Selasa, 31 Juli 2012

Masjid Pintu Seribu Tangerang

Posted by Harry Prasetyo at 21.06 1 comments Links to this post
Anda tahu bangunan Lawang Sewu yang berada di kota Semarang bukan?Yang konon katanya kenapa diberikan julukan lawang sewu karena jumlah pintunya mencapai seribu. Atau mungkin mengenal dengan Masjid Seribu Tiang di Jambi.Nah, di Tangerang tepatnya di Kampung Bayur, Priuk, Tangerang juga ada bangunan yang mempunyai seribu pintu, namanya Masjid Seribu Pintu

Cukup menarik juga karena jarang sekali ada sebuah masjid di Indonesia yang mempunyai pintu sebanyak seribu buah dan mungkin hanya masjid ini saja yang mempunyai pintu sebanyak itu. Berikut ini ada ulasan singkat masjid seribu pintu yang di dalamnya juga ada sebuah Al-Aquran berukuran besar.

Sejarah
Masjid yang berdiri di atas tanah seluas 1 hektar  ini didirikan sekitar tahun 1978.  Pendirinya adalah seorang warga keturunan Arab yang warga sekitar menyebutnya dengan sebutan  Al-Faqir. Al Faqir ini adalah salah satu santri dari Syekh Hami Abas Rawa Bokor yang memulai pembangunan masjid itu dengan membuat Majelis Ta’lim terlebih dahulu di daerah tersebut. Ia pun membangun masjid ini dengan merogoh koncek kantongnya dari sendiri.
       Warga sekitar pun untuk menghormatinya lantas memberikannya gelar Mahdi Hasan Al-Qudratillah Al Muqoddam. Al-Faqir ini kabarnya tidak membangun majis di Tangerang saja melainkan  juga membangun masjid serupa di Karawang, Madiun, dan beberapa kota lain di Indonesia.

Senin, 30 Juli 2012

Masjid Berasitektur Art Deco di Garut

Posted by Harry Prasetyo at 21.03 0 comments Links to this post
Sekilas mungkin orang tidak akan menyangka apa yang dilihatnya saat di kampung Cipari, Kecamatan Garut adalah sebuah Masjid. Ya, Masjid Cipari atau Masjiid A-Syuro ini memang berbeda dengan kebanyakan masjid lainnya di Indonesia. Pasalnya, bentuk bangunannya mirip dengan sebuah gereja. Selain itu masjid tertua di Garut ini pun mengadopsi gaya Art Deco yang tak lazim diadopsi oleh sebuah masjid.
Mungkin dari seluruh wilayah di Indonesia ini hanya Masjid Cipari dan Masjid Somobito di Mojowamo Mojokerto, Jawa Timur yang memiliki bentuk mirip gereja. Hanyalah kubah dan menaranya yang menjadi ciri yang nampak dari  bangunan tersebut merupakan masjid.

Menurut catatan sejarahnya , Masjid Cipari ini bukan hanya masjid yang digunakan untuk ritual ibadah saja, namun pernah menjadi markas perjuangan dan pusat pergerakan para ulama pejuang. Masjid inilah yang dipakai para ulama untuk melakukan musyawarah para pejuang kemerdekaan, bahkan  menjadi benteng pertahanan dari serangan luar.

Sejarah Perkembangan Masjid Cipari
Tahun 1895 pertama kali masjid ini dibangun di lingkungan pesantren Cipari. Namun  saat itu wujud masjid Cipari tidak seperti sekarang dan kondisinya masih sangat sederhana. Kemudian sepeninggal sang pendiri pesantren  KH Harmaen, pembangunan masjid kembali di lakukan di bawah pimpinan anaknya yaitu KH Yusuf Tauziri pada tahun 1933.  Pembangunan masjid itu juga di lakukan seiring dengan kemajuan pesat pesantren da bertambahnya jumlah pesantren.

Melihat-lihat Tiga Masjid Cheng Ho di Indonesia

Posted by Harry Prasetyo at 01.31 4 comments Links to this post
Tanpa panjang lebar lagi memperinci siapa Cheng Hoo itu sebenarnya, bagaimana sejarah perjalanannya dan hubungannya dengan Indonesia. Nah, di Indonesia ini setidaknya ada  tiga masjid yang menggunakan nama tokoh yang pernah masuk 14 daftar urutan orang terpenting dalam milenium terakhir menurut majalah Life ini.

1.Masjid Cheng Hoo di Jakabaring Palembang
Sebenarnya masjid ini bernama Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo. Memang masjid ini tidak didirikan atau bekas peninggalan Cheng Hoo,  melainkan didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumsel, dan serta tokoh masyarakat Tionghoa di sekitar Palembang.

Pembangunan masjid percampuran unsur Cina, melayu, dan nusantara diawali dengan peletakkan batu pertama 2003. Modal awal pembangunan masjid itu sekitar Rp 150 juta dari hasil kumpul-kumpul dengan kawan-kawan di PITI. Tanah tempat masjid berdiri merupakan hibah dari pemerintah daerah dan baru diresmikan pada 2006.
Masjid Cheng Hoo Palembang, sumber: www.bujangmasjid.blogspot.com
Masjid berlantai dua ini dapat menampung kurang lebih 600 jemaah. lantai pertama digunakan untuk jemaah laki-laki, sedangkan lantai kedua untuk jemaan wanita. Menara di kedua sisi masjid meniru klenteng-klenteng di Cina dengan cat merah dan hijau giok.

Kamis, 19 Juli 2012

Museum Marketing Pertama ada di Bali

Posted by Harry Prasetyo at 19.42 2 comments Links to this post
Museum ini berbeda dengan museum lainnya di Indonesia, bahkan di dunia. Ya, sebuah museum marketing pertama yang pernah ada. Pertama untuk museum dengan konsep dan koleksi-koleksi yang berbeda ,sama halnya dengan Museum Pegadaian yang ada di Sukabumi.

         Adalah Museum Marketing 3.0 di Jl Raya Ubud, Bali yang merupakan museum perwujudan dari buku Hermawan Kertajaya bersama Philip Kotler "Marketing 3.0: From Products to Customers to the Human Spirit".

Rabu, 18 Juli 2012

Belajar Ilmu Kesehatan di Museum Santet

Posted by Harry Prasetyo at 20.22 2 comments Links to this post
Museum ini jelas berbeda dengan Museum Ratusan Naskah seperti Museum Sri Baduga dan Museum Bengkulu.  Ya, melihat namanya saja sudah cukup membuat bulu kuduk merinding, museum santet sebutannya. Unik memang, jarang-jarang ada museum seperti ini di Indonesia. Santet seperti yang kita ketahui itu merupakan semacam istilah yang berkonotasi negatif. 

Misalkan ada seseorang yang terkena suatu penyakit yan tidak jelas apa penyakit yang menyebabkan, lantas dikatakan orang itu terkena santet atau guna-guna.Terlebih lagi apabila orang itu setelah dicek atau di rongent, eh didalamnya ada semacam benda yang tak jelas bagaimana benda itu bisa sampai di dalam tubuhnya. Pastilah orang itu terkena santet.
sumber: www.hifatlobrain.net

Kamis, 12 Juli 2012

Dari Taman sampai Museum, Kupu-kupu itu Berada

Posted by Harry Prasetyo at 00.14 0 comments Links to this post
Siapa yang tidak tahu kupu-kupu, dari anak kecil sampai orang dewasa pastilah tahu binatang terbang yang satu ini. Indah penampilannya ketika sayapnya terkepak, keanggunannya terkadang membuat mata kita ingin terus menatapnya tanpa henti, terlebih lagi apabila kupu-kupu itu dihiasi oleh banyak warana

           Nah, di dunia ini memiliki kurang lebih 20.000 species kupu-kupu dan Indonesia sendiri adalah negara kedua  yang mempunyai koleksi kupu-kupu terbanyak dengan sekitar 2500 jenis kupu-kupu setelah Brasil. Maka tak heranlah apabila di beberapa kota di negeri ini mempunyai museum atau taman yang isinya hanya kupu-kupu saja.

Sumber: www.museumindonesia.com
            Ingin bermain-main sekaligus menambah pengetahuan dengan berbagai jenis kupu-kupu , ada baiknya jika Anda singgah ke beberapa tempat di bawah ini. 

1. Museum Serangga dan Kupu-kupu
 Kupu-kupu dapat dijumpai di Museum Serangga dan Kupu-kupu di Taman Mini Indonesia Indah atau TMII di Jakarta. Memang tidak hanya koleksi kupu-kupu saja dapat kita jumpai melainkan juga ada koleksi serangganya. 

Namun, di Museum yang berdiri bertepatan  dengan ulang tahun TMII ke-18 yang jatuh pada tanggal 20 April 1993 ini, kita dapat melihat sekitar 250 spesies kupu-kupu yang dipamerkan dalam kotak kaca.
 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos