Selasa, 19 Juni 2012

Yuk, Lihat Al Quran Terbesar di Indonesia

Posted by Harry Prasetyo at 00.59
Siapa yang tidak tahu dengan pempek Palembang, ya pasti semuanya sudah familiar dengan makanan yang satu ini. Ada yang berbentuk bundar, lonjong atau yang lainnya, nikmat rasanya apabila disajikan dengan bumbu yang sedikit pedas dan pempeknya yang lumayan panas. Jika anda berada di kota ini, rasanya berdosa apabila tidak melahapnya.
Namun bagaimana jika anda ingin melihat Al Quran yang bentuknya jauh dari ukuran normal Al Quran pada umumnya yang ukuran perlembarnya mencapai 2 x 1,2 meter dan memiliki tinggi 9 meter berukuran 177 x 144 x 2,5 cm? Nah, di Palembang jualah Al Quran itu berada.
            Adalah Al Quran Al-Akbar namanya, yang di klaim sebagai Al Quran pahat terbesar di dunia. Tak tanggung-tanggung besarnya Al quran sebesar biaya pembuatannya yang menelan biaya sampai Rp 2 miliar ini.  Al quran ini memang berbeda karena berbahan 315 lembar kayu Tembesu dan berjumlah 630 halaman, lengkap dengan 30 juz ayat suci Al Quran
foto: www.wowkeren.com
Tujuan dibuatnya Al Quran ini pun mulia  karena untuk  untuk meningkatkan minat baca Al Quran sekaligus melestarikan seni ukir Palembang. Rencananya, Al Quran ini nantinya akan diletakkan di Museum Mushaf Alquran Al-Akbar yang masih dalam tahap pembangunan.
Sebenarnya Ide pembuatannya sudah ada sejak Ramadan tahun 2002 akan tetapi baru selesai pada tahun 2007. Setelah selesai, Al Quran ini pertama kali diletakkan di Masjid Agung Palembang, kemudian dipindahkan ke pesantren Al-Ihsaniyah, Kecamatan Gandus, Palembang.
AL Quran ini merupakan suatu karya fenomenal tak diupungkiri, lantaran Delegasi negara Islam peserta Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC) Conference ke-7, yaitu Lebanon, Libya, Iran, Malaysia, Sudan, Uganda dan Irak mengutarakan kekagumannya terhadap Al Quran Al Akbar yang merupakan karya ukiran bernilai seni agama. Tak hanya itu, mereka menilai Al Quran Akbar  yang dipamerkan di Pondok Pesantren Modern IGM Al Ihsaniyah Gandus Palembang di Jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, Gandus ini merupakan karya terbaik dan terbesar di dunia.
Delegasi negara Islam asal Baghdad, Irak, Sulaiman mengatakan, dirinya sangat antusias melihat langsung hasil karya ukiran Al Quran Al Akbar.  Sama halnya diungkapkan delagasi negara Islam asal Nigeria, Sade Umar Abu Bakar.  Dikatakannya, karya Alquran Al Akbar ini merupakan salah satu hasil karya yang sangat luar biasa dan patut menjadi sejarah Islam. Alquran Al Akbar ini merupakan satu-satunya yang ada di dunia.
Selain di Palembang, Al Quran ukuran raksasa juga bisa ditemukan di  Makassar tepatnya di  Masjid Raya Makassar. Sejak 25 Agustus 2009  Al Quran itu mulai dipajang  dan menjadi daya tarik bagi warga untuk datang ke masjid. Jika masuk dari pintu utama Masjid Raya, maka mata langsung tertuju pada Al-Quran raksasa dengan ukuran 1x1,5 meter itu.
foto: www.jalanjalanyuk.com
          Al Quran yang isinya 30 juz dengan 6.666 ayat, sama persis dengan Al-Quran asli tersebut merupakan pemberian dari pendiri perusahaan Bosowa yang dipesan di sebuah pesantren milik Yayasan l Asy'ariyah, Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah. Untuk pembuatan Al Quran tersebut butuh waktu satu tahun, Sementara untuk mejanya dibutuhkan waktu tujuh bulan untuk mengeringan kayu jatinya agar bisa bertahan ratusan tahun tidak dimakan rayap.
Ada pula Al Quran berukuran di Jumbo di Parung, Bogor, di Pondok Pesantren Al-Ashriyah Nurul Iman tepatnya. Al Quran ini memiliki panjangnya mencapai 2 meter dan lebarnya 2,8 meter. Yang unik dari Al Quran ini adalah bahannya bukan terbuat dari kertas, melainkan terbuat dari pelepah pohon pisang dan  Isinya pun lengkap seperti ukuran Al-Qur'an pada umumnya, yaitu 30 juz, 114 surat dan 6.666 ayat.
Kendati berada di Indonesia, tetapi Al-Qur’an yang ditulis tangan yang berada di Ponpes ini ternyata berasal dari Moro Filipina. Pengiriman Al Quran ke ponpes ini dalam rangka hibah.  Wujudnya pun masih berupa lembaran dan tersimpan di dalam Masjid Thoha yang berada di dalam Ponpes Al-Ashriyah Nurul Iman. (berbagai sumber)
foto: www.mataduniaonline.blogspot.com



3 comments:

 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos