuh dengan memanfaatkan bahan-bahan tradisional. Memang banyak negara lain yang punya spa dengan rempah tradisional, namun Bali dapat  mengungguli negara lainnya karena punya rempah-rempah dan resep yang berkualitas, ditambah dengan kemampuan dan local wisdom orang Bali juga dinilai lebih unggul.

Melihat Api Biru di Banyuwangi

Posted by Harry Prasetyo at 02.52 0 comments Links to this post

Api seperti yang diketahui warnanya pasti merah, lantas bagaimana jika Anda ingin melihat sebuah api yang warnanya berbeda, tidak merah melainkan berwarna biru dan keluar dari sebuah kawah gunung . Dapatkah dibayangkan Anda berdiri dan menyaksikan fenomena itu dengan kepala Anda sendiri, momen keajaiban alam yang tiada taranya. Teramat special untuk dilewatkan karena di dunia hanya ada dua fenomena yang terjadi seperti ini dan salah satunya ada di Indonesia.

api biru banyuwangi
sumber foto:www.zamrudtv.com
Adalah kawah biru atau blue fire, fenomena alam yang unik dan  hanya dapat  dilihat di Kawah Ijen, Banyuwangi saja. Saking indahnya fenomena ini bahkan mengalahkan popularitas matahari terbit di Banyuwangi yang disebut sebagai matahari pertama di Jawa. Tak hanya itu, banyak  wisatawan dari berbagai negara datang jauh-jauh sekedar untuk melihat penampakan si Api Biru di kawah Ijen.

Rabu, 14 November 2012

Kisah Durhaka dibalik Batu Besar Balai di Bangka

Posted by Harry Prasetyo at 23.04 0 comments Links to this post

Salah satu hal yang menarik dari objek wisata di wilayah Bangka Belitung, selain dari pantai-pantainya yang eksotis, adalah adanya batu-batu yang ukurannya besar. Sebut saja batu-batu yang berada di tepian Pantai Tanjung Tinggi ataupun di Pantai Bedaun yang juga mempunyai batu-batu khas pulau Bangka yang lebih besar ukurannya dari pantai-pantai lainnnya. Belum lagi dengan Pantai Batu Perahu di Toboali yang dilengkapi dengan susunan batu-batu granit berukuran besar plus keindahan pasir putih pantainya.


Nah, di negeri laskar pelangi ini juga ada sebuah batu yang tak kalah menariknya yaitu Batu Balai. Batu ini merupakan salah satu keajaiban alam di Bangka Barat, tepatnya di Kampung Balai, Kelurahan Tanjung, Muntok. Batu besar itu bertumpuk dua dan bagian paling atasnya menyerupai buritan sebuah perahu.

Layaknya perahu layar, bagian pinggir batu yang menyerupai buritan tersebut membekas laksana membentuk aluir-alur atau dikenal dengan istilah Polka (tempat pengikat terpal) dalam dunia perkapalan.Sebuah pohon besar tumbuh tepat di antara dua buah batu besar yang tersusun tersebut. Soal berapa umurnya pohon tersebut belum ada informasi yang dapat menjelaskannya. 

Kamis, 08 November 2012

Loyang Putri Pukes dan Kisah Putri yang menjadi Batu

Posted by Harry Prasetyo at 19.30 0 comments Links to this post

Ternyata tidak hanya Malin Kundang saja yang berubah jadi batu lantaran durhaka terhadap ibunya, nah di Aceh ada pula kejadian yang serupa. Adalah seorang Putri Pukes yang berubah menjadi batu karena perbuatan durhaka terhadap ibunya.

Keduanya durhaka dan berubah menjadi batu, sedikit pertanyaan terbesit mengapa mereka harus menjadi batu dan tidak menjadi hewan atau semacamnya? Susah juga mencari jawaban atas cerita rakyat tersebut, namun  yang pasti kedua cerita tersebut mempunyai nilai pembelajarannya sendiri, yaitu jangan lah sekali-sekali ingkar janji terhadap seorang ibu, hormati, hargai, sayangi, karena dia lah yang melahirkan kita, bukankah surga ada di bawah telapak kaki ibu? 

Legenda Putri Pukes 
Kembali kepada sang putri yang dikutuk oleh ibunya, putri itu menjadi batu karena menikah dengan pria asing dan tidak menuruti kata-kata dari sang ibu. Suatu hari dia dijodohkan dengan seorang pria yang berasal dari Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Aceh Tengah (sekarang Kabupaten Bener Meriah). Pernikahan pun dilaksanakan berdasarkan adat setempat.

Antara Belanda Kecil dan Batu Bara di Sawahlunto

Posted by Harry Prasetyo at 02.15 4 comments Links to this post

Anda yang tinggal di Sumatera Barat, tepatnya di Sawahlunto mungkin sudah tak asing lagi dengan arsitektural bangunan kota itu. Nah, bagi yang belum pernah ke Sawahlunto, mungkin bisa di lain waku datang kesana dan merasakan sensasi anda berada di sebuah kota yang disebut sebagai belanda kecil.

Mengapa Belanda kecil? Ya, karena banyak yang menyebutkan kota ini  terdapat bangunan-bangunan yang beraristektur seperti bangunan di negeri Belanda, salah satunya adalah Walikotanya sendiri. Seperti yang saya kutip dari situs berita travel, ia bilang hampir seluruh bangunan yang ada di Sawahlunto bergaya barat, seperti bangunan yang ada di Belanda. Suasana Belanda dipertahankan karena hingga pada 1990-an, masih ada ratusan warga keturunan Belanda yang tinggal di kota ini.
sumber foto: www.sawahluntokota.go.id

Minggu, 04 November 2012

Para Pioner Travel Agent Dunia

Posted by Harry Prasetyo at 20.30 0 comments Links to this post

Banyak orang melakukan perjalanan dari suatu kota ke kota lain, dari benua yang satu ke benua yang lain setelah permulaan abad ke XX yang ditandai dengan banyaknya kemajuan dalam bidang transportasi, baik darat, di laut dan di udara. 

Hal itu dimungkinkan karena adanya kemajuan yang sangat pesat dalam pembangunan akomodasi perhotelan dibeberapa kota penting, sehingga dapat lebih memudahkan bagi orang-orang untuk melakukan perjalanan wisata dengan motivasi apapun.
sumber foto:www.wikipedia.com
Thomas Cook
Thomas Cook yang dilahirkan tanggal 22 November 1818 di Derbyshire, inggris dianggap sebagai orang pertama yang menemukan profesi Travel Agent, sebagai salah satu usaha seperti yang kita kenal sekarang ini. Thomas Cook lahir John dan Elizabeth Cook yang tinggal sebuah di desa Melbourne, Derbyshire. Anak pertama pasangan itu, ia diangkat setelah ayah Elizabeth, Thomas Perkins, John Cook meninggal ketika Thomas adalah tiga tahun, dan ibunya menikah lagi kemudian pada tahun yang sama.

Jumat, 02 November 2012

4 Danau Berwarna di Indonesia

Posted by Harry Prasetyo at 00.37 7 comments Links to this post

Berbicara soal danau dengan warnanya yang tidak biasa, alias warna warni jadi teringat dengan danau yang berada di Afrika tepatnya di Senegal. Di negara itu ada sebuah danau yang memiliki warna unik. Yup, bukan pula warnanya itu bening, kebiruan atau yang lainnya melainkan berwarna pink.

Bener-benar ajaib namanya, sebuah danau berwarna pink layaknya sebuah susu rasa strawberry yang mungkin biasa anak kita minum. Bedanya jika susu warna pink itu enak dan bisa diminum, lain halnya dengan air pink di danau ini. Airnya tidak bisa diminum karena di danau tersebut banyak mengandung bakteri yang melimpah, pun dengan tingkat kadar garamnya yang teramat tinggi.

Danau Berwarna

Warna merah muda itu diproduksi oleh bakteri yang menyukai garam, yakni Dunaliella salina. Bakteri-bakteri itu menghasilkan pigmen merah yang menyerap dan menggunakan energi sinar matahari untuk menciptakan energi yang lebih untuk mengubah air menjadi merah muda

Selain di Senegal, danau dengan warna yang tidak biasa juga ada di sebuah taman nasional yang berada di Kroasia. Namun danau yang bernama Danau Plitvice ini tidak berwarna pink seperti di Senegal, tetapi berwarna  biru, hijau, biru, dan abu-abu. Danau ini pun mempunyai perubahan konsisten, tergantung pada jumlah mineral, deposito, atau organisme di setiap tubuh, atau bagaimana matahari menyinari air.

Nah, bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Menurut informasi yang ada, danau dengan warna yang unik dapat ditemui di empat tempat di Indonesia. Pertama ada Danau Linow, kedua ada danau yang namanya sudah mengharu biru, yang tak lain adalah Danau Tiga Warna Kalimutu, ketiga ada Danau Sidihoni dan yang terakhir ada Danau Tahai

Rabu, 31 Oktober 2012

Ingin Melihat Banyak Situs Megalitik, Datang ke Lahat!

Posted by Harry Prasetyo at 20.56 0 comments Links to this post
Jika di New York ada patung Liberty yang ukurannya sangat besar, di Lahat malahan ada patung berukuran raksasa yang berbentuk manusia yang ada sejak sejak ribuan tahun yang lalu. Tak kalah menarik bukan? nah jika Anda tertarik untuk melihatnya, maka Kabupaten Lahat pantas sekali untuk dimasukkan dalam daftar destinasi wisata Anda.

Ya, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan baru-baru ini berhasil mendapatkan penghargaan MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai daerah dengan situs megalitik terbanyak di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Lahat memiliki 1.027 peninggalan megalitik yang tersebar di 40 situs wilayah Kabupaten Lahat yang berbatasan dengan Kota Pagaralam. Tentu ini merupakan jumlah yang fantastis yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah dengan situs megalitik lainnya di Indonesia.

Menyingung sedikit mengenai apa itu megalitik? Megalitik merupakan struktur yang dibuat oleh batu besar. Kebudayaan Megalitikum bukanlah suatu zaman yang berkembang sendiri, melainkan hasil budaya yang timbul pada zaman Neolitikum dan berkembang pesat pada zaman logam. Contoh hasil kebudayaan zaman megalitikum ini berupa kapak persegi, kapak lonjong, Menhir, Dolmen, Kubur batu, Waruga, Sarkofagus, Punden Berundak.

Senin, 29 Oktober 2012

Saat Andong di tarik Kambing

Posted by Harry Prasetyo at 20.14 0 comments Links to this post

Mendengar kata andong, dokar atau pun delman jadi teringat dengan masa kecil dulu. Walau tinggal tidak di daerah perkampungan maupun di pinggiran kota, terkadang di waktu sore moda transportasi tua itu melintas di depan rumah .Dengan bunyinya yang khas, sepatu kuda bercampur suara semacam klentengan klakson kuda, kombinasi itu sebagai pertanda dokar akan melintas. 

Anak-anak yang sedang bermain-main pun terperanjat, bukan takut melainkan ingin sekali naik. Biasanya anak-anak itu akan naik beserta dengan pembantu atau orang tuanya. Mereka berkeliling dengan pak kusir sebagai juru mudinya. Jaraknya tak terlalu jauh hanya sekedar mengitari kompleks perumahan saja. 

Setelah mengitari kompleks beberapa kali, dokar pun  akan kembali mengantar kan ke tempat pertama semuanya naik. Soal tarif, itu tak seberapa dulu hanya membutuhkan beberapa uang logam yang mungkin jumlahnya tak lebih dari seribu rupiah.

Ada Taman Indonesia di Belgia dan Australia

Posted by Harry Prasetyo at 01.18 3 comments Links to this post

Khusus bagi orang Indonesia yang tinggal di luar negeri atau kebetulan sedang berada di sana. Tak ada salahnya menyempatkan waktu sejenak untuk nostalgia atau sekedar melepas kangen akan kampung halaman di dua taman berikut ini.

Adalah Taman Indonesia namanya, taman ini merupakan taman yang sangat bertemakan Indonesia yang berada di  dua negara yaitu di Belgia dan Australia. Nah, kenapa hanya di dua negara tersebut dan tidak di negara lainnya? hmmm, jawaban terbaiknya mungkin bisa ditanyakan ke pihak-pihak yang terkait kenapa hanya di Belgia dan Australia saja ada Taman Indonesia. 

Ok, terlepas dari alasannya kenapa,  namun dengan adanya dua taman Indonesia  di dua negara tersebut menjadi semacam bukti pengakuan dan penghargaan bahwa Indonesia, dus kekayaan alam maupun budayanya berhasil memikat hati negara lain.

1.Taman Indonesia di Belgia
Taman di Belgia ini bernama The Kingdom Of Ganesha dan merupakan taman Indonesia satu-satunya di Eropa. Lokasinya berada di Parc Paradisio, Brugelette. Parc Paradisio ini adalah sebuah taman konservasi flora dan fauna yang dibangun sejak 2000 di tengah sisa bangunan chateau (kastil tua), dengan koleksi sekitar 1500 spesies tanaman dan 3500 spesies binatang.

Rabu, 24 Oktober 2012

Sungai Terpendek dan Pulau terkecil di Dunia, hanya di Indonesia!!!

Posted by Harry Prasetyo at 23.29 0 comments Links to this post

Ya apa mau dikata itulah salah satu keunikan yang dimiliki oleh alam Indonesia, dan anda sebagai bangsa Indonesia patut lah berbangga dengan anuegrah alam yang diberikan oleh Nya. Nah, menyinggung soal sungai apalagi ini adalah sungai terpendek alias sungai yang alirannya mungkin tak lebih panjang dari jarak anda pergi ke kantor, ada sungai yang berada di propinsi Sulawesi Tenggara yang bernama Sungai Tamborasi.

Mengutip dari beberapa laman informasi yang ada di dunia maya mengenai sungai ini, eh ternyata sungai yang berada  di kawasan utara kota Kolaka, Desa Tamborasi, Kecamatan Wolo ini panjanganya tak lebih dari 20 meter. Pendek sekali bukan? pantas saja predikat sungai terpendek di dunia disandang oleh sungai yang berbatasan dengan laut ini.

Jadi sungai  itu langsung berhubungan dengan laut, dari mata air tempat hulu sungai berasal, menuju ke hilir dimana sungai tersebut mengalir sampai ke laut dan hanya berjarak tak lebih dari 20 meter saja,  sedangkan untuk lebar sungai ini adalah 15 meter. 

Sisi Lain Diving itu Bernama Abidin

Posted by Harry Prasetyo at 20.46 0 comments Links to this post

Dunia diving biasanya identik dengan para penyelam atau diver yang lengkap memakai google atau masker, snorkling, BCD, tabung gas, Fin (kaki katak) dan yang lainnya. Akan tetapi tanpa disangka aktivitas bawah air ini tidak akan dapat berjalan lancar apabila tidak ada seseorang yang mengurusi soal equipment diving yang mereka gunakan saat menyelam.

Terkesan sepele memang pekerjan yang diembannya tetapi apa yang dikerjakannya itu sesungguhnya menyangkut hajat hidup dari para diver itu sendiri. Bagaimana tidak, coba anda bayangkan apabila tabung itu berada dalam keadaan kosong, pastilah akan celaka yang berujung kepada maut apabila tabuyng yang meraka gunakan tidak ada yang mengisi atau mengurusinya.

Di segala kesibukan para diver, dari memakai BCD, masker, swimsuitnya pada sesi pra penyelaman di pinggiran pantai, nampak terlihat Begitu sibuknya sosok pria berperawakan kecil tapi bertubuh kekar itu mengangkut dan memindahkan satu persatu tabung-tabung gas yang akan digunakan oleh para diver dari atas truk di pinggiran Pantai Klara, Lampung Selatan. Pantai klara ini menjadi spot diving kedua setelah sebelumnya klub selam yang bermarkas di bilangan senayan ini melakukan sesi penyelaman pertama di sekitar pulau Rakata, perairan Selat Sunda.

Kunjungilah 6 Museum Terbaik di Jakarta!

Posted by Harry Prasetyo at 00.57 0 comments Links to this post

Anda mungkin bertanya enam museum terbaik di Jakarta itu adalah versi siapa? hmmm, atau mungkin anda akan bertanya juga, dikatakan sebagai museum terbaik itu dilihat kriterianya seperti apa dan siapa yang berhak menilainya? Bukankah semua museum mempunyai ciri khasnya masing-masing? tak ada yang unggul melebihi museum lainnya karena setiap museum mempunyai keunikannya sendiri, terlebih lagi  jika itu diletakkan dalam konteks benda-benda koleksinya.

Ok, pertanyaan anda sah-sah saja terlontarkan, namun baru-baru ini tepatnya beberapa bulan yang lalu diadakan semacam acara penghargaan bagi museum-museum terbaik yang ada di Jakarta. Acara itu  dikenal dengan nama Museum Awards 2012 yang diselenggarakan atas kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan komunitas Jelajah di Jakarta. Penghargaan ini diadakan tak lebih untuk memancing rasa apresiasi masyarakat terhadap keberadaan suatu museum. 

Yup, seperti yang diketahui banyak orang sekarang merasa  tak perduli dengan adanya museum di sebuah kota, semisal Jakarta. Puluhan museum berdiri di kota ini, tapi jari pun terhitung hanya beberapa orang saja yang berkunjung setiap harinya mungkin. Ironitas akan terasa panjang jika dibahas kenapa museum sangat jarang dikunjungi, di saat banyak dari kita mempunyai waktu sekedar menambah pengetahuan dengan menjelajahi ke museum?   ironis memang tinggal ironis, tapi tanpa panjang lebar lagi mari sekarang kita lihat dimana sajakah ke-enam museum terbaik se-Jakarta menurut Museum Awards 2012 itu berada

Museum Harry Darsono 
Museum ini letaknya di belakang Cilandak Town Square dan menang sebagai Museum Terbaik kategori Penataan Koleksi. Museum Harry Darsono dapat dikategorikan sebagai museum fashion yang mana untuk museum yang masuk jenis ini cukup langka keberadaannya di Indonesia. Bahkan dapat dikatakan museum ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia.

Selasa, 23 Oktober 2012

Ada Ultah Sang Dewa di Jalan itu

Posted by Harry Prasetyo at 00.44 0 comments Links to this post

Tak sengaja melintas di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta sabtu siang itu bersama seorang kawan  lama. Lalu lintas tumben tak seperti biasanya, laju kendaraan banyak yang tersendat, pikiran ini masih bertanya-tanya apakah terjadi kecelakaan atau kan apa yang terjadi depan. Dengan kemacetan seperti ini dapatkah sampai tepat waktu di tempat tujuan yang kebetulan pada waktu itu ada janji dengan seorang teman lama di Museum Bank Indonesia

Yup pikiran usang memang, tak ada waktu yang dapat ditepati jika berada dalam kondisi seperti itu. Alih-alih tak ada jalur lain sebagai pilihan, macet jalan di depan pun mau tidak mau harus di lalui. Di saat bersamaan dari arah sebaliknya banyak terlihat kerumunan orang di pinggiran jalan sedang menonton sesuatu.
Dewa Fat Cu Kung
Sepertinya ada sesuatu yang menarik di sana, atau kah pertunjukan atau mungkin pawai. Kendaraan pun diparkirkan sementara saking penasaran, nah benar saja setelah melihat lebih dekat, nampak arak-arakan  didominasi oleh sekurumunan orang yang berpakaian merah lengkap dengan atribut khas adat Tionghoa. Mencoba berjalan mengikuti arak-arakan, bukan main mengular alias panjang, sepanjang macet kendaraan yang ada di seberang jalannya. Berselang tak lama, teringat janji ingin bertemu dengan seorang kawan, langkah kaki pun perlahan segera menuju ke kendaraan dan meninggalkan pawai.

Nampak pawai itu berjalan begitu meriah dan semarak, antusiasme terlihat dari para peserta pawai yang diikuti oleh warga keturunan Tinghoa dan pribumi. Pun para pengendara yang banyak memarkirkan kendaraan untuk sekedar menontonnya. Nah, terakhir yang menjadi pertanyaan , pawai apa gerangan yang berlangsung siang itu?.

Senin, 22 Oktober 2012

3 Gong Perdamaian Dunia di 3 Kota Indonesia

Posted by Harry Prasetyo at 01.23 9 comments Links to this post

Seperti halnya Monumen Jenderal Sudirman yang ada di beberapa kota di Indonesia, gong perdamaian  pun demikian. Gong perdamaian tidak hanya ada di kota Ambon saja, tetapi juga ditemukan di dua kota di Indonesia yang mempunyai gong yang serupa. Dengan bentuknya yang tentu saja bundar dan berwarna keemasan, di sekeliling gong dihiasi oleh bendera dari negara-negara di seluruh dunia. Gong perdamaian itu dapat dijumpai di Ambon, Ciamis dan Yogyakarta.


Minggu, 21 Oktober 2012

Ups!, ada Situs Megalitik Namanya Batu Berak

Posted by Harry Prasetyo at 21.21 0 comments Links to this post

Coba anda perhatikan nama dari situs bersejarah yang satu ini? sedikit aneh bukan namanya seperti mengindikasikan sesuatu yang sedikit jorok dan berbau.  Maaf, berak seperti yang diketahui bahwa berak itu merupakan kata lain dari buang air besar atau buang hajat dan ini merupakan aktivitas keseharian kita dikala di kamar mandi.

Nah, untuk sebuah situs sejarah nama ini memang sedikit menggelikan, pikiran pun bertanya ada apa gerangan dengan situs yang dinamakan sebagai batu berak. Apakah batu itu dapat “berak”? pertanyaan konyol yang jelas tidak mungkin, karena batu itu bukanlah seperti manusia. Lantas kenapa dinamakan sebagai Batu Berak? Selancar kesana kemari, tak ada jawaban yang bisa menjelaskan perihal asal usul namanya itu.  Cukuplah perihal asal usulnya itu masuk dalam kategori masih misteri alias jawabannya belum ditemukan sekarang ini.

Kamis, 18 Oktober 2012

Tradisi Unik Pacu Itiak di Sumatera Barat

Posted by Harry Prasetyo at 21.25 4 comments Links to this post

Jika di Probolinggo marmut menjadi bintang utamanya dalam Karapan Marmut, nah lain halnya di Sumatera Barat tepatnya di daerah Nagari Tanjung, Kecamata Luak, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat. Pasalnya, disana ada tradisi masyarakat dimana seekor itik digunakan dalam sebuah lomba adu cepat yang namanya Pacu Itiak atau balapan itik. Di tradisi inilah itik menjadi bintang yang dielu-elukan untuk menjadi juara terdepan.
sumber foto:www.sandurezu.wordpress.com

Rabu, 17 Oktober 2012

Delapan Air Terjun Tertinggi di Indonesia

Posted by Harry Prasetyo at 20.29 2 comments Links to this post

Dilihat dari pengertiannya dari air terjun ini adalah formasi geologi dari arus air yang mengalir melalui suatu formasi bebatuan yang mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Air terjun dapat berupa buatan yang biasa digunakan di taman. Beberapa air terjun terbentuk di lingkungan pegunungan yang terjadi erosi. 

Nah, di Indonesia ini ada beberapa air terjun yang memiliki ketinggian yang beragam dari yang paling tinggi sampai yang tidak terlalu tinggi. Tentu kesemua air terjun ini  memiliki keindahan dan karakteristiknya masing-masing.   Dimana sajakah air terjun itu berada, berikut adalah daftar delapan air terjun tertinggi di Indonesia berdasarkan ketinggiannya:

Air Terjun Sigura gura (250 meter)
Terletak sekitar 250 km dari Medan. Air terjun yang dihasilkan oleh sungai Asahan yang berasal dari Danau Toba ini memiliki ketinggian 250 meter.
sumber foto:www.tujuanpariwisata.com
Air Terjun Madakaripura (200 meter)
Air Terjun Madakaripura terletak di Kecamatan Lumbang, Probolinggo merupakan salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini dikenal sebagai tempat pertapaan Mahapatih Gajah Mada sebelum mengabdi di kerajaan Majapahit. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.

2 Makam Tua yang cocok buat Anda Jepret Kamera

Posted by Harry Prasetyo at 01.22 0 comments Links to this post

Jelas makam-makam di bawah ini bukan sembarang makam yang hanya ada batu-batu nisan bertuliskan nama seseorang saja. Bukan pula makam yang muda usianya, soal umur boleh dibilang makam ini mungkin lebih tua dari anda yang membidikkan mata lensa ke setiap sudut arsitekturalnya. Yup, mereka yang bersemayam tenang di makam ini mungkin adalah mereka yang  ada di cerita dalam literasi sejarah yang pernah anda baca.

Teramat istimewa untuk dilewatkan begitu saja bukan, saat anda berada di kota tempat makam itu berada? Jarang anda bisa menemui sebuah makam yang kaya akan artistikal desain bangunannya ini. Belum lagi di makam-makam itu tak jarang ditemui  ragam jenis patung-patung yang membuat suasana menjadi sedikit berbeda, seakan-akan makam itu memang tempat “peristirahatan” yang terakhir. Terbaring selamanya dengan malaikat penjaga di sisinya.

Sebelum kesana ada baiknya siapkan terlebih dahulu kamera yang anda punya, riset sejenak di sela waktu sebelum berkunjung mengenai sejarah dari makam itu agar punya sedikit gambaran. Setelah semuanya siap mari menghabiskan waktu dalam bingkai sejarah masa lalu di Taman Makam Prasasti dan Makam Peneleh Surabaya.

Selasa, 16 Oktober 2012

Masjid Amirul Mukminin, Masjid Terapung Pertama di Indonesia

Posted by Harry Prasetyo at 19.08 0 comments Links to this post

Jika Lombok punya villa terapung, maka Makassar pun punya sebuah masjid yang terapung di tengah air. Adalah Masjid 99 Al Makazzary atau Masjid Amirul Mukminin yang merupakan masjid terapung pertama yang ada di Indonesia yang berada tepat di timur laut Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

Masjid ini dibangun karena gagasan walikota makassar yang ingin memperkaya khasanah landmark Kota Makassar dan wisata religius di kota ini. Walau konsepnya sederhana namun luar biasa, dimana perpaduan antara wisata berupa pemandangan dan aspek religius dikemas menjadi sebuah momen yang indah. Bayangkan di saat Anda sedang menunggu shalat Magrib, sunset menemani anda dengan pemandangan yang indah.
sumber foto:www.napakmasigit.blogspot.com

Jumat, 12 Oktober 2012

Ski Lot, Tradisi Main Ski Lumpur di Pasuruan

Posted by Harry Prasetyo at 01.50 0 comments Links to this post

Satu lagi tradisi unik, kali ini yang berhubungan dengan ski, kalau biasanya ski itu identik dengan es, tapi tidak bagi penduduk desa Pantai Lekok, Pasuruan. Lho, kenapa? karena di sana ski malah identik dengan lumpur. Main ski di atas lumpur sudah merupakan atraksi tahunan yang biasa digelar setiap tahunnya bertepatan dengan hari raya Ketupat atau beberapa  hari setelah Idul Fitri.
sumber foto: www.pasuruankab.go.id

Kamis, 11 Oktober 2012

Wow!! Ada Tugu Perjanjian Manusia dan Roh Penasaran di Bagan Siapiapi

Posted by Harry Prasetyo at 21.21 0 comments Links to this post

Kali pertamanya membaca di laman berita lokal, memang sedikit terkejut. Pasalnya ada sebuah tugu yang erat kaitannya dengan sebuah perjanjian antara manusia dan setan yang selalau menggoda.

Sayang tidak banyak keterangan yang bisa digali, namun tugu yang lokasinya di pinggiran jalan ini keberadannya sarat dengan cerita sejarah yang terjadi di masa lalu di Bagan Siapiapi, Riau. Dikisahkan dulu pada tahun 1928 pernah terjadi kegaduhan, dimana  tempat-tempat perjudian, rumah-rumah prodeo, tempat meminum minuman keras banyak terjadi peristiwa yang tak masuk di akal.

4 Objek Wisata, 3 Nama Jenis Binatang

Posted by Harry Prasetyo at 00.22 0 comments Links to this post

Tiga nama objek wisata di bawah ini sedikit berbeda dengan nama-nama pantai lainnya di Indonesia. Pasalnya, nama untuk ketiga objek wisara ini diambil dari nama tiga jenis hewan, yang pertama diambil dari nama anjing, yang satunya lagi dari nama tikus dan terakhir dari nama ular.

Yup, adalah Pulau Asu atau anjing yang berada di Nias, Pantai Tikus dan Pantai Tanjung Ular di Bangka Belitung dan Pantai Batu Ular yang berlokasi di JawaTimur. Kenapa sampai pantai itu dinamakan sama dengan nama hewan, tidak ada keterangan yang bisa menjelaskannya. Namun nama itu tidak lah berarti apa-apa dibanding dengan keindahan yang dimiliki oleh ketiga tempat objek wisata itu. Ingin mengetahuinya, cek tulisan singkatnya dibawah ini:

1.Pulau Asu
Pulau Asu ini merupakan salah salah satu pulau terpencil sekaligus pulau terluar yang berada di Kepulauan Hinako, Nias. Dengan luas yang yang mencapau 18 km, pulau ini cocok untuk beragam kegiatan dari sekedar berjemur di bawah sinar matahari, berenang keliling pulau, memancing dan yang lainnya.

Rabu, 10 Oktober 2012

Museum Timah, Pertama di Indonesia dan Asia

Posted by Harry Prasetyo at 02.37 1 comments Links to this post

Seperti Museum Pegadaian di Sukabumi dan Museum Shell di Bali,  keduanya merupakan museum yang pertama jika dilihat dari  benda-benda yang koleksinya. Jika Museum Pegadaian sebagian besar benda-benda yang dipamerkannya adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pegadaian, Museum Shell merupakan museum kerang. Nah, Museum Teknologi Pertimahan atau Museum Timah ini adalah museum pertama di Indonesia yang isinya sarat dengan rekam jejak sejarah pertimahan di Bangka Belitung khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
sumber foto:www.zonabangka.com

Selasa, 09 Oktober 2012

3 Tradisi Unik di Indonesia

Posted by Harry Prasetyo at 21.11 4 comments Links to this post

Harus diakui memang Indonesia negeri yang kaya akan adat istiadat pun tradisi masyarakatnya yang beraneka ragam. Hampir sebagian besar daerah-daerah di Indonesia mempunyai tradisi masyarakat dan kesemuanya mempunyai keunikannya masing-masing. Seperti tiga tradisi unik dibawah ini:

1. Tradisi Adu Betis 
Anda yang merasa betisnya kuat, sepertinya harus mengikuti tradisi unik yang satu ini. Ya tradisi adu betis yang dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Paroto, Desa Samaelo, Bone. Kesannya memang tradisi yang sedikit “aneh”, kok betis diadu?. Namun bagi masyrakat dusun itu, tradisi ini yang dinamakan Mallanca ini sudah dilakukan sejak beratus-ratus tahun lalu, jadi bukanlah hal yang baru dan mereka masih tetap melakukannya sampai sekarang ini.

sumber foto: www.yiela.com
Tradisi ini biasa dilakukan setiap mereka selesai memanen padi. Sebelum permainan ini dimulai, kaum ibu terlebih dahulu menyajikan makaan yang dibawa dari tumah untuk disantap bersama-sama oleh para peserta Mallanca dan penonton.

Setelah menyantap bersama barulah tradisi  ini digelar. Para peserta maju untuk menunjukkan kekuatan betisnya. Aturan permainan adalah sekali putaran diikuti empat orang dengan dua orang lawan dua. Dua orang yang memasang kaki dan dua orang lainnya yang melakukan sepakan. Sepakan pada betis ini dilakukan hingga tiga kali secara bergantian.

Senin, 08 Oktober 2012

Masjid Unik di Turen, Malang

Posted by Harry Prasetyo at 21.12 9 comments Links to this post

Beberapa masjid di Indonesia memang banyak yang memiliki keunikan, dari Masjid Pintu Seribu di  Tangerang, Masjid Seribu Tiang di Jambi, dan yang lainnya. Nah, sekarang di Malang ada Masjid unik yang berada di lingkungan Pesantren di Turen. Masjid ini biasa dikenal dengan Masjid Turen atau Masjid Tiban.

Masjid ini pernah membuat  heboh Malang pada tahun 2008. Pasalnya konon kabarnya masjid ini dibangun oleh tentara jin dalam waktu semalam. Secara tiba-tiba masjid itu ada di tengah-tengah masyakarat. Kabar ini pun menimbulkan euforia, masyarakat luar lantas berbondong-bondong pergi untuk melihatnya saat itu, bahkan sampai sekarang masjid itu kerap dikunjungi oleh masyarakat yang penasaran dengan keberadaan masjid tersebut.

Namun apakah benar masjid ini dibangun oleh tentara Jin? Memang sedikit sulit untuk diterima oleh akal sehat bahwa masjid ini dibangun tidak oleh tangan manusia mengingat di tengah-tengah arus zaman modernisasi atau eranya teknologi seperti sekarang kita berpikir secara rasional dan menganggap hal semacam ini hanya sebuah “hoax” belaka. Namun terkadang pula kita pun dapat memaklumkan bahwa hal atau pendapat yang berbau irasional seperti ini terkadang masih hidup di tengah-tengah pikiran masyrakat kita.

Minggu, 07 Oktober 2012

Keren! Ada Masjid Seribu Tiang di Jambi

Posted by Harry Prasetyo at 04.04 0 comments Links to this post

Jika di Tangerang mempunyai masjid unik yang bernama Masjid SeribuPintu, lain halnya dengan masjid yang ada di Jambi ini. Adalah Masjid Agung Al Falah yang memiliki keunikan yang tidak kalah menariknya karena mempunyai ratussan tiang sebagai penyangga bangunannya. Tak tangung-tanggung jika masjid pada umumnya memiliki beberapa tiang penyangga saja, masjid dengan julukan Masjid Seribu Tiang ini memiliki 233 tiang. Wow! Jumlah yang fantastis, rasanya ada yang kurang jika anda sedang berada di Jambi tapi tidak mengunjungi masjid yang kerap dikunjungi oleh orang-orang penting negara ini.
sumber foto: timurmediatama.blogspot.com

Jumat, 05 Oktober 2012

Mantap! Ribuan Kalong di Watan Soppeng

Posted by Harry Prasetyo at 03.45 0 comments Links to this post

Mungkin hanya di Watan Soppeng, binatang terbang yang satu ini begitu mendapat tempat yang istimewa di tengah-tengah masyarakat. Yup, tak terhitung banyak jumlah kelewar di kota di wilayah Sulawesi Selatan ini, ribuan atau mungkin jutaan tak ada yang tahu?. Kelelawar Watan Soppeng dengan bebasnya bergerombol terbang tanpa ada satu pun manusia yang menganggu keberadaannya dan bergelantungan di pepohonan kota.
sumber foto:www.tk-soppeng.blogspot.com
Sekarang yang jadi pertanyaan mengapa kelelawar-kelelewar itu begitu istimewanya di sana? Apakah yang membuatnya istimewa?, Nah, menurut beberapa sumber yang ada, kelelawar di Sopeng sudah ada sejak ratusan yang lalu, entah sudah ada sejak Kerajaan Soppeng berdiri atau bahkan lebih tua lagi dan konon kelelawar itu merupakan penjaga kota Watan Soppeng. Oleh karena itulah keberadaannya tidak diusik oleh penduduk kota.

Kamis, 04 Oktober 2012

Eh! Ada Pantai namanya Pantai Wartawan

Posted by Harry Prasetyo at 21.11 2 comments Links to this post

Jika Pantai Sundak diambil dari nama Asu dan Landak, Pantai Batu Ular Jember diambil lantaran ada batu yang mirip ular di pantainya, lantas bagaimana dengan Pantai Wartawan?  unik juga namanya sampai kenapa pantai itu dinamakan sebagai Pantai Wartawan? bagaimana ceritanya pantai itu diberi nama sesuai dengan salah satu profesi yang identik dengan mereka para pewarta berita?

Seperti yang diketahui banyak nama pantai di Indonesia terinspirasi oleh cerita-cerita masyarakat yang berkembang di wilayah itu. Misalnya pantai yang disebutkan di atas, namun tak semuanya karena ada juga nama pantai yang diambil dari nama sebuah restoran, yaitu Pantai Indrayanti yang berada di  Yogyakarta.
sumber foto:www.menarasigerlampung.blogspot.com

Mitos Burung Besar dan Keindahan Air Terjun Sambabo

Posted by Harry Prasetyo at 00.12 0 comments Links to this post

Bicara soal air terjun di Indonesia, tak lengkap rasanya apabila tidak bercerita juga mengenai cerita dibalik keindahan dari air terjun tersebut. Mitos, cerita masyarakat, misteri, atau yang lainnya terkadang memang disangsikan kebenarannya, namun apa mau dikata terkadang dengan adanya cerita-cerita semacam itu kita semakin penasaran untuk mengunjunginya seraya ingin menguji kebenarannya.  
Ilustrasi: Air Terjun Niagara
Tak ada salahnya bukan? sambil menikmati keindahan alam yang ada kita menelusuri cerita yang menyelingkupi tempat wisata tersebut. Yah, minimal sekedar bertanya dengan penduduk lokal yang ditemui di lokasi wisata adalah langkah yang paling sederhana untuk mengetahui lebih lanjut kebenaran cerita itu. Walaupun jawaban yang didapatkan hanya sebatas cerita yang mengambang dan tak jelas., tetapi siapa tahu ternyata cerita malah sebaliknya.

Selasa, 02 Oktober 2012

Bergoyang Lidah bersama Nasi Uduk Bakar dan Nasi Uduk Rasa Pandan

Posted by Harry Prasetyo at 21.46 0 comments Links to this post
Sarapan pagi dengan nasi uduk plus gorengan dan sambalnya, mungkin banyak dilakukan oleh anda. Begitu sederhana dengan apa yang menjadi komposisinya yaitu berupa gorengan, telur jika ada, sedikit sambal, kerupuk dan mie bihun. 


Yup, makanan yang satu ini selain murah meriah, juga banyak ditemukan dimana saja dan begitu familiarnya. Anda yang tinggal di kompleks perumahan, tinggal di sebuah perkampungan ,warung nasi uduk ala kadarnya pasti dapat ditemui.

Nah sekarang bagaimana jika anda ingin menyantap nasi uduk yang lain dari biasanya? Apakah ada nasi uduk yang berbeda dengan nasi uduk yang biasa dimakan? Lantas jika ada, dimana keberadaan warung nasi uduknya?  Dibawah ini ada ulasan singkat mengenai varian baru dari nasi uduk.

Wisata di Waduk Peninggalan Belanda

Posted by Harry Prasetyo at 03.18 1 comments Links to this post
Tentu anda masih ingat dengan kejadian beberapa tahun lalu dimana air Situ Gintung di Cirendeu, Tangerang muntah dan membanjiri rumah warga yang berada di sekitarnya. Beberapa versi penyebab jebolnya tanggul tempat wisata Situ Gintung menyebutkan, ada yang jebol lantaran debit air si situ tersebut sudah kebanyakan karena tingginya curah hujan yang tiada hentinya mendera kawasan itu, kondisi tanggul yanhg sudah rapuh temakan usia, minimnya perhatian pemerintah terhadap konsisi waduk, pengalihan fungsi lahan , dan yang lainnya.

Namun terlepas dari itu, seperti yang kita ketahui waduk Situ Gintung bukanlah satu-satunya waduk yang dibuat pada zaman Belanda, di Indonesia sendiri terdapat waduk-waduk yang dibangun pada saat kolonialis Belanda masih berkuasa yang sekarang telah berubah menjelma menjadi semacam tempat wisata yang asik jika dikunjungi bila hari libur tiba bersama keluarga atau kekasih tercinta,  nah ingin tahu dimana saja waduk-waduk itu berada? simak tulisan singkatnya dibawah ini

1. Waduk Pacal 
Waduk berada di  Bojonegoro dan  merupakan salah satu tempat wisata yang menyuguhkan lingkungan alam yang sangat mempesona karena di kelilingi oleh bukit-bukit yang sangat indah. Usia waduk ini sudah sangat tua karena dibangun pada tahun 1933 pada jaman Belanda. Untuk nama waduknya sendiri diambil dari nama daerah waduk itu dibangun yaitu  berada di desa Pacal. 

sumber foto:www.bojonegorokab.go.id
Bendungan Pacal terletak 35 Km dari arah selatan kota Bojonegoro dan memiliki luas sekitar 3,878 kilometer persegi dan kedalaman 25 meter ini. Waduk ini merupakan bangunan sarana pengairan peninggalan zaman belanda dengan manfaat multifungsi. 

Daya tarik wisata ini adalah kemegahan dan kekokohan bangunan peninggalan zaman Belanda dan hamparan air yang melimpah dengan panorama alam dan hutan jati yang mempesona.


Minggu, 30 September 2012

Ngopi-ngopi di Kedai Kopi Legendaris

Posted by Harry Prasetyo at 20.58 1 comments Links to this post
Kopi ohh kopi, sepertinya minuman yang satu ini sudah cukup melegenda  dan membudaya di antara kita semua. Siapa yang tidak pernah mencicipi kopi, rasanya sangat jarang dan hampir semua orang pernah merasakan hitamnya sebuah kopi. Dari rakyat kecil yang tinggal di pinggiran sungai sampai mereka yang tinggal dalam perumahan mewah.

Keberadanya di negeri ini terbilang sudah lama, diawali dengan bercokolnya kaum penjajah yang ingin menjadikan kopi sebagai komoditas dagangan yang laris di pasaran Internasional dan akhirnya  perkembangan pun merata di hampir setiap kota karena para opurtunis melihat kopi dapat dijadikan sebagai lahan bisnisnya.
Kedai kopi pun bertebaran di kota-kota besar Indonesia, dari yang dijajakan di pinggiran sudut jalan sampai yang masuk dalam sebuah pertokoan. Namun seiring roda zaman yang terus berputar kedai-kedai kopi itu pun sepertinya tak mampu bertahan dan hanya sebagian kecilnya saja yang sampai sekarang masih melayani para pembelinya.

Tentu, sebuah prestasi tersendiri bagi kedai-kedai yang buka sampai detik ini, terlebih lagi cita rasa kopi itu masih dipertahankan sedemikian rupa dari awal kedai kopi itu berdiri. Nah, ingin tahu bagaimana rasanya menyelami sejarah dalam pekatnya sebuah kopi tua, di bawah ini ada beberapa kedai kopi yang siap melayani anda dengan sajian kopinya yang khas berselera.

1.Kedai Kopi Tung Tau
Nama warung kopi diambil dari nama pemiliknya yang bernama Fung Tung Tau yang merintis dagangannya dari tahun 1938 di Jalan Sungailiat, Bangka. Kedai miliknya saat ini sudah dikelola oleh tiga generasi. Dirinya sendiri kemudian dilanjutkan oleh generasi kedua Budjang Bunawan pada tahun 1950 dan  tahun 1980 dilanjutkan oleh istinya yang bernama Maria Matalia. Setelah itu sejak tahun 2010 warung kopi itu dilanjutkan oleh generasi ketiga yaitu Tedy, anak bungsu dari pasangan Budjang dan Maria.
sumber foto:www.uknowmj.blogspot.com

Sedikit Kenangan Snorkling di Pulau Kelagian

Posted by Harry Prasetyo at 07.59 0 comments Links to this post
Suatu hari waktu itu, tepat di atas kepala saya awan cukup berawan, begitu bersahabat dan ada tan\da-tanda hari ini akan hujan. Semilir angin berhembus siang ini di perahu, semakin membuat saya  mulai tidak sabar untuk segera mencicipi sensasi snorkeling di wilayah Pulau Kelagian, Pantai Klara (Klapa Rapat), Lampung Selatan, semakin ingin saja menuju ke tempat snorkeling yang ada di pulau tersebut

Dengan berbekal informasi dari sang petunjuk arah yang kebetulan juga adalah pemilik perahu perihal tempat-tempat mana di sekitar pantai Klara ini yang biasa digunakan untuk aktivitas snorkeling, ia pun dengan serta merta menunjukkan tempat yang menurutnya mempunyai pemandangan yang terbaik di wilayah itu, yaitu disekitar pulau Kelagian.

Kamis, 27 September 2012

Mari, Melihat Api Abadi Bekucuk dan Api Tak Kunjung Padam

Posted by Harry Prasetyo at 00.41 0 comments Links to this post
Pernahkah dalam suatu perjalanan anda melihat di pinggiran jalan atau tempat tertentu sebuah api yang tak pernah padam. Ya, api yang dapat terus menyala, bahkan air hujan pun tak sanggup untuk memadamkannya. Bukan sembarang api yang berkorbar karena ada sesuatu yang terbakar, melainkan  keluar dan membara karena adanya kekuatan gas bumi yang membuatnya terus menyala. 

Keajaiban sekaligus kekayaan alam Indonesia bukan? Nah Jika anda belum pernah melihatnya, ada baiknya jika anda berkunjung ke beberapa tempat wisata di bawah ini yang menawarkan sesuatu yang bernama  api abadi alias api yang tak pernah padam. Tapi ingat jaga jarak dengan aman dan jauhkan tangan anda jika tak ingin terbakar.

1.Api Abadi Bekucuk
Bekucuk, nama yang sangat lucu untuk sebuah tempat wisata. Tapi apalah artinya sebuah nama, karena sumber api yang diketemukan pada tahun 1993 ini merupakan api  yang berkorbar dari sebuah sumur di dusun Bekucuk, desa Tempuran, Mojokerto

Selasa, 25 September 2012

Satu tahun lebih muda di Air Terjun Benang Kelambu?

Posted by Harry Prasetyo at 01.30 0 comments Links to this post
Mungkin jika benar air terjun di Lombok ini membuat orang menjadi lebih muda setahun, tak bisa dibayangkan berapa banyak orang-orang akan pergi ke sana dan mencobanya. Yah, sekali lagi namanya mitos terserah anda sekali lagi untuk mempercayainya.

Mitos ini bukanlah sesuatu yang aneh jikalau kita berbicara mengenai tempat-tempat wisata di Indonesia contohnya Kolam Narmada di Lombok, Air Terjun Tiu Kelep, Air Terjun Tirtosari dan air terjun lainnya  . Justru dengan hadirnya mitos tersebut seakan-akan menambah cerita tersendiri bagi tempat wisata itu selain keindahan alamnya tentu saja. 
sumber foto:www.uun-halimah.blogspot.com
Contohnya jika teman anda pergi ke suatu tempat tertentu yang belum pernah anda kunjungi sebelumnya, pastilah dia akan bercerita bercerita panjang lebar mengenai tempat itu. Tambah semangat jika teman anda sendiri belum pernah kesana. 

Senin, 24 September 2012

Festival Menangkap “Nyale” di Lombok

Posted by Harry Prasetyo at 21.37 0 comments Links to this post
Lombok memang kaya akan kekayaan alamnya yang esksotis. Anda pastilah tahu Gili Trawangan bukan? ya sebuah destinasi wisata utama yang menawarkan sejuta sensasi di Lombok, mulai dari pesona keindahan alam bawah laut sampai dengan ombaknya yang  menggoda hati untuk segera berselancar ketika di sana.

Akan tetapi Lombok tak hanya dikenal dengan eksotisme keindahan alamnya saja, lantaran Lombok juga dikenal dengan pulau yang banyak menyelenggarakan berbagai macam festival yang didasarkan pada tradisi masyarakatnya. Sebut saja Festival Bau Nyale yang diselenggarakan setiap tanggal 20 bulan 10 dalam penanggalan Sasak atau lima hari setelah bulan purnama yang biasanya jatuh pada sekitar bulan Februari atau Maret.
sumber foto: www.lomboklovers.aforumfree.com
Festival ini diadakan tepat di 16 titik Pantai Selatan Lombok Tengah yang memanjang sejauh puluhan kilometer dari arah Timur hingga barat seperti di Pantai Kaliantan, Pantai Kuta atau Pantai Selong Belanak.

Festival Bau Nyale pada dasarnya adalah ritual menangkap cacing laut yang biasanya keluar di daerah pantai Kuta. Cacing-cacing yang berwarna hijau, coklat, oranye hingga merah itu akan keluar pada tengah malam hingga pagi hari ketika pesisir laut mulai surut. Nyale sendiri berasal dari nama sejenis cacing laut yang biasa hidup di dasar laut atau lubang-lubang batu karang. 
www.lomboklovers.aforumfree.com
Nah, biasanya sebelum perayaan inti dari festival biasanya digelar beberapa kesenian dan acara tradisional seperti  Betandak (berbalas pantun), Bejambik (pemberian cendera mata kepada kekasih) serta Belancara (pesiar dengan perahu. Tak ketinggalan digelar pula pementasan drama yang diangkat dari kisah Putri Mandalika.

Kisah Putri Mandalika
Tradisi Nyale erat kaitannya dengan Putri Mandalika, tetapi siapakah Putri Mandalika itu sebenarnya? Putri ini menurut cerita masyarakat setempat Nyale adalah jelmaan dari rambut Putri Mandalika. Putri Mandalika  adalah seorang putri cantik yang arif sekaligus bijaksana dari seorang raja yang pernah memerintah di Pulau Lombok.

Cantiknya putri itu memukau banyak pangeran dan banyak dair mereka ingin meminangnya.  Saking baiknya, tak ada satu pun pangeran yang ditolaknya  ketika datang untuk melamarnya. Namun hal ini jusru menimbulkan kekisruhan yang berujung pada peperangan di antara pangeran-pangeran itu karena antara satu dengan yang lainnya ingin memiliki dirinya. Kontan, Putri Mandalika pun berpikir bagaimana caranya mengatasi ini semua.

Hingga datanglah acara yang dihadiri oleh para pangeran-pangeran itu.  Dalam suatu kesempatan Putri berorasi di hadapan kerumunan “Wahai, Ayahanda dan Ibunda serta semua pangeran dan rakyat negeri Tonjang Beru yang aku cintai! Setelah aku pikirkan dengan matang, aku memutuskan bahwa diriku untuk kalian semua. Aku tidak dapat memilih satu di antara banyak pangeran. Diriku telah ditakdirkan menjadi Nyale yang dapat kalian nikmati bersama pada bulan dan tanggal saat munculnya Nyale di permukaan.”
 
Putri Mandalika pun memutuskan untuk menceburkan diri ke Pantai Selatan mengorbankan jiwa raganya agar peperangan itu tidak terjadi. Nah, setelah kejadian tersebut, setiap tahunnya munculah Nyale yang dipercaya sebagai jelmaan dari rambut Putri Mandalika.

Nyale kaya Protein
Setelah puncak festival Nyale digelar, warga yang berhasil mengangkap nyale kemudian mengkonsumsinya alias memasak nyale-nyale itu untuk dimakan bersama-sama. Menurut penelitian, Nyale yang ditangkap itu ternyata baik dikonsumsi oleh manusia karena kaya akan protein dan terbukti mengeluarkan zat-zat yang dapat membunuh kuman-kuman. (berbagai sumber)

Jumat, 21 September 2012

Segar dan Awet Muda di Kolam Narmada

Posted by Harry Prasetyo at 01.34 0 comments Links to this post
Tempat objek wisata di indonesia yang berhubungan dengan yang nama air pasti lah mempunyai mitos yang berujung pada perkataan bahwa barang siapa yang mandi atau berendam di tempat itu niscaya akan merasa awet muda, yup  mulai dari air terjun sampai dengan kolam.

Sebut saja beberapa air terjun di Indonesia, seperti Air Terjun Tiu Kilep di Rinjani, Air Terjun Tirtosasi Magetan, AirTerjun Tanjak Kembar Bondowoso, dan yang lain-lainnya  kesemuanya itu mempunyai mitos awet muda. Percayakah anda? Itu kembali ke anda sendiri untuk mempersepsikannnya.
sumber foto: www.doenklombok.wordpress.com
Nah, kali ini ada kolam yang berada di Taman Narmada di Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat yang mempunyai mitos yang sama, yaitu awet muda. Jarak Taman dengan kota Mataram kurang lebih sekitar 10 Kilometer lumayan jauh tapi tak jadi masalah terlebih lagi rintangan jika anda ingin merasakan sensasi yang berbeda di sana.

Selasa, 18 September 2012

Ekowisata Lagi di Penangkaran Buaya

Posted by Harry Prasetyo at 21.43 0 comments Links to this post
Tidak hanya di Teritip Balikpapan dan Medan saja penangkaran buaya yang dijadikan tempat wisata itu berada. Di daerah Subang, Serang, bahkan yang dekat dengan Jakarta yaitu Cikarang terdapat juga tempat penangkaran buaya. Tanpa panjang lebar mari kita lihat satu persatu seperti apa ketiga tempat tersebut.

1.Wana Wisata Buaya Blanakan Subang
Obyek wisata dengan lahan seluas 1,5 ha yang berada di  wilayah Hutan Tegaltangkil ini dihuni kurang lebih 300-an ekor buaya muara jantan dan betina dengan habitat lengkap menyerupai dengan habitat aslinya di sana.

Penangkaran buaya yang telah berdiri puluhan tahun ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu kolam utama, kolam pembesaran bayi buaya, kolam pembesaran untuk buaya usia 3-6 tahun, kolam buaya usia di atas 6 tahun dan kolam untuk perkawinan.

sumber foto: www.deeadewie.files.wordpress.com
Fasilitas dan Atraksi
Untuk fasilitas dan atraksinya tidak berbeda dengan tempat penangkaran buaya lainnya. Atraksi dipertunjukkan oleh pengelola tempat ini berupa  suguhan atraksi buaya asal Kalimantan bernama Jack dan Baron dari atas balkon, saat menyantap bebek  yang diberikan oleh pihak pengelola melalui pawang yang sudah terlatih. 

Buaya-buaya yang turut serta dalam atraksi di kolam utama itu, termasuk Jack dan Baron adalah buaya yang sudah berumur tua dan menjadi indukan bagi anak-anak buaya selama tempat penangkaran ini berdiri.

 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos