Senin, 11 Juni 2012

Melongok Vila Terapung di Lombok

Posted by Harry Prasetyo at 02.13
Vila yang berada di pegunungan, perbukitan, atau di dekat pantai mungkin sudah biasa bagi anda. Namun bagaimana dengan villa yang adanya di tengah-tengah permukaan laut, nah ini yang berbeda dengan villa  lain kebanyakan.
Adalah Floating Vila atau Nirvana Rumah Air yang berada di pulau Lombok bagian selatan tepatnya di Teluk Medang, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Bukan sembarang vila karena konon katanya  vila ini merupakan satu-satunya vila yang menggunakan konsep seperti ini. 

foto: www.andinewsonline.blogspot.com
Menurut pengurusnya, ide yang dibuatnya ini terbilang cukup sederhana yaitu  ingin membangun rumah di tengah laut. Bukan konsep baru karena sebenarnya sudah banyak  di Thailand. Namun di negara gajah putih itu, bukanlah villa atau tempat peninapan yang mengapung melainkan lebih mendekati rumah perahu.
Nah, di Lombok ini berbeda karena lebih merupakan rumah terapung di tengah laut, bukan perahu yang dijadikan rumah. Rumah terapung Lombok, konsep dasarnya meniru bagan --tenda dari bambu di tengah laut yang dijadikan tempat menangkap ikan oleh nelayan. Bagan bertebaran di perairan Sekotong.
Di atas bagan, ada rumah kecil dari gedek untuk berteduh. Bila malam tiba, nelayan pemilik bagan naik ke atas bagan untuk menangkap ikan. Jika matahari terbit, nelayan pun turun untuk menjual hasil tangkapannya.
Lantas bagaimana awal membangun vila terapung ini? pertama kalinya vila dibangun  dari kayu raju mas dengan ukuran 8 x 8 meter. Bangunan kayu dengan atap alang-alang, dibangun di atas rakit berukuran 12 x 12 meter. Rakit terbuat dari bambu. Di bawah rakit terpasang 15 drum. Ke-15 drum tidak terlihat karena berada di bawah air, menyangga rakit.
Seperti layaknya perahu, vila pun terasa mengambang. Posisinya kira-kira 200 meter dari pantai dan Vila sengaja ditaruh menghadap ke barat agar dapat menikmati indahnya matahari tenggelam. Agar vila tidak kemana-mana alias terbawa arus laut, maka dipasangi jangkar yang berjumlah  tiga buah, satu di depan, dua di belakang. Di samping itu, tak merusak terumbu karang dan lingkungan laut yang ada di sana,
Dengan ukuran 8 x 8 meter, praktis ada satu kamar tidur, satu ruang tamu dan satu kamar mandi. Di luar juga ada tempat -- sejenis teras -- untuk berjemur. Sebagaimana layaknya vila atau hotel, di sana juga telah disediakan kulkas kecil lengkap dengan minumannya, TV dan tape recorder.
Tapi tanpa AC, nah kenapa bisa? karena apa perlunya ac apabila angin laut bisa masuk dengan leluasa ke dalam vila yang dilengkapi listrik dan air tawar ini. Hanya alat masak-memasak yang tidak ada karena semuanya terbuat dari kayu, maka sengaja disini tidak disediakan akan alat masak-memasak untuk menghindari terjadinya kebakaran..
 Dilihat secara geografis, Nirvana Rumah Air ini berada di teluk yang nyaris tidak bergelombang. Kondisi laut yang seperti itu, memungkinkan vila itu aman dari gelombang pasang sepanjang tahun. Kalau pun bergelombang, hanyalah ngalu --mengempas ke sana-ke mari, tetapi tidak ganas. Amannya daerah itu karena Teluk Medang ''dilindungi'' tiga gili yaitu Gili Nanggu, Tangkong dan Gili Sudak.
Jikalau terjadi sesuatu, konstruksi vila memungkinkan vila itu digeser ataupun ditarik sebagaimana rakit atau bagan milik nelayan. Maksudnya agar mudah dipindah-pindah sesuai tempat yang diinginkan. Tinggal lepas jangkarnya, lalu ditarik ke tempat yang diinginkan
Selain tiga gili tersebut ''melindungi'' villa dari gelombang, gili itu juga bisa dijadikan tempat rekreasi bagi wisatawan yang menginap di vila terapung. Selain itu, satu di antara tiga gili itu yaitu Gili Nanggu, telah memiliki restoran dan penginapan. Yang juga menguntungkan, ada banyak taket di sekitar Teluk Medang. Ada yang namanya Taket Kembar dan taket-taket lainnya. Bila air laut surut, taket itu akan kelihatan putih bersih,  biota lautnya pun akan terlihat indah.
Nah, bagi anda yang ingin berbulan madu atau menikmati liburan berduaan dengan pasangan hidup anda. Vila yang berada diatas air ini sangat cocok bagi anda yang ingin terus berduaan sepanjang hari.  Belum lagi ditambah suasana yang sepi dan bangunan vila yang menarik akan menimbulkan suasana romantis. (berbagai sumber)

0 comments:

 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos