Minggu, 08 April 2012

Legenda, Misteri dan Mitos Curug Penganten Bandung

Ngomong-ngomong  soal air terjun, Nusantara ini memang kaya dengan banyaknya air terjun yang tersebar di wilayah-wilayah pelosok negeri dengan beragam nama, asal-usul, mitos, ketinggian dan yang lainnya.

Anda yang berada di  Jakarta dan ingin menikmati keindahan Air Terjun, ada baiknya berkunjung sesekali ke wilayah Bandung. Pasalnya, di kota kembang ini  terdapat beberapa curug / air terjun yang cocok sekali sebagai tempat wisata yang untuk mengisi liburan. Salah sdatu air terjun itu adalah Curug Penganten yang berlokasi di Desa Patakaharja Kabupaten Ciamis, Bandung.

Setali tiga keping dengan Air Terjun Hargomulyo Ngrambe, air terjun di Bandung  ini memiliki kemiripan dengan curug di wilayah Purwokerto itu, lantaran air terjun ini memiliki sungai yang airnya mengalir dari dua buah curug yang letaknya saling berhadapan.
            Ikhwal kenapa sampai air terjun ini dinamakan demikian, kabar legenda menyebutkan pada zaman dulu ada suatu peristiwa yang cukup mengenaskan dari sepasang pengantin yang berlayar di sungai ini. Pada saat pengantin itu berlayar, mereka bercanda-canda sehingga membuat perahu yang mereka tumpangi hilang kendali dan terbalik, mereka pun terjatuh dari perahunya. Alhasil karena saat itu arus sungainya lagi deras-derasnya, maka pengantin tersebut terbawa arus, dan konon katanya lagi jasad dari sepasang pegantin tersebut tak diketemukan setelah masyarakat mencarinya.

            Ya terlepas dari kabar legenda itu, air di sungai Curug Panganten ini masih jernih dan lingkungan sekitarpun masih sangat asri serta udara yang sejuk. nah, jika Anda mau kesana jarak yang harus ditempuh dari jalan utama itu sekitar 400 m dan jalan masuknya tepat berada di sisi Jembatan Sungai Citanduy yang terletak di Kawasan Wisata Sejarah Karangkamulyan.  

Akses jalan kendaraan menuju Curug Panganten harus terhenti pada jarak 50 meter. Selanjutnya, perjalanan dapat disambung dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak. Oh iya, jangan lupa siap sedia dengan perbekalan makanan dan minuman sendiri karena di tempat wisata alam ini jarang pedagang yang menjajakan makanan untuk kebutuhan kita nanti bila ke Curug Panganten.

Yah namanya juga juga air terjun,  pastilah ada beberapa misteri yang akan dikisahkannya kepada kita. Di Curug Panganten ini suka terdengar suara gamelan, para penduduk sekitar yang bermukim di dekat Curug Panganten sudah tidak asing lagi dengan suara gamelan tersebut karena sudah sering terdengar oleh mereka. Di salah satu batu besar yang ada di Curug Panganten selalu terdengar nyaring suara gamelan setiap malam jumat kliwon. Bahkan bukan suaranya saja yang terdengar tapi gamelannyapun pun dapat dilihat.

Di dekatnya Curug Panganten terdapat sebuah batu yang bernama Batu Bedil atau senapan. Bentuknya  sudah jelas menyerupai sebuah  Bedil. Mitos yang beredar di masyarakat setempat tentang Batu Bedil ini adalah jika suatu saat nanti saat terjadinya kiamat, Batu Bedil ini akan meledak dan menembak kawasan beberapa dusun yang ada di Desa Patakaharja, ya terserah Anda mau mempercayainya atau tidak. (berbagai sumber)

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...