Rabu, 30 Juli 2014

Tempat Wisata di Tegal

Posted by Harry Prasetyo at 22.11 0 comments Links to this post
foto: tegal-kota-bahari.blogspot.com
Sangat terjangkau dan strategis lokasi maupun letak dari kota yang dikenal sebagai kota bahari ini. Dari Jakarta anda tinggal menyusuri saja jalur Pantai Utara, Jawa, begitu pula apabila anda dari Semarang atau kota-kota lainnya.

Yup, itulah Tegal, salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah Indonesia. Posisinya yang strategis dan didukung dengan infrastruktur yang memadai menjadikan kota Tegal sebagai kota transit. Hal ini berdampak pada hidupnya usaha di bidang jasa pariwisata ditambah   bertaburnya objek wisata disana. Tak ayal, kota Tegal harus menjadi kota yang layak anda kunjungi.

Selasa, 29 Juli 2014

Tempat Wisata di Sumedang

Posted by Harry Prasetyo at 22.34 0 comments Links to this post

Sumedang tidak hanya dikenal dengan Tahu Sumedangnya saja Lho!, ternyata kota kecil yang diapit oleh dua kota besar, yaitu Bandung dan Cirebon adalah kota yang banyak  objek wisatanya, termasuk juga wisata alam dan budaya.

Berkunjung kesana tak lengkap rasanya apabila tak mampir ke alun-alun kota Sumedang. Mampirlah bersama keluarga anda untuk berjalan-jalan disana dan temui salah satu icon alun-alun itu yaitu  Lingga. Letak Lingga tak jauh  komplek perkantoran Pemda Sumedang.

Dari alun-alun jalan sedikit anda akan menemui Masjid Agung Sumedang. Masjid ini tergolong bersejarah karena dibangun ratusan tahun silam, namun bentuk dan arsitekturnya masih dipertahankan sampai sekarang.

Tempat Wisata di Tulungagung

Posted by Harry Prasetyo at 22.23 0 comments Links to this post
foto : fototulungagung.blogspot.com
Tulungangung dikenal dengan banyak pantai-pantai yang indahnya, jadi jika anda di sana yuk mampir kesana. Kabupaten yang terletak 154 km barat daya Kota Surabaya memang diuntungkan dengan letak geografis yang berada di tepi Samudera Hindia. Tak ayal, kabupaten penghasil marmer terbesar di Indonesia ini mempunyai banyak pantai yang menarik untuk dikunjungi.
Pantai pertama yang patut anda kunjungi adalah Pantai Popoh. Pantai ini letaknya di selatan kota Tulungagung dengan jarak  kurang lebih 28 km. Pantai Popoh dilengkapi dengan souvenir, permainan anak, penginapan, pasar ikan, wisata bahari, dan beberapa tempat yang asyik untuk memancing. Setiap bulan suro ( Muharam ) di pantai selalu diselenggarakan upacara “ Labuh Semboyo”. Jika anda ingin membeli aneka souvenir, di sepanjang perjalanan menuju Popoh terdapat kerajinan batu onix sebagai souvenir khas Tulungagung.
Ada lagi pantai dengan nama yang aneh, yaitu Pantai Coro. Pantai yang memiliki panjang 400 meter ini pasirnya berwarna putih. Selain itu daya tarik pantai ini keadaannya masih alami serta  gulungan ombak pantainya tidak terlalu besar. Karang-karang dan tumbuhan laut dapat dilihat dengan mata telanjang karena air lautnya sangat jernih.

Sabtu, 12 Juli 2014

Pintu Mekah Masjid Agung Buton

Posted by Harry Prasetyo at 09.39 0 comments Links to this post
Di beberapa wilayah Indonesia berdiri sebuah masjid yang mempunyai beberapa keunikan. Sebut saja Masjid Cipari di Garut dengan desain arsitektural yang tidak biasa, Masjid Pintu Seribu di Tangerang atau Masjid Turen di Malang. Kali ini ada kota Bau-bau, Sulawesi Tenggara ada sebuah masjid yang tak kalah unik namanya Masjig Agung Buton, konon katanya di dalam masjid ini terdapat pintu yang menuju Mekkah, penasaran?


Sejarah Masjid dan Arsitekturnya
Masjid Agung Buton juga dikenal sebagai Masjid Agung Wolio Buton merupakan peninggalan Kerajaan Islam Buton.  Didirikan pada tahun 1538 atau 948 H di dalam lingkungan Benteng Keraton Buton dengan nama pertama Masigi Ogena Wolio pada masa pemerintahan Sultan Buton ke-5 Raja Mulae.

Namun tidak lama berselang setelah dibangun, masjid ini terbakar akibat perang saudara yang terjadi di Kesultanan Buton dalam perebutan kekuasaan. Masjid kembali dibangun lagi pada tahun 1712 M dengan lokasi yang tidak begitu jauh dari tempat semula. Sejarah pembangunan kembali Masjid Buton menjadi tonggak perdamaian dalam perang saudara di Kesultanan Buton. Baru di  tahun 1930, di masa Sultan Hamidi (sultan ke-37), masjid ini untuk kali pertama direnovasi. Struktur asli bangunan tetap dipertahankan dan hanya mengganti sebagian rangka kayu, karena sudah lapuk dimakan usia. Sedangkan atap yang semula menggunakan atap rumbia diganti dengan seng.
 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos