Senin, 08 Oktober 2012

Masjid Unik di Turen, Malang


Beberapa masjid di Indonesia memang banyak yang memiliki keunikan, dari Masjid Pintu Seribu di  Tangerang, Masjid Seribu Tiang di Jambi, dan yang lainnya. Nah, sekarang di Malang ada Masjid unik yang berada di lingkungan Pesantren di Turen. Masjid ini biasa dikenal dengan Masjid Turen atau Masjid Tiban.

Masjid ini pernah membuat  heboh Malang pada tahun 2008. Pasalnya konon kabarnya masjid ini dibangun oleh tentara jin dalam waktu semalam. Secara tiba-tiba masjid itu ada di tengah-tengah masyakarat. Kabar ini pun menimbulkan euforia, masyarakat luar lantas berbondong-bondong pergi untuk melihatnya saat itu, bahkan sampai sekarang masjid itu kerap dikunjungi oleh masyarakat yang penasaran dengan keberadaan masjid tersebut.

Namun apakah benar masjid ini dibangun oleh tentara Jin? Memang sedikit sulit untuk diterima oleh akal sehat bahwa masjid ini dibangun tidak oleh tangan manusia mengingat di tengah-tengah arus zaman modernisasi atau eranya teknologi seperti sekarang kita berpikir secara rasional dan menganggap hal semacam ini hanya sebuah “hoax” belaka. Namun terkadang pula kita pun dapat memaklumkan bahwa hal atau pendapat yang berbau irasional seperti ini terkadang masih hidup di tengah-tengah pikiran masyrakat kita.


Nah, terlepas dari segala kehebohan itu, Masjid Turen memiliki segala macam kekayaan arsitektur, mulai dari kaligrafi, gaya desain bagunannya, dan yang lainnya.  Tak pelak masjid ini pantas menjadi salah satu masjid yang anda kunjungi jika berada di Malang, tepatnya di daerah Turen. Berikut ini penjelasan mengenai masjid unik Turen:

Sekilas Sejarah Masjid Turen
Dari beberapa keterangan yang ada disebutkan bahwa masjid ini merupakan bangunan Pondok Pesantren Syalafiyah Bihaaru Bahri’Asali Fadlaairil Rahmat yang didirikan pada tahun 1963 oleh KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Sholeh Al Mahbub Rahmat Alam yang biasa disapa dengan nama Romo Kiai Ahmad

Romo Kiai Ahmad mempunyai maksud mulia mendirikan pondok pesantren ini, yaitu untuk dikunjungi oleh semua orang, baik yang muslim maupun yang non-muslim. Jadi siapa pun boleh masuk ke pondok pesantren ini walau bukan umat islam sekalipun.

Pembangunan pondoknya sendiri hanya menggunakan material apa adanya dan minim budget. Contohnya, waktu itu hanya digunakan baru batu merah saja maka batu merah itulah yang dipasang dengan luluh (adonan) dari tanah liat (lumpur/ledok). Pembangunan masjid ini mulai dari bawah tanah, tepatnya di lantai tiga, ada tiang penyangga dari seluruh bangunan yang terbuat dari tanah liat. Satu tiang yang dibuat tanah liat itu yang menjadi roh atau kekuatan dari seluruh bangunan.

Nah selama proses pembangunan terus berlangsung, pada tahun 1978 mulai ada santri yang datang dan menetap di sana. Semakin banyak santri yang datang, pembangunan dan perluasan pondok pun dilakukan seadanya sampai tahun 1992. Selama beberapa tahun pembangunan sempat terhenti, namun sekitar tahun 1999 pembangunan masjid kembali bergairah. Pengerjaannya mengandalkan tenaga-tenaga para santri yang ada dengan dibantu oleh masyarakat.

Arsitektur dan Fasilitas Masjid
Bangunan ini berarsitektur ala Timur Tengah dengan hiasan-hiasan kaligrafi arab di tembok-temboknya dan setiap sudut bangunan. Bahkan di samping pos keamanan yang berwarna orange tepat berada di pintu masuk, di beberapa bagiannya ada tulisan kaligrafinya.

Ornamen kaligrafi-kaligrafi yang menghiasi  masjid ini sebagian besarnya dikerjakan sendiri oleh para santri dengan penuh kesabaran, ketelitian dan keihklasan. Hal ini penting dibutuhkan untuk menghasilkan karya kaligrafi yang indah, selain sebagai sarana untuk menambah keterampilan tambahan bagi para santri ponpes.

Pondok Pesantren dan masjid mencapai 10 lantai, untuk yang tingkat satu sampai tingkat empat digunakan sebagai tempat para santri pondokan, lantai enam digunakan sebagai ruang keluarga, lantai tujuh, lima dan delapan terdapat toko-toko kecil yang  bermacam-macam makanan ringan dan pakaian dan dikelola oleh para santri wanit. Dari satu lantai ke lantai yang lainnya fasilitas tangga telah disediakan , begitu pula dengan lift pun walau belum berfungsi sepenuhnya.

Di dalam ponpes juga tersedia kolam renang yang dilengkapi oleh perahu. Perahu ini dapat dinaiki oleh wisatawan anak-anak setelah meminta izin terlebih dahulu kepada santri yang ada di sekitar tempat itu. Tak hanya itu di dalam kompleks ponpes juga ada berbagai jenis binatang, ruangan aquarium, dan perpustakaan yang berisikan buku-buku tentang islam. Nah, jika merasa letih mengelana dari satu lantai ke lantai lainnya, tinggal istirahat di kursi istirahat yang telah disediakan. Kursi untuk istirahat itu dibuat dari kayu jati dengan bentuknya yang unik, dan dihiasi bagian atasnya dengan kaligrafi.

Lokasi Masjid
Untuk masuk ke masjid yang terletak di Jl. Wahid Hasyim, Gang Anyar Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini tidak dipungut biaya alias gratis. Masjid Turen ini jika ingin ditempuh dari  Malang, masjid berada sekitar 25 Km, dan jika ditempuh dari terminal Gadang dapat menggunakan minibus tujuan Turen. (berbagai sumber)

9 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  2. sebelum berkomentar, saya terkagum kagum dengan desain arsitektur yang sangat istimewa dan tiada duanya ini, desain arsitektur yang sulit dicerna akal sehat, desain yang jarang ditemui oleh bangunan2 besar yang sekiranya menghabiskan dana yang cukup bsr, tp dengan melihat keindahan dan keistimewaan masjid ini tidak hanya org lokal yang mengakumi keindahan pd psntren / masjid ini, melainkan wisatawan asing pun ikut terkagum dengan keindahan masjid ini,

    dan yang jadi pertanyaan siapa yang membangun masjid ini sehingga sangat cerdas sekali serta mungkinkah ini hasil karya jin semata?

    masjid ini didirakan oleh KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Sholeh, ia membangun masjid ini hasil dari istikharah sang pemilik pondok, istikharah merupakan shalat sunat untuk meminta pilihan serta jawaban dari kebimbangan/keraguan kepada allah swt, dimana jawaban yang diberikannya pun "wallahuallam" bisa saja beragam ragam, tetapi dilihat dari keinginan dari setiap keraguan sang pemilik masjid bisa jadi allah memerintah makluk2nya (jin) untuk membantu sang pemilik dalam mewujudkan keinginannya. seperti yang ditulis oleh hadist al quran:

    Saba' Ayat 13 yang berbunyi :

    Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yg dikehendakinya dari gedung-gedung yg tinggi & patung-patung & piring-piring yg (besarnya) seperti kolam & periuk yg tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yg berterima kasih.

    Golongan jin itu membuat untuk Nabi Sulaiman apa yang dia kehendaki dari bangunan-bangunan yang tinggi dan patung-patung dan pinggan-pinggan hidangan yang besar seperti kolam, serta periuk-periuk besar yang tetap di atas tukunya. (Setelah itu Kami perintahkan): Beramallah kamu wahai keluarga Daud untuk bersyukur! Dan sememangnya sedikit sekali di antara hamba-hambaKu yang bersyukur.


    mungkin bagi sebagian orang mengatakan bahwa hanya sulaimanlah seorang yang ilmunya spesial diberikan oleh allah,dapat berbicara dengan binatang dan mukjizat2 lainnya. tetapi ingat.."setiap pilihan memiliki suatu kelebihan yang tdk dimiliki banyak org" jadi apabila allah berkehendak "kun fa yakun" maka terjadilah. mudah2an komentar saya ini tidak kontroversial dan dapat diterima oleh banyak org dan menjadi bahan renungan.

    BalasHapus
  3. komentarnya sangat menarik sekali pak, terima kasihhh ehhehehee

    BalasHapus
  4. Subhanaallah...allahuakbar.....

    BalasHapus
  5. cuma ada di indonesia itu gan hehehehe

    BalasHapus
  6. memang hebat islam itu indah dah

    BalasHapus
  7. lihat saja gan mumpung liburan akhir tahun hehehhee

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...