Selasa, 07 Juli 2015

3 Tips Liburan Murah ke Kota Yogyakarta

Posted by Harry Prasetyo at 21.42 0 comments Links to this post
Sumber foto: id.wikipedia.org

Berlibur ke suatu daerah tertentu di Indonesia tidak mesti mahal, termasuk juga ketika kita ingin berlibur ke Yogyakarta. Yogyakarta seperti yang kita ketahui merupakan kota yang mempunyai segudang destinasi wisata dan telah menjadi salah satu tempat tujuan wisata yang populer di Indonesia. Pergi berlibur ke kota itu dapat ditempuh beragam cara, baik itu yang konvensional/biasa atau dengan cara yang murah meriah. Nah, jika Anda memilih cara yang murah meriah, berikut ini ada tiga tips ringan liburan murah ke Yogyakarta.

Transportasi
Pergi ke Yogyakarta dengan murah hanya ada dua pilihan terbaik, yaitu naik bus atau kereta api. Soal harga keduanya tergantung dari jenis bus / kereta api, atau di kelas apa yang akan Anda pilih. jika Anda pergi ke Yogyakarta dengan menaiki kereta api eksekutif jelas akan lebih mahal dibandingkan dengan kelas ekonomi, begitu pula dengan bus.  Namun Jika Anda memilih untuk naik bis, kekurangannya adalah jarak tempuh akan lebih lama dibandingkan jika Anda naik kereta api sebab seperti yang diketahui kondisi jalan siapa yang tahu nantinya, apakah macet atau lancar.

Tetapi jika Anda ingin irit dalam buget, pilihan dapat dijatuhkan pada jenis atau kelas ekonomi baik itu bus maupun kereta api. Khusus untuk kereta api, untung di zaman sekarang kelas ekonomi tidak seperti dahulu, soal kenyamanan kereta api ekonomi kini jauh lebih nyaman. Atau jika ingin sedikit berpetualang, Anda dapat sambung menyambung menaiki jenis transportasi ke Yogyakarya. Misalnya dari Anda dari Jakarta menaiki kereta api kelas ekonomi ke Semarang, lalu dari kota Atlas itu anda dapat lanjut ke Yogyakarta dengan menaiki bus. Begitu pun sebaliknya, namun dengan resiko Anda akan berlama-lama di jalan.

Wisata Sejarah di Dua Hotel Bersejarah di Semarang

Posted by Harry Prasetyo at 21.27 0 comments Links to this post
Sumber foto: wikimapia.org

Jika Anda sedang di Semarang dan kebetulan suka dengan tempat bersejarah. Tak ada salahnya jika meluangkan waktu untuk berkunjung ke beberapa tempat bersejarah yang ada di kota ini. Berbicara soal historisitas, kota yang dijuluki sebagai kota atlas ini tidak hanya dikenal dengan kota tuanya saja melainkan juga beberapa bangunan kuno lainnya.

Sebut saja bangunan hotel Inna Dibya Puri dan Hotel Candi Baru. Dua hotel di semarang ini bisa dikatakan sudah berdiri sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Walaupun waktu telah mengikis guratan di setiap sudut bangunannya, namun keduanya sampai sekarang masih kokoh berdiri. Berikut dua hotel bersejarah di kota Semarang

Hotel Inna Dibya Puri
Semarang zaman dulu berbeda dengan sekarang. Dulu saat Indonesia masib bernama Hindia Belanda, di Semarang hanya ada dua hotel besar, yaitu Hotel Dibya Puri dan Hotel Jansen. Hotel Jansen sudah terkubur oleh waktu, sedang Hotel Dibya Puri masih berdiri sampai sekarang.  Hotel yang dibangun pada tahun 1847 ini dulunya merupakan  sebuah vila berlantai dua, yang kemudian disewakan sebagai losmen dan berubah kemudian menjadi hotel dengan nama Du Paviliun.

Hotel Inna Dibya Puri mengadopsi gaya arsitektur eropa klasik. Seperti nampak dari karakteristik beberapa bagian terlihat pilar-pilar besar yang berfungsi sebagai penyangga. Tentang keindahannya, R.A. Kartini pun pernah menuliskan soal hotel ini dalam Een Gouverneur Generalsdag. RA Kartini yang saat itu bersama saudaranya pergi ke Semarang menuliskan ketakjubannya waktu gapura kehormatan yang bermandikan lampu cahaya di Hotel Du Pavillon itu tampak. Pandangan itu membuatnya teringat pada dongengan yang ajaib.

Senin, 06 Juli 2015

Indonesia Urutan Keempat Wisatawan Pengguna Smartphone

Posted by Harry Prasetyo at 21.32 0 comments Links to this post





Indonesia menduduki urutan keempat sebagai negara dengan wisatawan paling banyak menggunakan  smartphone untuk mengorganisir perjalanan. Hal tersebut seperti dirilis dalam penelitian TripBarometer Connected Traveler yang dilaksanakan atas nama TripAdvisor oleh badan penelitian mandiri Ipsos dan melaporkan lebih dari 44.000 respon global dari wisatawan dan sektor perhotelan.

Dalam laporan penelitian tersebut diurutkan Indonesia dan Brazil memiliki jumlah wisatawan pengguna smartphone (connected traveler) terbanyak ketiga dan keempat dengan 59% dari negara-negara  yang disurvei TripBarometer, urutan pertama di tempati China dan kedua Thailand sebanyak 65%.

Wisatawan pengguna smartphone asal Thailand dan China memimpin tren, dengan 65% wisatawan Thailand dan responden Tiongkok diidentifikasikan sebagai Connected Traveler. Dan Indonesia (serta Brazil) memiliki jumlah connected traveler terbanyak kedua dengan 59% dari negara-negara  yang disurvei TripBarometer.

Thailand – 65%
China – 65%
Brazil – 59%
Indonesia – 59%
Malaysia- 53%
Spain – 52%
Italy – 49%
U.S. – 48%
India – 47%
Australia – 47%

Dalam penjelasan TripAdvisor, Connected Traveler adalah mereka yang pernah menggunakan ponsel cerdas untuk membuat perencanaan perjalanan atau melakukan pemesanan dan memberikan informasi mendalam mengenai kebiasaan dan perilaku mereka.

Wow! Kunjungan Wisman ke Indonesia Pada Mei 2015 Tumbuh 5,47%

Posted by Harry Prasetyo at 21.23 0 comments Links to this post


Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia  pada  Mei 2015 mencapai  793.499 wisman atau tumbuh 5,47% dibandingkan Mei tahun sebelumnya sebesar 752.363 wisman, sedangkan secara kumulatif Januari-Mei 2015 kunjungan wisman mencapai 3.842.669 wisman atau tumbuh 3,85% dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.700.047  wisman.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan,  dari kajian yang dilakukan APEC, UNWTO, maupun WTTC  pemberlakuan bebas visa memberi dampak pada pertumbuhan wisman rata-rata sebesar 18%. “Kita memproyeksikan akan terjadi penambahan  sebanyak 1 juta wisman per tahun, sehingga kita optimis target tahun ini sebesar 10,5 juta wisman akan terlampaui,” kata Menpar Arief Yahya.

Walaupun pertumbuhan wisman dalam lima bulan pertama (Januari-Mei) 2015  masih belum signifikan, diharapkan pada bulan berikutnya akan mengalami peningkatan seiring dengan tibanya hight season di pertengahan tahun ini serta  diberlakukannya fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK) 45 negara sesuai Perpres No. 69/2015 tanggal 10 Juni 2015.
 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos