Wisataohhwsiata - Bepergian ke berbagai destinasi ternyata tidak hanya soal menyiapkan tiket, paspor, koper, dan itinerary. Di sejumlah negara, perjalanan juga masih diwarnai berbagai takhayul dan tradisi unik yang dipercaya dapat membawa keberuntungan sekaligus menjauhkan seseorang dari kesialan.
Kepercayaan tersebut diwariskan dari generasi ke generasi dan memiliki latar belakang budaya yang berbeda-beda. Mulai dari memasukkan satu siung bawang putih ke dalam koper hingga menyiramkan air ke belakang orang yang hendak bepergian, berikut tujuh takhayul perjalanan dari berbagai negara yang menarik untuk diketahui.
1. Menyimpan bawang putih di dalam koper
Di kawasan Balkan, bawang putih telah lama dipercaya sebagai benda yang memiliki kekuatan perlindungan dari energi negatif dan evil eye atau tatapan jahat.
Karena itu, sebagian orang memasukkan satu siung bawang putih ke dalam koper sebelum bepergian. Tradisi ini dipercaya dapat membantu melindungi perjalanan dari kesialan, hambatan, atau kejadian buruk.
Bahkan, jika perjalanan melewati pemeriksaan perbatasan dengan lancar tanpa masalah, secara tradisional keberhasilan tersebut bisa saja dianggap sebagai "jasa" bawang putih yang tersimpan di dalam koper.
2. Menyentuh badan pesawat sebelum naik
Bagi sebagian orang, menyentuh atau mengetuk bagian luar pesawat sebelum naik menjadi ritual kecil untuk mendapatkan ketenangan sekaligus keberuntungan.
Kebiasaan ini juga dapat dikaitkan dengan rasa takut terbang. Menyentuh pesawat dianggap sebagai bentuk interaksi sederhana antara manusia dan mesin sehingga memberikan perasaan lebih terkendali kepada penumpang yang merasa cemas.
Ada pula dugaan bahwa tradisi tersebut memiliki kaitan dengan kebiasaan personel militer yang menyentuh pesawat sebelum penerbangan, khususnya pada masa konflik.
3. Naik pesawat dengan kaki kanan terlebih dahulu
Memulai perjalanan dengan kaki kanan dipercaya dapat membawa energi positif. Tradisi ini memiliki akar dari berbagai kepercayaan kuno dan kebiasaan masyarakat maritim.
Melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu saat memasuki pesawat dianggap sebagai cara untuk benar-benar memulai perjalanan "dengan langkah yang benar".
Bagi sebagian pelancong, ritual sederhana tersebut juga menjadi momen untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan menenangkan diri sebelum penerbangan.
4. Menyiramkan air setelah seseorang berangkat
Tradisi unik lainnya dapat ditemukan di sejumlah wilayah Timur Tengah dan Balkan. Ketika seseorang hendak pergi, air disiramkan ke belakang orang tersebut atau kendaraan yang digunakannya.
Bentuknya pun beragam. Ada yang hanya memercikkan sedikit air, tetapi ada pula yang menggunakan satu kendi atau bahkan seember air.
Air dipercaya melambangkan perjalanan yang lancar dan keberuntungan. Tradisi ini juga menjadi semacam doa simbolis agar orang yang pergi dapat melakukan perjalanan dengan aman dan kembali dengan selamat.
5. Menghindari angka 4, 13, dan 17
Angka ternyata juga memiliki tempat khusus dalam berbagai takhayul perjalanan.
Di banyak negara Barat, angka 13 dikenal sebagai angka yang dianggap membawa kesialan. Kepercayaan ini bahkan membuat angka tersebut terkadang tidak digunakan untuk nomor kamar hotel atau lantai bangunan.
Sementara itu, di China, angka 4 dihindari karena pelafalannya dalam bahasa Mandarin terdengar sangat mirip dengan kata yang berarti "kematian".
Berbeda lagi di Italia, angka 17 dianggap membawa kesialan. Dalam angka Romawi, 17 ditulis sebagai XVII. Susunan huruf tersebut dapat diubah menjadi VIXI, istilah Latin yang bermakna "saya telah hidup" dan dikaitkan dengan kematian.
6. Duduk di atas koper sebelum berangkat
Takhayul dari tradisi Slavia ini mungkin terdengar cukup aneh bagi sebagian orang. Sebelum meninggalkan rumah, seseorang dipercaya perlu duduk di atas kopernya selama satu atau dua menit.
Kebiasaan tersebut dianggap sebagai waktu untuk menenangkan pikiran, mengingat kembali barang bawaan, sekaligus melakukan persiapan mental sebelum perjalanan.
Dalam kepercayaan lama, berhenti sejenak juga diyakini dapat "membingungkan" roh jahat sehingga mereka tidak menyadari bahwa seseorang akan meninggalkan rumah.
7. Jangan langsung menyapu setelah seseorang pergi
Menyapu rumah setelah seseorang berangkat ternyata juga dianggap tabu di sejumlah budaya, termasuk di kawasan Karibia, Amerika Latin, Ukraina, dan beberapa wilayah lainnya.
Menyapu terlalu cepat setelah seseorang meninggalkan rumah dipercaya secara simbolis dapat ikut "menyapu" keberuntungan, kesehatan, atau keselamatan orang tersebut.
Karena itu, sebagian masyarakat memilih menunggu beberapa waktu sebelum kembali membersihkan rumah setelah anggota keluarga atau tamu pergi.
