Senin, 06 Mei 2013

Dua Museum Ogoh-ogoh Bali yang wajib Anda Kunjungi

Posted by Harry Prasetyo at 23.03 0 comments Links to this post
Jika Anda penasaran dengan bentuk ogoh-ogoh Bali ? Rasanya tidak cukup apabila Anda hanya melihatnya dari foto-foto yang banyak terpampang di laman-laman Internet. Sejatinya Anda harus berada di Bali untuk melihatnya secara langsung, namun bagaimana jika Anda sedang disana tetapi di saat bersamaan di Bali tidak sedang merayakan upacara nyepi. Ogoh-ogoh seperti yang diketahui merupakan patung raksasa yang diarak pada upacara Pengrupukan. Upacara Pengrupukan ini dilangsungkan 1 hari sebelum Perayaan Nyepi. Nah, Anda tak perlu berkecil hati karena solusinya cukup mudah, karena ada dua museum ogoh-ogoh di Bali yang dapat Anda kunjungi. Berikut penjelasannya.

Museum Ogoh-ogoh Museum Manusa Yadnya

Museum Ogoh-ogoh

Museum ogoh-ogoh ini terletak di Jalan Ayodhya, lokasinya berada di dalam kompleks Museum Manusa Yadnya. Jadi jika Anda ingin ke museum ini, terlebih dahulu Anda harus berada di kompleks ini. Lantaran berada di dalam kompleks, untuk menemukan museum ini sangatlah mudah. Di tempat ini Anda dapat melihat sekitar 20 buah ogoh-ogoh dari daerah Bali. Ada beberapa ogoh-ogoh baik berupa raksasa maupun para dewa dan bhuta kala dengan tinggi rata2 3 - 5 meter. Museum ini juga menyajikan cerita-cerita menarik tiap ogoh ogoh dengan nuansa magis dan Anda akan mendapat pengalaman menarik saat mengunjungi museum ini.

Ada Pantai Jerman di Bali

Posted by Harry Prasetyo at 19.13 2 comments Links to this post
Bali memang terkenal dengan pantai-pantainya yang cantik dan indah. Sebut saja Pantai Kuta, Pantai Sanur, Pantai Dreamland, Pantai Pandawa atau pantai lainnya. Namun diantara pantai-pantai itu ada satu pantai di Bali yang memiliki nama yang unik seperti nama sebuah negara di Eropa, yaitu Pantai Jerman. Pantai ini terletak di terletak di Jl Wanasegara, Tuban, Kuta selatan dan lokasinya tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai.

Dulunya Pelabuhan Kuta
Pantai Jerman dulunya adalah pelabuhan Kuta di mana para pedagang dari luar Bali berlabuh dengan membawa barang barang dagangan untuk bertransaksi pada waktu itu. Menurut catatan Pierre Dubois dalam kedudukannya sebagai pejabat Pemerintah Belanda, yang diizinkan untuk tinggal di daerah Kuta. Pierre Dubois, Wakil Pemerintahan Hindia Belanda yang tinggal di Kuta pada tahun 1827. Pelabuhan Kuta merupakan pelabuhan yang terpenting di Bali Selatan waktu itu.

Pada Abad 19, Mads Lange seorang syahbandar asal Denmark juga menetap dan mendirikan markas dagang di Kuta, Selama tinggal di Bali dia sering menjadi perantara antara Raja-Raja di Bali dan Belanda. Mads Longe meninggal secara misterius. Kuburan Mads Longe terletak disebelah konco di pinggir sungai tersebut.
 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos