Selasa, 08 Mei 2012

Asu VS Landak, jadilah Pantai Sundak!

Posted by Harry Prasetyo at 22.01
Hmmmm, tanpa dinyana akibat pertarungan sengit antara dua binattang yang berbeda jenis itu melahirkan  nama bagi sebuah Pantai di Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta.  Adalah Pantai Sundak yang diambil dari perpaduan antara nama binatang asu atau anjing dengan landak.
            Tadinya pantai itu namanya bukan pantai sundak, melainkan pantai Wedibedah atau pasir yang terbelah. Akan tetapi nama itu berubah lantaran ada suatau peristiwa yang terjadinya di sekitar tahun 1976. Menurut cerita yang ada ada seekor anjing sedang berlarian di daerah pantai dan memasuki gua karang di suatu siang.
sumber foto: www.mlancong.com
Di gua, asu itu bertemu dengan seekor landak laut, nah asu yang sedang keroncongan perutnya apa saja yang dianggapnya enak pasti ingin dilahapnya. Begitu juga dengan hadirnya landak laut di depan matanya, air liur asu itu pun ngeces. Diseranglah itu landak laut, tak pelak terjadi perkelahian sengit yang akhirnya dimenangkan oleh si anjing yang berhasil memakan setengah tubuh landak laut. Kasihan si landak yang meregang nyawa lantaran tubuhnya berhasil dimakan oleh asu itu.
 Selang tak beberapa lama  perbuatan si anjing itu diketahui oleh pemiliknya, bernama Arjasangku, yang melihat setengah tubuh landak laut di mulut anjing. Mengecek ke dalam gua, ternyata pemilik menemukan setengah tubuh landak laut yang tersisa. Nah, sejak itu nama Wedibedah berubah menjadi Sundak yang singkatan dari nama asu (anjing) dan landak.
Eh, tanpa dikira perkelahian itu ternyata membawa berkah tersendiri bagi penduduk setempat. Setelah selama puluhan tahun desa itu kekurangan air, akhirnya penduduk menemukan mata air. Bagaimana bisa? awalnya, si pemilik anjing heran karena anjingnya keluar gua dengan badan yang basah kuyup. Perkiraannya, di gua tersebut terdapat air dan anjingnya itu sempat tercebur ketika mengejar landak. Usut punya usut setelah beberapa warga mencoba menyelidikinya ternyata perkiraan tersebut benar.
Jadilah kini air dalam gua dimanfaatkan untuk keperluan hidup penduduk. Dari dalam gu sekarang dipasang pipa untuk menghubungkan dengan penduduk. Temuan mata air ini mengobati kekecewaan penduduk karena sumur yang dibangun sebelumnya tergenang air. (berbagai sumber)

1 comments:

 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos