Wisataohhwisata - Perjalanan menggunakan pesawat tak hanya soal memilih kursi yang nyaman atau menyiapkan hiburan selama penerbangan. Apa yang dikonsumsi selama berada di dalam kabin juga bisa memengaruhi kondisi tubuh ketika tiba di tujuan. Sejumlah makanan dan minuman tertentu bahkan berpotensi membuat tubuh lebih mudah lelah, kembung, haus, hingga sulit tidur.
Menurut ahli nutrisi terdaftar Kezia Joy, yang merupakan penasihat medis di platform kesehatan Welzo, kondisi kabin pesawat yang kering menjadi salah satu faktor yang dapat memicu masalah selama penerbangan. Udara di dalam kabin jauh lebih kering dibandingkan udara di darat sehingga tubuh lebih mudah kehilangan cairan.
Dehidrasi selama penerbangan dapat memicu sejumlah keluhan seperti sakit kepala, mata kering, tubuh terasa lelah, hingga sulit berkonsentrasi. Perubahan tekanan kabin juga dapat memengaruhi sistem pencernaan dan meningkatkan produksi gas sehingga perut terasa lebih penuh atau kembung.
Hindari Makanan Berlemak dan Camilan Asin
Salah satu jenis makanan yang disarankan untuk tidak terlalu sering dikonsumsi selama penerbangan adalah makanan tinggi lemak. Makanan seperti ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga dapat membuat perut terasa berat dan tidak nyaman, terutama ketika tubuh harus duduk dalam waktu lama.
Camilan asin seperti pretzel dan makanan ringan sejenis juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan garam yang tinggi dapat meningkatkan rasa haus, sementara udara kabin yang kering membuat kebutuhan cairan tubuh semakin penting.
Selain itu, camilan yang tinggi karbohidrat tetapi minim protein dan serat cenderung hanya memberikan rasa kenyang sementara. Setelah beberapa waktu, rasa lapar bisa kembali muncul dan energi pun berpotensi menurun.
Bagi penumpang yang ingin menikmati minuman selama penerbangan, alkohol sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena dapat memperburuk kondisi dehidrasi. Konsumsi kafein secara berlebihan juga dapat membuat tubuh lebih sulit rileks.
Keduanya juga berpotensi mengganggu kualitas tidur. Hal ini tentu menjadi masalah bagi penumpang yang menjalani penerbangan jarak jauh dan ingin memanfaatkan waktu di pesawat untuk beristirahat.
Pilih Camilan dengan Protein dan Serat
Sebagai gantinya, Joy menyarankan penumpang memilih makanan yang mengandung protein, lemak sehat, dan serat. Beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan antara lain buah segar, potongan sayuran, telur rebus, roti gandum, kacang arab panggang, dan kacang-kacangan.
Kombinasi tersebut membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil sehingga tubuh tidak mudah mengalami penurunan energi secara drastis setelah makan.
Penumpang juga tidak harus selalu membawa bekal sendiri. Menu makanan di pesawat bisa menjadi pilihan selama memilih kombinasi yang lebih seimbang. Ayam dengan pasta atau nasi, misalnya, dapat memberikan asupan protein sekaligus karbohidrat yang dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi.
Jangan Lupa Minum Air
Selain memperhatikan makanan, cukup minum air putih menjadi hal penting selama penerbangan. Kurangnya asupan cairan merupakan salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan penumpang.
Dengan mengurangi makanan tinggi lemak dan garam, membatasi alkohol serta kafein, kemudian memilih makanan dengan protein dan serat serta menjaga asupan air, tubuh diharapkan tetap lebih nyaman selama perjalanan hingga tiba di destinasi.
