Jumat, 17 Mei 2013

Dua tempat wisata indonesia bernama "jorok"


Dua destinasi wisata di bawah ini namanya cukup unik, sedikit seperti mengindikasikan sesuatu yang jorok dan berbau.   Yang satu diambil dari nama alat kelamin wanita yang satunya lagi diambil dari kata maaf “berak”. Seperti diketahui bahwa berak itu merupakan kata lain dari buang air besar atau buang hajat dan ini merupakan aktivitas keseharian kita dikala di kamar mandi.

1.Candi Sumber Tetek
Ok, yang pertama ada candi Sumber Tetetk yang terletak di lereng timur Gunung Penanggungan, Dusun Belahan, Kabupaten Kota Pasuruan, Jawa Timur yang cukup menarik perhatian. Warga setempat menyebutnya sebagai Candi Belahan, atau Candi Sumber Tetek. Dinamakan begitu karena terdapatarca Dewi Laksmi yang mengeluarkan air dari payudaranya!

Air dari payudara arca Dewi Laksmi langsung turun ke kolam di bawahnya. Konon, kolam ini adalah tempat mandi para istri dan selir Prabu Airlangga. Tak jarang, banyak wisatawan yang mandi, berenang, dan berfoto dengan arca Dewi Laksmi. Konon, air yang keluar dari payudara arca Dewi Laksmi ini berkhasiat membuat awet muda.

Sosok penunggu kawasan ini dipercaya menjaga kelestarian situs petirtaan Sumber Tetek. Konon pada masa penjajahan Belanda (banyak koleksi patung yang berada di Belanda), ada upaya untuk mengangkut salah satu ornamen candi. Tetapi tidak ada satu orang pun yang mampu mengangkatnya sehingga upaya pengangkutan tersebut gagal dan keaslian situs Sumber Tetek tersebut tetap terjaga sampai sekarang.

Senin, 06 Mei 2013

Dua Museum Ogoh-ogoh Bali yang wajib Anda Kunjungi

Jika Anda penasaran dengan bentuk ogoh-ogoh Bali ? Rasanya tidak cukup apabila Anda hanya melihatnya dari foto-foto yang banyak terpampang di laman-laman Internet. Sejatinya Anda harus berada di Bali untuk melihatnya secara langsung, namun bagaimana jika Anda sedang disana tetapi di saat bersamaan di Bali tidak sedang merayakan upacara nyepi. Ogoh-ogoh seperti yang diketahui merupakan patung raksasa yang diarak pada upacara Pengrupukan. Upacara Pengrupukan ini dilangsungkan 1 hari sebelum hari Raya Nyepi. Nah, Anda tak perlu berkecil hati karena solusinya cukup mudah, karena ada dua museum ogoh-ogoh di Bali yang dapat Anda kunjungi. Berikut penjelasannya.

Museum Ogoh-ogoh Jalan Ayodhya

Bali, objek wisata, museum ogoh-ogoh pantai soka, museum ogoh-ogoh jalan ayodhya
Museum ogoh-ogoh ini terletak di Jalan Ayodhya, lokasinya berada di dalam kompleks Museum Manusa Yadnya. Jadi jika Anda ingin ke museum ini, terlebih dahulu Anda harus berada di kompleks ini. Lantaran berada di dalam kompleks, untuk menemukan museum ini sangatlah mudah. Di tempat ini Anda dapat melihat sekitar 20 buah ogoh-ogoh dari daerah Bali. Ada beberapa ogoh-ogoh baik berupa raksasa maupun para dewa dan bhuta kala dengan tinggi rata2 3 - 5 meter. Museum ini juga menyajikan cerita-cerita menarik tiap ogoh ogoh dengan nuansa magis dan Anda akan mendapat pengalaman menarik saat mengunjungi museum ini.

Pantai Jerman Bali


bali, objek wisata, pantai, pantai jerman

Bali memang terkenal dengan pantai-pantainya yang cantik dan indah. Sebut saja Pantai Kuta, Sanur, Dreamland atau pantai lainnya. Namun diantara pantai-pantai itu ada satu pantai di Bali yang memiliki nama yang unik seperti nama sebuah negara di Eropa, yaitu Pantai Jerman. Pantai ini terletak di terletak di Jl Wanasegara, Tuban, Kuta selatan dan lokasinya tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai.

Dulunya Pelabuhan Kuta

Pantai Jerman dulu nya adalah pelabuhan Kuta di mana para pedagang dari luar Bali berlabuh dengan membawa barang barang dagangan untuk bertransaksi pada waktu itu. Menurut catatan Pierre Dubois dalam kedudukannya sebagai civiel gezaghebber Pemerintah Belanda, yang diizinkan untuk tinggal di daerah Kuta. Pierre Dubois, Wakil Pemerintahan Hindia Belanda yang tinggal di Kuta pada tahun 1827. Pelabuhan Kuta merupakan pelabuhan yang terpenting di Bali Selatan waktu itu.
Pada Abad 19, Mads Lange seorang syahbandar asal Denmark juga menetap dan mendirikan markas dagang di Kuta, Selama tinggal di Bali dia sering menjadi perantara antara Raja-Raja di Bali dan Belanda. Mads Longe meninggal secara misterius. Kuburan Mads Longe terletak disebelah konco di pinggir sungai tersebut.

Mengenal lebih jauh Rujak di Nusantara

Kuliner yang satu ini terbilang unik karena hampir di setiap daerah di Indonesia panganan ini muncul dengan beragam bentuk dan rasa. Adalah rujak yang merupakan makanan tradisional yang biasanya terbuat dari campuran berbagai macam sayuran atau buah dan dibubuhi bumbu atau kuah. Rujak mudah ditemukan dan dijajakan di mana saja di daerah Indonesia. Bahkan rujak melanglang buana sampai di Malaysia, dan Singapura. Di dua negara itu rujak disebut "rojak". Di bawah ini Goindonesia merangkum beberapa jenis rujak yang ada di Indonesia.

Rujak Soto

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Rujak soto termasuk masakan khas dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Masakan ini lebih merupakan paduan unik antara Rujak Cingur dengan Soto Babat.Biasanya rujak disajikan terlebih dahulu, kemudian disiram dengan kuah soto berikut babatnya. Rasanya juga khas, ada unsur soto sekaligus rasa rujak dengan aroma terasinya.

Rujak Petis

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Rujak Petis merupakan salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah timur pulau Jawa. Rujak petis biasanya terdiri dari irisan timun, bengkuang, mangga muda, kedondong, tahu, kecambah/ tauge, dan kangkung. Semua bahan tadi disajikan dengan siraman resep saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam, gula merah, pisang muda, dan air.Di daerah Jawa Timur, selain petis yang biasa digunakan untuk bumbu Rujak petis, ada juga yang menggunakan petis Madura yang berwarna kemerahan. Rujak petis biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.

Rujak Gobet

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Rujak Gobet adalah salah satu makanan tradisional Jawa (Malang). Rujak ini biasanya di sajikan pada acara Telonan atau Tingkepan wanita yang sedang hamil. Rujak ini terdiri dari beraneka ragam buah-buahan, seperti bengkowang, nanas, pencit, blimbing, jambu, babal (nangka muda), asem dan masih banyak lagi lainya. Jadi, rasa rujak gobet ini nano-nano, karena di aduk dan dicampur menjadi satu. Suguhan Rujak Gobet menjadi menarik, enak, karena menyatukan beragam buah yang berbeda rasa, warna, serta asalnya.

Selasa, 19 Maret 2013

Nyepi yang tidak Sepi


Denpasar hari itu berbeda dengan Denpasar pada hari biasanya. Tak ada lalu lalang kendaraan, tak ada aktivitas warga, pantai Kuta yang biasanya disesaki oleh manusia nampak lenggang yang ada hanya suara debur ombak yang berkejaran. Siaran stasiun televisi dan radio pun tidak melakukan siaran selama 24 jam.

Benar-benar sepi, karena hari itu tepat di saat umat Hindu di Bali melakukan Catur Brata Penyepian, yakni tidak boleh menyalakan lampu (Amati Geni), tidak boleh bepergian (Amati Lelungan), tidak boleh bekerja (Amati Karya), dan tidak boleh bersenang-senang (Amati Lelanguan). Denpasar pun tak ayal  berubah drastis seperti halnya kota mati di saat perayaan Nyepi.

Namun di saat bersamaan nun jauh beratus kilometer dari pusat kota, ada pemandangan yang tidak biasa di sebuah perkampungan muslim di wilayah Jembrana, tepatnya di desa Yeh Sumbul. Masyarakatnya pada saat perayaan nyepi malah tumpah ruah di jalanan. “Denpasar sepi tapi disini kayak pasar heheheh” celoteh salah satu warga di pinggiran jalan kepada penulis beberapa waktu yang lalu.

Menjadi tak heran melihat riuhnya suasana lantaran mereka menganggap  kegiatan ramai-ramai itu sudah merupakan tradisi turun temurun. “iya dari saya kecil acara kayak gini udah ada” sahutnya lagi. Jalan raya tempatnya dia berbaur dengan warga lainnya memang tak ada sama sekali kendaraan yang lewat. Maklum saja, jalan itu di hari biasa sering dilalui oleh kendaraan dari  Pelabuhan Gilimanuk yang menghubungkan Ketapang (Jatim). Pelabuhan di saat nyepi dihentikan aktivitasnya, jalanan pun menjadi lenggang.

Nampak terlihat jelas sejauh mata memandang siang itu, warga memenuhi jalan raya. Ada yang bersenda gurau, gelar tikarr di pinggiran jalan.  Beragam kegiatan pun mereka helat mulai dari perlombaan yang diikuti oleh anak-anak, sampai mereka yang telah berumur. Serunya jika dilihat Bagi penduduk perkampungan itu nyepi sama saja dengan hari lebaran. Banyak ibu-ibu yang masak hidangan khas lebaran, mulai dari ketupat sampai opor ayamnya tak ketinggalan.

Rabu, 13 Maret 2013

Mari Singgahi 3 Restauran Jadul di Bandung


Pada saat akhir pekan atau masa liburan, tak jarang warga ibukota berduyun-duyun datang ke kota kembang. Yup, tentu mereka datang dengan segudang rencana, mulai dari sekedar menghabiskan waktu bersama keluarga, berbelanja busana yang memang bandung adalah pusatnya fashion, atau berwisata kuliner.

Bagi Anda yang suka memanjakan lidah ada baiknya jika singgah ke tiga restauran di bawah ini. Apa pasal? Nah, ketiga restauran ini termasuk dalam restauran bersejarah lantaran umur berdirinya restauran itu mungkin lebih tua dari Anda. Sensasinya yang cukup terasa bukan? icip-icip sambil menikmati nuansa zaman dulu

1.Braga Permai
Di Restauran ini Anda dapat menikmati makanan yang dibuat dengan resep-resep peninggalan Belanda sambil menikmati suasana Bandung tempo dulu. Restauran ini  sudah berdiri sejak tahun 1918 dan berlokasi di hook sisi timur Simpang Bragaweg (Bahasa Belanda: Jalan Braga). Kemudian pada tahun 1923, restoran milik L. van Bogerijen ini pindah ke tengah-tengah Bragaweg, di lokasi Braga Permai saat ini. Dulunya bernama Maison Bogerijen seperti nama yang terpampang di atas bangunannnya. Dengan mengadopsi gaya arsitektural Eropa tradisional, bangunannya terbilang baru dan modern di masanya.
sumber foto:www.goindonesia.com 

Senin, 11 Februari 2013

Memadu Cinta di 3 Bukit Cinta


Ada yang sama dengan nama ke empat bukit dibawah ini yaitu, di akhir katanya terdapat kata cinta. Dari  bukit cinta di kota Atlas, Aceh, sampai ke Labuan Bajo. Namun yang menjadi pertanyaan kenapa bukit di empat tempat tersebut dinamakan bukit cinta? Sepertinya tidak ada yang tahu alias masih misteri. Atau mungkin bukit-bukit itu sering  dikunjungi oleh muda-mudi yang sedang kasmaran, makanya dinamakan bukit cinta.  Dan mungkin benar saja, secara wilayah perbukitan yang rindang ditambah pemandangan yang indah adalah tempat yang sangat menyenangkan untuk berduaan memadu kasih. 

Bukit Cinta Semarang
Bukit Cinta di Semarang ini berada di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa tengah. Letaknya berada di tepian Danau Rawa Pening dan sangat terjangkau jika Anda berada di wilayah Ambarawa, Magelang atau Semarang cukup arahkan saja kemudi anda ke wilayah Banyubiru

Sebelum masuk Bukit Cinta Anda terlebih dahulu harus merogoh koceng yang cukup murah. Yup tak lebih dari Rp.5000 saja, Anda pun sudah bisa masuk ke wilayah Bukit Cinta.  Dari pintu masuk lebih dalam, dari kejauhan Anda dapat melihat patung naga raksasa yang terletak di bawah bukit. Jika berjalan ke dalam patung naga, Anda akan masuk ke ruangan yang menyimpan koleksi aneka reptil dan ikan yang di dalam aquarium.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...