Kamis, 19 November 2015

Pameran Bebas Tapi Sopan

Posted by Harry Prasetyo at 01.20
Galeri Nasional Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Jakarta Biennale akan menggelar pameran bersama ‘Bebas tapi Sopan’. Pameran yang diinisiasi oleh Visual Jalanan ini dilaksanakan pada 26 Oktober – 16 November 2015 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pameran ini merupakan bagian dari program Jakarta Biennale 2015: Maju Kena, Mundur Kena sebagai Fringe Event yang dikuratori oleh Andang Kelana dan Abi Rama. Visual Jalanan digagas oleh Forum Lenteng dan Kampung Segart, Jakarta. Sebagai salah satu program Riset dan Distribusi Media yang dikelola Forum Lenteng, Visual Jalanan fokus dalam pembahasan dan pengarsipan aktivitas visual di jalanan melalui jurnal online www.visualjalanan.org dan media sosial instagram @visualjalanan.



Tajuk ‘Bebas Tapi Sopan’ sendiri terinspirasi dari fenomena cairnya kondisi jalanan di Indonesia sekarang ini. Aktivitas visual di jalanan, terutama di kota-kota besar di Indonesia, sangat marak dan berkembang. Tidak hanya para seniman yang memproduksi objek visual di jalanan, tetapi publik juga secara kritis memproduksi objek visual dengan caranya sendiri. Jalanan menjadi “kanvas” dan setiap orang bebas menorehkan maknanya di sana. Namun, kebebasan itu diikuti pula oleh pertarungan yang terus menerus berlangsung di ruang publik. Pertarungan tersebut bisa berasal dari individu yang lain, pihak korporasi yang berebut ruang untuk memasang iklan, ataupun dari pihak aparatur pemerintah yang menghapus coretan yang ada di jalanan. Setiap orang seperti berusaha untuk memberi ataupun merebut makna di jalanan. 




Pameran ini melibatkan 14 partisipan. Tidak hanya mengundang seniman yang aktif membuat mural dan graffiti, Visual Jalanan juga mengundang individu maupun kelompok yang terinspirasi dari objek-objek yang ditemukan di jalanan. Adapun partisipan dalam pameran ini, diantaranya: Ace House Collective (YK), Agung “Abe” Natanael (Jkt), Angga Cipta (Jkt), Anggun Priambodo (Jkt), Bujangan Urban (Jkt), Dinas Artistik Kota (Jkt), Gardu House (Jkt), Klub Karya Bulu Tangkis + Ricky Janitra (Jkt), Milisi Mural Depok (kota Depok), Methodos (Yk), The Popo (Jkt), Tutu (Jkt), ruangrupa (Jkt), dan Stenzilla (Jkt).                   

0 comments:

 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos