Minggu, 16 Juni 2013

Sejarah Pantai Kuta Bali

Posted by Harry Prasetyo at 20.53 5 comments Links to this post
Pergi ke Bali, jika tidak ke pantai kuta sepertinya ada yang kurang. Yup, sangat kurang bisa dikatakan seperti itu, pasalnya pantai kuta merupakan salah satu objek wisata unggulan di pulau dewata. Lihat saja bagi Anda yang pernah ke pantai ini, jarang sekali pantai ini terlihat sepi pengunjung. Sepinya Pantai Kuta hanya dapat dirasakan jika Bali sedang ada Perayaan Nyepi dan itu pun hanya dirayakan sekali dalam setahun. Selebihnya pantai kuta selalu didatangi oleh wisatawan domestic dan mancanegara. Nah, yang menjadi pertanyaan sejak kapan pantai kuta ini mulai ramai oleh para pengunjung dan  bagaimana sejarah dari Pantai Kuta Bali?
Pantai Kuta

Dulunya Pelabuhan Dagang
Pantai Kuta Bali sebelum menjadi objek wisata seperti yang kita kenal sekarang, awalnya merupakan salah satu pelabuhan dagang di Pulau Bali yang menjadi pusat pemasaran hasil-hasil bumi masyarakat pedalaman dengan para pembeli dari luar. Dibukanya Pantai Kuta sebagai tempat berlabuh tak lepas dari peran Patih Gajahmada.

Patih Gajahmada dan pasukannya dari kerajaan Majapahit pada sekitar abad-14 berlabuh di bagian selatan pantai kuta yang kini lebih di kenal dengan nama Tuban. Lantaran  daerah ini cocok untuk tempat pelabuhan kapal, maka pelan-pelan kawasan ini berubah menjadi kota pelabuhan kecil, dimana para warga pun menyebut kawasan ini dengan nama Pantai Perahu. Pun pada  abad ke-19, Mads Lange, seorang pedagang asal Denmark, menetap dan mendirikan markas dagang di Pantai Kuta. Menurut Horst Henry Geerken, dalam Kesaksian Seorang Jerman di Indonesia 1963-1981, dari sini dia menjalankanperdagangan yang sukses dengan pulau-pulau tetangga dan kapten –kapten kapal nelayan Eropa. Melalui keterampilannya bernegosiasi, Mads Lange menjadi perantara perdagangan antara raja-raja di Bali dengan Belanda. Selain urusan perdagangan, Mads Lange juga melakukan upaya arbitrase antara Belanda dan kerajaan-kerajaan Bali untuk menghindari konflik militer.

Jumat, 14 Juni 2013

Mangrove Bali Riwayatmu kini

Posted by Harry Prasetyo at 01.42 0 comments Links to this post
Bali sabtu di awal mei 2013 ini panasnya bukan kepalang siang itu. Rasanya matahari bersinar sangat terang sampai ubun-ubun kepala. Jarum kilometer motor menunjukkan kecepatan tak lebih dari 80 Km/jam. Laju motor pun dikebut walau tidaklah terlalu kencang. Maklum lah helm di kepala tak sanggup rasanya menahan panasnya Bali.

Saat itu melaju di Jalan utama yang menghubungkan titik-titik pusat wisata antara Kuta, Legian, Nusa Dua, sampai ke Jimbaran dan Uluwatu. Di sekitar jalan utama itu kata beberapa laman wisata dan petunjuk dari seorang teman ada tempat wisata. Sepertinya asik jika mampir, alih-alih menemukan tempat berteduh yang bisa menyejukkan panasnya kepala ini sambil meneguk minuman dingin.

Arah motor pun langsung diarahkan  tempat yang bernama Kawasan Hutan Mangrove Bali. Letaknya cukup tersembunyi, sepertinya tempat wisata ini kalah pamor dibanding tempat wisata glamor lainnya di Bali seperti Pantai Kuta, Pantai Sanur, Legian dan yang lainnya. Perlahan masuk ke dalam sejauh mata melihat, kanan kiri hanya ada pohon-pohon manggrove. Sampai pintu gerbang dalam hati bertanya berapa ya kira-kira tiket masuknya, apakah semahal tiket masuk Bali Zoo atau Museum Kerang?.

Eng ing eng, ternyata tak satupun lembar rupiah keluar dari kantong alias gratis. Memang terlihat ada pos penjagaan sebelum masuk ke halaman parkir, namun di kaca pos itu  terpampang wisata hutan manggrove yang merupakan hasil kerjasama pemerintah dengan Japan International Cooperation Agency sudah tutup terhitung Januari 2013.
Mangove Bali

Senin, 10 Juni 2013

Tiga Tugu Khastulistiwa ada di Tiga Tempat Ini

Posted by Harry Prasetyo at 02.32 0 comments Links to this post
Berbicara soal Garis Katulistiwa, garis ini hanya melintasi sedikit kontinen, dari sedikit kontinen  di Indonesia hanya di Pulau Batu dan Lingga di Sumatera, Pulau Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Halmahera dan Pulau Gebe di Papua.  Dari sedikit pulau tadi hanya beberapa yang menandai garis tersebut dengan sebuah landmark. Nah, Anda tahu Tugu Khatulistiwa sebagai landmarknya? Jika sudah tahu pastilah Anda akan menjawab tugu ini hanya ada berada di Pontianak. Anda tentu benar, namun tahukah Anda ternyata ada tiga Tugu Khatulistiwa di tiga wilayah di Indonesia. Di mana sajakah itu? 

Tugu Khatulistiwa Pontianak
Tugu Khatulistiwa di Pontianak ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak. Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah. Sejarah mengenai pembangunan tugu ini dapat dibaca pada catatan yang terdapat di dalam gedung. 
 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos