Senin, 29 Juni 2015

Bali Siap Dipromosikan di Perancis Lewat Raid Amazone

Posted by Harry Prasetyo at 20.21 0 comments Links to this post


Menjadi salah satu lokasi syuting reality show televisi Perancis, Raid Amazone 2015, Bali siap dipromosikan di benua Eropa, khususnya Perancis. Pengambilan gambar program reality show yang bertemakan ecotourism, culture, dan sport ini rencananya akan berlangsung pada 1-16 Oktober 2015.

Program tayangan televisi adventure dikemas dalam kompetisi olahraga, seperti; lari, renang, kayak, panah, panjat tebing, bersepeda, dan olahraga lainnya disesuaikan dengan kondisi geografis negara tempat penyelenggaraan reality show, akan diikuti oleh 240 peserta. Sebanyak 70 crew akan melakukan pengambilan gambar seluruh aktivitas peserta. Malaysia dan Kamboja pernah terpilih sebagai lokasi syuting Raid Amazone, sebelum Bali.

Mengapa Bali yang terpilih sebagai lokasi syuting? Alexander Debanne, Presiden rumah produksi ZBO menjelaskan bahwa Bali merupakan destinasi wisata yang populer bagi masyarakat Perancis dan Eropa. Hal ini disetujui Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Senin (22/6), yang menjelaskan,”Dari hasil exit survey memang diketahui kalau Bali menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara. Bali memberikan kontribusi 40% dari seluruh wisatawan asing yang datang ke Indonesia.”

Bromo-Semeru dan Taka Bonerate diakui UNESCO

Posted by Harry Prasetyo at 19.20 1 comments Links to this post

Dua cagar biosfer Indonesia yang meliputi Bromo-Semeru-Tengger-Arjuno di Jawa Timur dan Taka Bonerate-Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan diakui sebagai anggota "Man and Biosphere Programme" (MAB) UNESCO.

"Pengakuan tersebut disahkan dalam sidang ke-27 International Co-ordinating Council (ICC) MAB di Kantor Pusat UNESCO Paris," kata Duta Besar RI untuk UNESCO Prof Fauzi Soelaiman kepada Antara London, Rabu.

Kedua cagar biosfer yang baru diakui tersebut menjadi cagar biosfer kesembilan dan kesepuluh dari Indonesia yang menjadi anggota MAB UNESCO. Delapan cagar biosfer Indonesia sebelumnya adalah cagar biosfer Cibodas (diakui tahun 1977), Pulau Komodo (1977), Lore Lindu (1977), Tanjung Puting (1977), Gunung Leuser (1981), Siberut (1981), Giam Siak Kecil-Pulau Batu (1981), dan Wakatobi (2012).

"Cagar biosfer adalah situs di darat, laut, atau pantai, yang dikelola secara inovatif dengan tujuan menyinergikan penduduk lokal dengan lingkungannya," katanya.

Tujuan akhir cagar biosfer adalah menggabungkan pelestarian keanekaragaman hayati dengan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, serta mempromosikan solusi lokal untuk memecahkan tantangan kemanusiaan yang dihadapi di wilayah tersebut.
 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos