Rabu, 21 November 2012

Pantai Sampur: Objek Wisata Favorit di Jakarta Tempo Dulu

Posted by Harry Prasetyo at 23.00 6 comments Links to this post

Sampur? Mendengar namanya sepertinya cukup asing di telinga zaman sekarang. Namun coba Anda tanyakan kepada para orang tua yang umurnya kini sudah setengah abad lebih di Jakarta. Sampur bagi mereka merupakan nama sebuah objek wisata pantai di utara Jakarta. Dari mereka para orang tua jika pernah kesana mungkin akan banyak bercerita tentang bagaimana menghabiskan waktunya di pantai itu untuk bersenang-senang.
pantai sampur

Sampur ada sebelum berdirinya kawasan Ancol seperti sekarang, soal kapan persisnya  pemerintahan Belanda dulu menetapkan Pantai Sampur sebagai objek wisata masih belum diketahui dengan pasti. Namun  seorang arkeolog yang pernah mengabiskan masa kecilnya di Sampur mengisahkan pantai sampur sudah dijadikan sebagai pantai wisata pada abad ke-19 ketika sudah terbentuk kotapraja Batavia dan di sana banyak berdiri rumah bergaya Indies.

Rabu, 14 November 2012

Kisah Durhaka dibalik Batu Besar Balai di Bangka

Posted by Harry Prasetyo at 23.04 0 comments Links to this post

Salah satu hal yang menarik dari objek wisata di wilayah Bangka Belitung, selain dari pantai-pantainya yang eksotis, adalah adanya batu-batu yang ukurannya besar. Sebut saja batu-batu yang berada di tepian Pantai Tanjung Tinggi ataupun di Pantai Bedaun yang juga mempunyai batu-batu khas pulau Bangka yang lebih besar ukurannya dari pantai-pantai lainnnya. Belum lagi dengan Pantai Batu Perahu di Toboali yang dilengkapi dengan susunan batu-batu granit berukuran besar plus keindahan pasir putih pantainya.


Nah, di negeri laskar pelangi ini juga ada sebuah batu yang tak kalah menariknya yaitu Batu Balai. Batu ini merupakan salah satu keajaiban alam di Bangka Barat, tepatnya di Kampung Balai, Kelurahan Tanjung, Muntok. Batu besar itu bertumpuk dua dan bagian paling atasnya menyerupai buritan sebuah perahu.

Layaknya perahu layar, bagian pinggir batu yang menyerupai buritan tersebut membekas laksana membentuk aluir-alur atau dikenal dengan istilah Polka (tempat pengikat terpal) dalam dunia perkapalan.Sebuah pohon besar tumbuh tepat di antara dua buah batu besar yang tersusun tersebut. Soal berapa umurnya pohon tersebut belum ada informasi yang dapat menjelaskannya. 

Kamis, 08 November 2012

Loyang Putri Pukes dan Kisah Putri yang menjadi Batu

Posted by Harry Prasetyo at 19.30 0 comments Links to this post

Ternyata tidak hanya Malin Kundang saja yang berubah jadi batu lantaran durhaka terhadap ibunya, nah di Aceh ada pula kejadian yang serupa. Adalah seorang Putri Pukes yang berubah menjadi batu karena perbuatan durhaka terhadap ibunya.

Keduanya durhaka dan berubah menjadi batu, sedikit pertanyaan terbesit mengapa mereka harus menjadi batu dan tidak menjadi hewan atau semacamnya? Susah juga mencari jawaban atas cerita rakyat tersebut, namun  yang pasti kedua cerita tersebut mempunyai nilai pembelajarannya sendiri, yaitu jangan lah sekali-sekali ingkar janji terhadap seorang ibu, hormati, hargai, sayangi, karena dia lah yang melahirkan kita, bukankah surga ada di bawah telapak kaki ibu? 

Legenda Putri Pukes 
Kembali kepada sang putri yang dikutuk oleh ibunya, putri itu menjadi batu karena menikah dengan pria asing dan tidak menuruti kata-kata dari sang ibu. Suatu hari dia dijodohkan dengan seorang pria yang berasal dari Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Aceh Tengah (sekarang Kabupaten Bener Meriah). Pernikahan pun dilaksanakan berdasarkan adat setempat.

Antara Belanda Kecil dan Batu Bara di Sawahlunto

Posted by Harry Prasetyo at 02.15 4 comments Links to this post

Anda yang tinggal di Sumatera Barat, tepatnya di Sawahlunto mungkin sudah tak asing lagi dengan arsitektural bangunan kota itu. Nah, bagi yang belum pernah ke Sawahlunto, mungkin bisa di lain waku datang kesana dan merasakan sensasi anda berada di sebuah kota yang disebut sebagai belanda kecil.

Mengapa Belanda kecil? Ya, karena banyak yang menyebutkan kota ini  terdapat bangunan-bangunan yang beraristektur seperti bangunan di negeri Belanda, salah satunya adalah Walikotanya sendiri. Seperti yang saya kutip dari situs berita travel, ia bilang hampir seluruh bangunan yang ada di Sawahlunto bergaya barat, seperti bangunan yang ada di Belanda. Suasana Belanda dipertahankan karena hingga pada 1990-an, masih ada ratusan warga keturunan Belanda yang tinggal di kota ini.
sumber foto: www.sawahluntokota.go.id

Selasa, 06 November 2012

Travel Agent Pertama di Batavia

Posted by Harry Prasetyo at 19.40 0 comments Links to this post

Bagi anda yang sering melakukan perjalanan atau katakanlah tour, pastilah nama-nama seperti  Aviatour, Panorama Tour, KAHA Tour atau yang lainnya sudah tidak asing lagi untuk Anda. Yup, nama-nama yang disebutkan itu merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang tak jauh dari urusan bagaimana caranya memudahkan seseorang untuk melakukan suatu perjalanan sekaligus memberikan pelayanan dan kemudahan akses seseorang untuk menuju tempat yang diinginkan.

Nah jauh sebelum perusahaan-perusahaan itu berdiri,  di Batavia atau sekarang yang kita kenal sebagai kota Jakarta ada sebuah travel agent yang bernama LISLIND atau NITOUR. Sepanjang penulis menemukan sumber terkait dengan hal itu, dapat dikatakan perusahan LISLIND atau NITOUR merupakan travel agent pertama yang berdiri di Batavia  pada awal abad  20, tepatnya pada tahun 1926.

Senin, 05 November 2012

Promosi Wisata Indonesia di Zaman Belanda

Posted by Harry Prasetyo at 19.55 0 comments Links to this post

Pernahkah Anda mendapatkan atau sengaja mengambil semacam Guide Book, pamflet atau brosur wisata yang berisikan informasi-informasi mengenai objek wisata pada saat berkunjung ke salah satu stand di ajang pameran wisata.

Jika pernah,  guide book atau brosur yang Anda pegang itu sejatinya merupakan salah satu cara untuk  mempromosikan tempat wisata kepada khayalak luas. Dan biasanya brosur, pamflet  seperti itu dikeluarkan oleh pihak-pihak atau dinas wisata terkait yang berada di wilayah administratif dimana objek wisata itu berada. 

Soal isinya itu tergantung, mungkin ada yang menjelaskan secara singkat perihal objek-objek wisata tersebut, mungkin juga ada yang menjelaskan secara detail objek wisata itu. Bahkan tak jarang Anda akan mendapatkan CD gratis wisata secara cuma-cuma tanpa harus mengeluarkan biaya. 

Tentu setelah mendapatkannya, Anda akan sedikit mendapat pencerahan bukan soal tempat wisata yang menarik dari suatu daerah tertentu?. Alih-alih setelah membaca dan tertarik, mungkin Anda pun akan berpikir lain kali saya harus singgah ke tempat wisata tersebut jika ada jeda waktu diantara sibuknya kerja. Brosur atau pamflet sebagai awal, mungkin selanjutnya jari Anda akan mengetikkan tuts keyboard sebagai upaya berselancar di dunia maya mencari informasi lebih lanjut dari objek wisata itu.

Minggu, 04 November 2012

Para Pioner Travel Agent Dunia

Posted by Harry Prasetyo at 20.30 0 comments Links to this post

Banyak orang melakukan perjalanan dari suatu kota ke kota lain, dari benua yang satu ke benua yang lain setelah permulaan abad ke XX yang ditandai dengan banyaknya kemajuan dalam bidang transportasi, baik darat, di laut dan di udara. 

Hal itu dimungkinkan karena adanya kemajuan yang sangat pesat dalam pembangunan akomodasi perhotelan dibeberapa kota penting, sehingga dapat lebih memudahkan bagi orang-orang untuk melakukan perjalanan wisata dengan motivasi apapun.
sumber foto:www.wikipedia.com
Thomas Cook
Thomas Cook yang dilahirkan tanggal 22 November 1818 di Derbyshire, inggris dianggap sebagai orang pertama yang menemukan profesi Travel Agent, sebagai salah satu usaha seperti yang kita kenal sekarang ini. Thomas Cook lahir John dan Elizabeth Cook yang tinggal sebuah di desa Melbourne, Derbyshire. Anak pertama pasangan itu, ia diangkat setelah ayah Elizabeth, Thomas Perkins, John Cook meninggal ketika Thomas adalah tiga tahun, dan ibunya menikah lagi kemudian pada tahun yang sama.

Jumat, 02 November 2012

4 Danau Berwarna di Indonesia

Posted by Harry Prasetyo at 00.37 7 comments Links to this post

Berbicara soal danau dengan warnanya yang tidak biasa, alias warna warni jadi teringat dengan danau yang berada di Afrika tepatnya di Senegal. Di negara itu ada sebuah danau yang memiliki warna unik. Yup, bukan pula warnanya itu bening, kebiruan atau yang lainnya melainkan berwarna pink.

Bener-benar ajaib namanya, sebuah danau berwarna pink layaknya sebuah susu rasa strawberry yang mungkin biasa anak kita minum. Bedanya jika susu warna pink itu enak dan bisa diminum, lain halnya dengan air pink di danau ini. Airnya tidak bisa diminum karena di danau tersebut banyak mengandung bakteri yang melimpah, pun dengan tingkat kadar garamnya yang teramat tinggi.

Danau Berwarna

Warna merah muda itu diproduksi oleh bakteri yang menyukai garam, yakni Dunaliella salina. Bakteri-bakteri itu menghasilkan pigmen merah yang menyerap dan menggunakan energi sinar matahari untuk menciptakan energi yang lebih untuk mengubah air menjadi merah muda

Selain di Senegal, danau dengan warna yang tidak biasa juga ada di sebuah taman nasional yang berada di Kroasia. Namun danau yang bernama Danau Plitvice ini tidak berwarna pink seperti di Senegal, tetapi berwarna  biru, hijau, biru, dan abu-abu. Danau ini pun mempunyai perubahan konsisten, tergantung pada jumlah mineral, deposito, atau organisme di setiap tubuh, atau bagaimana matahari menyinari air.

Nah, bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Menurut informasi yang ada, danau dengan warna yang unik dapat ditemui di empat tempat di Indonesia. Pertama ada Danau Linow, kedua ada danau yang namanya sudah mengharu biru, yang tak lain adalah Danau Tiga Warna Kalimutu, ketiga ada Danau Sidihoni dan yang terakhir ada Danau Tahai

 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos