Selasa, 19 Maret 2013

Nyepi yang tidak Sepi

Posted by Harry Prasetyo at 02.34 0 comments Links to this post

Denpasar hari itu berbeda dengan Denpasar pada hari biasanya. Tak ada lalu lalang kendaraan, tak ada aktivitas warga, Pantai Kuta yang biasanya disesaki oleh manusia nampak lenggang yang ada hanya suara debur ombak yang berkejaran. Siaran stasiun televisi dan radio pun tidak melakukan siaran selama 24 jam.

Benar-benar sepi, karena hari itu tepat di saat umat Hindu di Bali melakukan Catur Brata Penyepian, yakni tidak boleh menyalakan lampu (Amati Geni), tidak boleh bepergian (Amati Lelungan), tidak boleh bekerja (Amati Karya), dan tidak boleh bersenang-senang (Amati Lelanguan). Denpasar pun tak ayal  berubah drastis seperti halnya kota mati di saat perayaan Nyepi.

Namun di saat bersamaan nun jauh beratus kilometer dari pusat kota, ada pemandangan yang tidak biasa di sebuah perkampungan muslim di wilayah Jembrana, tepatnya di Desa Yeh Sumbul. Masyarakatnya pada saat perayaan nyepi malah tumpah ruah di jalanan. “Denpasar sepi tapi disini kayak pasar heheheh” celoteh salah satu warga di pinggiran jalan kepada penulis beberapa waktu yang lalu.

Rabu, 13 Maret 2013

Mari Singgahi 3 Restauran Jadul di Bandung

Posted by Harry Prasetyo at 00.13 0 comments Links to this post

Pada saat akhir pekan atau masa liburan, tak jarang warga ibukota berduyun-duyun datang ke kota kembang. Yup, tentu mereka datang dengan segudang rencana, mulai dari sekedar menghabiskan waktu bersama keluarga, berbelanja busana yang memang bandung adalah pusatnya fashion, atau berwisata kuliner.

Bagi Anda yang suka memanjakan lidah ada baiknya jika singgah ke tiga restauran di bawah ini. Apa pasal? Nah, ketiga restauran ini termasuk dalam restauran bersejarah lantaran umur berdirinya restauran itu mungkin lebih tua dari Anda. Sensasinya yang cukup terasa bukan? icip-icip sambil menikmati nuansa zaman dulu

1.Braga Permai
Di Restauran ini Anda dapat menikmati makanan yang dibuat dengan resep-resep peninggalan Belanda sambil menikmati suasana Bandung tempo dulu. Restauran ini  sudah berdiri sejak tahun 1918 dan berlokasi di hook sisi timur Simpang Bragaweg (Bahasa Belanda: Jalan Braga). Kemudian pada tahun 1923, restoran milik L. van Bogerijen ini pindah ke tengah-tengah Bragaweg, di lokasi Braga Permai saat ini. Dulunya bernama Maison Bogerijen seperti nama yang terpampang di atas bangunannnya. Dengan mengadopsi gaya arsitektural Eropa tradisional, bangunannya terbilang baru dan modern di masanya.
sumber foto:www.goindonesia.com 
 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos