Wisataohhwisata - Film epik The Odyssey karya Christopher Nolan tidak hanya membawa penonton kembali menyelami kisah mitologi Yunani, tetapi juga mulai memberikan dampak terhadap tren perjalanan wisata. Salah satu destinasi yang ikut mendapatkan perhatian besar adalah Troy, kota legendaris yang menjadi bagian penting dalam kisah Perang Troya.
Berdasarkan analisis aplikasi pembelajaran Nibble, minat pencarian Google untuk melakukan perjalanan ke Troy melonjak hingga 3.421 persen setelah film The Odyssey dirilis pada 17 Juli 2026. Tidak hanya itu, pencarian dengan kata kunci “flights to Troy” atau penerbangan ke Troy juga meningkat hingga 966 persen.
Lonjakan tersebut menunjukkan semakin banyak penonton yang penasaran apakah Troy yang selama ini dikenal melalui karya Homer benar-benar pernah ada. Jawabannya adalah ya. Namun, wisatawan tidak akan menemukan sebuah kota megah lengkap dengan istana dan tembok seperti yang digambarkan dalam kisah epik.
Situs kuno Troy saat ini berada dalam kondisi reruntuhan dan telah menjadi situs Warisan Dunia UNESCO. Lokasinya berada di pesisir Aegea barat laut Turki, sekitar 35 menit perjalanan dari Kota Çanakkale.
Troy Nyata, tetapi Sudah Menjadi Situs Arkeologi
Menurut Dr. Hannah Platts, konsultan sejarah dan arkeologi kuno untuk Nibble, Troy telah dihuni selama lebih dari 4.000 tahun, mulai dari Zaman Perunggu Awal hingga kehancurannya akibat gempa bumi sekitar 500 Masehi.
Kota tersebut juga mengalami pembangunan kembali setidaknya sembilan kali. Setiap kota baru dibangun di atas reruntuhan kota sebelumnya. Kondisi ini membuat situs Troy saat ini memiliki sejumlah lapisan arkeologi yang menyimpan jejak kehidupan dari berbagai periode.
“Troy yang terdapat dalam epik Homer terkubur di antara lapisan-lapisan arkeologi yang membentuk situs tersebut saat ini,” jelas Platts dalam analisis Nibble.
Pengunjung yang datang ke situs tersebut memang tidak akan disambut istana megah atau benteng kota seperti dalam gambaran Troy di film dan cerita mitologi. Sebaliknya, wisatawan dapat melihat sisa-sisa tembok batu, gerbang kota, fondasi bangunan, serta berbagai artefak sehari-hari seperti tembikar.
Justru lapisan sejarah tersebut yang membuat Troy memiliki daya tarik tersendiri. Situs ini menawarkan kesempatan bagi wisatawan untuk melihat secara langsung lokasi yang telah menjadi bagian dari salah satu kisah epik paling terkenal dalam sejarah sastra dunia.
Troy Jadi Destinasi Wisata Sejarah
Situs arkeologi Troy biasanya dikombinasikan dengan perjalanan ke Çanakkale, kota tepi laut yang berada di dekat Selat Dardanelles. Wisatawan juga dapat menjelajahi kawasan pesisir Aegea Turki atau melanjutkan perjalanan menuju Ephesus, salah satu kota kuno dengan peninggalan arkeologi yang masih sangat terawat.
Bagi wisatawan yang ingin memperluas perjalanan bertema mitologi Yunani, Athena dan Acropolis juga dapat menjadi pilihan. Selain itu, Pulau Ithaca yang dalam legenda dikenal sebagai rumah Odysseus juga dapat dimasukkan dalam rencana perjalanan.
Popularitas The Odyssey bahkan mulai dimanfaatkan industri pariwisata. Sejumlah operator tur dan perusahaan perjalanan mewah menawarkan pengalaman bertema Homer dan Odysseus, mulai dari tur arkeologi kelompok kecil hingga perjalanan Mediterania yang dirancang mengikuti rute perjalanan sang tokoh dalam mitologi Yunani.
Salah satunya adalah perusahaan perjalanan mewah Pelorus Travel yang menawarkan pengalaman bertajuk The Odyssey Experience. Perjalanan menggunakan kapal yacht pribadi tersebut mengambil inspirasi dari perjalanan Odysseus, dimulai dari reruntuhan Troy dan berlanjut ke sejumlah destinasi seperti Sisilia, Malta, Amalfi Coast, hingga Ithaca.
Perjalanan tersebut juga melibatkan sejarawan, arkeolog, dan pakar lainnya untuk memberikan konteks sejarah kepada para wisatawan.
Fenomena meningkatnya minat terhadap Troy menunjukkan bagaimana film dapat memberikan pengaruh terhadap pilihan destinasi wisata. Ketika sebuah lokasi sejarah atau budaya mendapatkan sorotan besar dalam film populer, rasa penasaran penonton dapat berkembang menjadi keinginan untuk mengunjungi lokasi tersebut secara langsung.
Dalam kasus The Odyssey, popularitas film tersebut membawa kembali perhatian global kepada Troy, sebuah situs yang selama ribuan tahun telah berada di antara sejarah, arkeologi, dan mitologi.
Wisatawan memang tidak akan menemukan kuda Troya raksasa yang menunggu di gerbang kota. Namun, mereka dapat melihat langsung tempat yang diyakini menjadi lokasi Troy kuno dan menyaksikan lapisan peninggalan yang menghubungkan dunia modern dengan kisah epik yang telah bertahan selama ribuan tahun.
.jpg)