Selasa, 15 Mei 2012

Dari Sabang sampai Merauke Terbentang Gua Jepang bag III

Sekilas mengenai gua di wilayah NTT, tanpa dinyana ternyata Kupang memiliki banyak sekali gua dan salah satunya adalah Gua Jepang. Setidaknya ada lima gua perlindungan yang dibuat pada masa kependudukan Jepang yang berada di Kelurahan Nun Baun Delha. 

Gua ini terletak di dalam pekarangan milik warga ini  letaknya berdekatan dan saling berhubungan melalui suatu terowongan. Ada tiga gua yang di bagian depannya masih terdapat besi tempat meriam. Gua tersebut dibuat dibawah batu karang dan di bagian tertentu seperti ada tempat duduk yang dibuat dari campuran semen.

Selain itu juga ada Gua Panaf Bibi atau biasa disebut masyarakat setempat sebagai gua jepang. Di namakan gua jepang karena gua ini dibuat oleh tentara jepang pada masa perjuangan tahun 1942 untuk pertahanan dan pengintaian oleh tentara jepang. Gua ini terletak sekitar 40 Km arah selatan kota Kupang ini terletak di desa Tasikona.

Dari Sabang sampai Merauke Terbentang Gua Jepang bag II

Sambungan tulisan di bawah, sekarang beranjak ke tengah pulau Jawa tepatnya di daerah Yogyakarta di sana bersemayamlah Gua Jepang. Namanya masih tetap yaitu gua Jepang yang terletak Kaliurang, Sleman. Gua ini berada di ketinggian bukit jadi apabila ingin kesana harus siapkan stamina dan tenaga yang cukup untuk mendaki sejauh 1 kilometer untuk menemukan gua-gua itu. Untuk ke Gua Jepang Kaliurang, kita membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari kota Jogja

sumber foto:www.fhetanblog.wordpress.com
Menanjaknya rute tak jadi soal karena udara yang dingin membuat rasa lelah menjadi sedikit berkurang, apalagi ditambah dengan  pemandangan alam Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gardu Pandang, suasana kota Yogyakarta dan yang lainnya.

Gua ini sama seperti Gua Jepang lainnya yang merupakan sisa-sisa dari masa penjajahan Jepang yang dibangun dengan menggunakan tenaga rakyat Indonesia yang dipekerjakan paksa oleh Jepang. Ceritanya pada zaman dahulu selain digunakan oleh Jepang, tentara Belanda pernah juga memakai goa ini sebagai tempat tinggal mereka.

Dari Sabang sampai Merauke Terbentang Gua Jepang Bag I

Seperti  gajah mati meninggalkan gadingnya, penjajah Jepang pun pergi meninggalkan jejak sejarahnya. Namun bukan cerita kelam, peninggalan senjata atau yang lainnya, tetapi berupa gua. Yup, seperti yang kita ketahui Jepang pernah menjajah nusantara ini kurang lebih tiga setengah  tahun lamanya. Nah, dalam masa kependudukannya yang seumuran jagung itu Jepang banyak mendirikan basis-basis pertahanannya, dan gua di Indonesia banyak dimanfaatkan oleh bala tentara sakura untuk melindungi dirinya dari serangan musuh. Tanpa panjang lebar, mari kita tengok gua-gua mana saja pernah digunakan oleh tentara jepang

Pertama adalah Gua Jepang di Bukitinggi, Sumatera Barat yang letaknya persis disamping Ngarai Sianok, atau di bawah Taman Panorama. Gua ini lumayan panjang yaitu satu setengah kilometer, namun sekarang hanya sekitar 750 meter. Lorong masuknya sangat dalam dan panjang. Ada sekitar 128 anak tangga untuk turun ke bawah sebelum akhirnya para pengunjung melewati ruang demi ruang Gua Jepang itu.

Senin, 14 Mei 2012

Yuk, Lihat Teratai Raksasa di Manggarai Timur

Ukuran lingkaran dari tumbuhan air yang satu ini bukan main besarnya dan melebihi ukuran dari teratai yang biasa kita jumpai di danau-danau atau rawa. Ingin menjumpainya tidak perlu pergi jauh-jauh ke hutan Amazon karena cukup datang di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, NTT anda bisa melihat teratai berukuran besar di danau teratai raksasa.
sumber foto: www.unik247.blogspot.com/
Bahkan, satwa langka buaya darat juga terdapat di Kabupaten Manggarai Timur, khususnya di Kecamatan Sambi Rampas. Teratai raksasa ini tepatnya ada di Danau Rana Tonjong yang terletak di Desa Nanga Mbeling, Kecamatan Sambi Rampas, sekitar 3 kilometer utara Pota. Luas danau ini  2.200 kilometer persegi dan berada di sebuah dataran rendah yang dikelilingi perbukitan.

Kisah Tragis, Buaya Putih sampai Harta Karun Danau Tolire

Dengan pepohonon hijau yang mengelilingi danau seakan-akan danau ini benar-benar alami Ya, namanya Danau Tolire yang terletak di Ternate Maluku Utara. Dari pusat kota Ternate berjarak kurang lebih 10 km dari sana. Danau ini berada tepat di bawah kaki Gunung Gamalama, gunung api tertingi di Maluku Utara. 
sumber foto: www.travel.indoprofile.com
Danaunya sendiri sebenarnya bukan hanya satu saja, melainkan ada dua buah. Bagi masyarakat setempat menyebut dua danau itu sebagai Danau Tolire Besar dan Danau Tolire Kecil. Jarak antara keduanya hanya sekitar 200 meter.

Konon cerita rakyat yang menghiasai danau ini rada  cukup miris, lantaran kejadian ayah yang menghamili anaknya sendiri ternyata bukan hanya terjadi pada masa sekarang saja. Pasalnya kenapa danau ini ada dipercaya terjadi lantaran adanya peristiwa ayah yang menghamili anaknya sendiri.

Minggu, 13 Mei 2012

Cerita Naga di SebuahTelaga

Sebenarnya apa sih perbedaan antara danau dengan telaga, bukankah keduanya sama alias tidak ada perbedaannya? Itu pikiran saya, bagaimana dengan difinisi telaga menurut wikipedia? kalau telaga menurut wikipedia adalah semacam danau kecil dimana sinar matahari dapat menembus sampai dasarnya.
            Namun apakah benar bisa menembus sampai dasarnya, lantas bagaimana jika telaga itu sangat dalam apakah sinar matahari dapat menembus sampai dasarnya? Nah ini persoalan lain, namun terlepas dari difinisinya itu, ada satu cerita yang menarik untuk disimak perihal beberapa telaga sebagai objek wisata yang ada di indonesia. Ternyata dua telaga, yaitu Telaga Pasir Sarangan dan Telaga Ngebel yang keduanya terletak di Jawa timur mempunyai cerita yang erat kaitannya dengan seekor naga, wow bagaimana bisa?
            Tanpa panjang lebar lagi, untuk telaga yang pertama bernama Telaga  Pasir Sarangan yang ada  Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini mempunyai cerita yang berkisar dari kehidupan sepasang suami istri Kyai Pasir dan Nyai Pasir. Keduanya hidup di  sebuah pegunungan yang bernama Gunung Lawu. Hidupnya jauh dari kata glamor, cukuplah bisa dikatakan sederhana.

Kamis, 10 Mei 2012

Kisah Cinta dibalik Nama Batu Raden

Sudah udara sekitarnya menyejukkan, belum lagi panorama alam pegunungannya yang ciamik, anda yang merasa stres bukan kepalang dan ingin refreshing, pantaslah apabila singgah di kawasan Baturaden yang lokasinya di Purwokerto ini

            Pasalnya, di tempat ini anda akan dijejali oleh banyaknya objek wisata yang menarik seperti Taman Bitanin yang memiliki beragam tanaman dan bunga langka, Curug Gede, pemandian air panas Pancuran Pitu, Pancuran Telu dan kolam sumber air murni Telaga Sunyi, bukan main banyaknya.

            Nah, setali tiga keping dengan objek wisata lain yang bertebaran seantero nusantara ini.  Lagi-lagi bukan tempat wisata apabila tidak ada cerita legenda sebagai bumbu pelengkapnya, objek wisata Batu Raden pun demikian adanya.

Alkisah kenapa objek wisata ini bernama Baturaden? begini ceritanya, zaman dahulu di sebuah kadipaten hidup seorang pembantu yang bernama Suta, yah namanya pembantu di zaman dimana kendaraan bermotor belum dikenal, kerjaanya yaitu merawat kuda milik sang Adipati yang tak lain adalah majikannya sendiri. Setelah selesai mengerjakan tugasnya, ia biasanya berjalan-jalan di sekitar Kadipaten.

Eh, disaat Suta sedang asiknya berjalan-jalan di sekitar tempat pemandian atau disebut Taman Sari. Tiba-tiba terdengar suara teriakan gadis dari kejauhan, tak pelak ia pun mencari arah jeritan tadi. Terus mencari, akhirnya ia tiba di dekat sebuah pohon besar.

Di bawah pohon itu putri adipati menjerit lantaran tak jauh darinya ada seekor ular yang sangat besar sedang bergantung. Suta sendiri rada keki karena sebenarnya ia juga takut melihat ular tersebut. Namun apa daya ia harus melawan rasa takutnya sendiri untuk menolong sang putri.

Untung saja tak jauh darinya ada sebuah bambu, tak pakai lama dipukulah kepala ular tersebut berkali-kali. Ular tersebut langsung kelojotan dan tak lama kemudian, ular tersebut pun diam tak bergerak alias  mati.

Rabu, 09 Mei 2012

Pantai Tanjung Menangis: KasihTak Sampai Putri Samawa

Mungkin anda atau saya yang bukan dari Sumbawa rada sedikit aneh mendengar nama objek wisata pantai yang satu ini, Yup, Pantai Tanjung Menangis namanya. Aneh sekali memang melihat namanya saja, ada saja ya nama pantai bernama pantai menangis. Nah ini pantai, apakah ada hubungannya dengan cerita masa lalu dimana dulu ada seoarang anak manusia yang mennagis di pantai itu karena suatu apa, ataukah menangis lantaran ditinggal kekasihnya yang tercinta.

Ya, memang ada hubungannya dengan dua hal diatas, flashback ke cerita masa lalu yang sedikit bernuansa tragedi,  dikisahkan dulu Sultan Samawa sangat sedih melihat putrinya terbaring tak berdaya karena sakit. Sang sultan sudah berusaha mati-matian agar putrinya kembali sehat seperti sedia kala. Berbagai cara pengobatan telah dilakukannya namun belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Cerita di Pantai Batu Ular Jember

Pernah berkunjung ke pantai Watu Ulo di  Jember,  Jawa Timur, nah kalau anda pernah kesana coba amati di sekitar pantai ada banyak batu-batu yang berserakan di seputar pantai itu. Ehhh ternyata, batu-batu di pantai Watu Ulo itu memiliki kisahnya sendiri seperti banyak objek wisata pantai di Indonesia. Kali in bukan kisah percintaan atau yang sejenisnya melainkan kisah pertarungan antara manusia dengan seekor ular besar.

Nah, ingin tahu kisahnya ini dia ceritanya, konon pada zaman dulu disana hidup  sepasang suami istri yang  bernama Aki dan Nini Sambi.  Lantaran keduanya memang pasangan lantas dikarunia oleh  seorang putra bernama Joko Samudera.  Layaknya keluarga yang butuh makan sehari-hari, mereka pun berbagi tugas, ayah ibu tugasnya mencari kayu bakar di  bukit-bukit sekitar pantai. Sedangkan anaknya yang bernama Joko Samudera  mencari ikan di laut. 
sumber foto:www.sauraputritan.blogspot.com

Selasa, 08 Mei 2012

Asu VS Landak, jadilah Pantai Sundak!

Hmmmm, tanpa dinyana akibat pertarungan sengit antara dua binattang yang berbeda jenis itu melahirkan  nama bagi sebuah Pantai di Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta.  Adalah Pantai Sundak yang diambil dari perpaduan antara nama binatang asu atau anjing dengan landak.
            Tadinya pantai itu namanya bukan pantai sundak, melainkan pantai Wedibedah atau pasir yang terbelah. Akan tetapi nama itu berubah lantaran ada suatau peristiwa yang terjadinya di sekitar tahun 1976. Menurut cerita yang ada ada seekor anjing sedang berlarian di daerah pantai dan memasuki gua karang di suatu siang.
sumber foto: www.mlancong.com
Di gua, asu itu bertemu dengan seekor landak laut, nah asu yang sedang keroncongan perutnya apa saja yang dianggapnya enak pasti ingin dilahapnya. Begitu juga dengan hadirnya landak laut di depan matanya, air liur asu itu pun ngeces. Diseranglah itu landak laut, tak pelak terjadi perkelahian sengit yang akhirnya dimenangkan oleh si anjing yang berhasil memakan setengah tubuh landak laut. Kasihan si landak yang meregang nyawa lantaran tubuhnya berhasil dimakan oleh asu itu.
 Selang tak beberapa lama  perbuatan si anjing itu diketahui oleh pemiliknya, bernama Arjasangku, yang melihat setengah tubuh landak laut di mulut anjing. Mengecek ke dalam gua, ternyata pemilik menemukan setengah tubuh landak laut yang tersisa. Nah, sejak itu nama Wedibedah berubah menjadi Sundak yang singkatan dari nama asu (anjing) dan landak.
Eh, tanpa dikira perkelahian itu ternyata membawa berkah tersendiri bagi penduduk setempat. Setelah selama puluhan tahun desa itu kekurangan air, akhirnya penduduk menemukan mata air. Bagaimana bisa? awalnya, si pemilik anjing heran karena anjingnya keluar gua dengan badan yang basah kuyup. Perkiraannya, di gua tersebut terdapat air dan anjingnya itu sempat tercebur ketika mengejar landak. Usut punya usut setelah beberapa warga mencoba menyelidikinya ternyata perkiraan tersebut benar.
Jadilah kini air dalam gua dimanfaatkan untuk keperluan hidup penduduk. Dari dalam gu sekarang dipasang pipa untuk menghubungkan dengan penduduk. Temuan mata air ini mengobati kekecewaan penduduk karena sumur yang dibangun sebelumnya tergenang air. (berbagai sumber)

Legenda Cinta Pantai Indonesia: Pantai Petanahan

Sebenarnya pantai-pantai di Indonesia beberapanya mempunyai legenda yang cukup menarik juga, terlebih lagi apabila legenda itu menceritakan cinta sepasang pria dan wanita seperti kisah cinta di Pantai Karang Nini. Dengan segala macam lika liku romannya akhirnya cerita itu pun menjadi semacam pemanis dari objek wisata tersebut, tentu terlepas dari benar atau tidaknya kisah itu.

Pantai Petanahan yang terletak di Kebumen ternyata memiliki kisah cinta yang cukup asik untuk disimak. Yah menurut cerita yang ada, pada sekitar tahun 1601 yakni pada masa pemerintahan Mataram yang Rajanya Sutawijaya lahir seorang gadis cantik dan jelita yang bernama Dewi Sulastri. 

Segala rupa kecantikan bak seorang malaikat, Dewi Sulastri memang tiada duanya, begitu pula dengan sifatnya yang selalu ramah terhadap siapa pun. Tapi ada satu yang menganggu dirinya, yaitu darah kebangsawananny yang bernama Lastri, panggilan akrab Sulastri. Hidupnya merasa terkekang dengan adat yang terjadi di lingkungannya. Sebab, Lastri ini adalah anak dari seorang Bupati Pucang Kembar, ayahnya tak lain adalah Bupati Citro Kusumo yang punya nama di tengah masyarakat sana.

Jumat, 04 Mei 2012

Cinta, Setia dan Pulau Kamaro

Tahukah anda ternyata di Palembang itu ada pulau yang dibentuk oleh cinta? Tidak percaya, namanya Pulau Kamaro,  pulau di delta sungai musi ini menurut legendanya terbentuk lantaran  begitu besarnya cinta sang bakal calon istri kepada pria yang akan dinikahinya.Tak aneh juga di pulau itu ada sebuah makam Putri Palembang yang namanya Siti Fatimah, nah dari makam itulah kisah cinta ini bermula.  
Dahulu kala di masa akhir kerajaan Sri Vijaya  ada seorang pangeran dari Negeri Cina  datang untuk belajar ke Sri Vijaya yang saat itu memang terkenal sebagai kota pendidikan. Memang sudah nasibnya mungkin, di kerajaan ini sang pangeran kepincut dengan seoarang wanita yang bernama Siti Fatimah yang merupakan putri Raja Sri Vijaya. Tanpa banyak cingcong sang pangeran pun meminang sang putri untuk mengikat hubungan cinta mereka.
sumber foto:www.sumselprov.go.id
Akan tetapi Siti Fatimah mengajukan syarat pada Pangeran Tan Bun Ann untuk menyediakan 9 guci berisi emas dan sang pangeran menyanggupinya. Nah, untuk melengkapi pinangannya sang pangeran lalu mengutus seorang perwira pengawal pulang kembali ke Cina untuk meminta cindera mata kepada Ayahnya.

Kamis, 03 Mei 2012

Ada Cerita Cinta di Pantai Karang Nini

Jika anda pernah bertamasya ria ke daerah Pantai Pangandaran tepatnya di pantai yang bernama Pantai Karang Nini yang letaknya kurang lebih 10 km sebelum Pantai Pangandaran, pastilah anda pernah melihat sebuah karang yang menyerupai seoarang nenek yang sedang duduk bersandar. Yup, karang itulah yang bernama Nini,  lantas kenapa pula nama karangnya diambil dari nama seorang wanita.

Lagi-lagi tulisan ini akan diawali dengan alkisah seperti tulisan lainnya di blog yang banyak mencerikatan legenda di sebuah tempat wisata. Jadi alkisahnya dari legenda Nini ini bak cerita roman yang mungkin bisa menguras air mata.

Nah, diceritakan pada zaman dahulu ada sebuah kampung yang bernama Emplak atau Karangtunjang, di sana tinggalah sepasang kakek dan nenek samti (aki dan nini) yang bernama Ambu Kolor dan Arga Piara. Aki yang memiliki kegemaran menangkap di laut, nah pada suatu hari tak kunjung pulang ke rumahnya. Tak pelak nenek Nini menunggu di rumah dengan rasa was-was.
sumber foto: www.ybandung.wordpress.com

Selasa, 01 Mei 2012

Gua Indonesia Punya Cerita

Alkisah, di selatan Yogyakarta tempo dulu ada seorang yang bernama Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan yang diutus  oleh Panembatan Senopati di Mataram. Misi mereka berdua sedikit membuat bulu kuduk berdiri karena ingin menghabisi nyawa bayi laki-laki buah cinta putri Panembatan Senopati yaitu Mangir Wonoboyo dari Mangiran (Bantul).
sumber foto:www.apriyoga.blogspot.com
Namun dalam perjalanannya entah mungkin merasa kasihan dengan bayi itu kedua abdi itu berjanji untuk tidak membunuh sang bayi. Keduanya lalu pergi lalu pergi kearah timur (arah Gunungkidul) hingga tiba di  dusun didaerah Karangmojo.

Sesampainya disana  lantas keduanya menggelar tikar dan alas tempat tidur bekas persalinan sang bayi,  kemudian menguburnya. Sementara itu di saat bersamaan sang bayi terus saja menangis, mungkin sekedar untuk menenangkan sang bayi agar tidak terus menangis kedua utusan itu pun kemudian memutuskan untuk memandikan sang bayi,  Ki Juru Mertani lalu naik kesalah satu bukit dan menginjak tanah di puncak bukit, dirinya memang bukan main saktinya lantaran tanah yang diinjaknya itu runtuh dan membuat sebuah lubang besar dengan aliran air dibawahnya.

Minggu, 29 April 2012

Gua dan Para Pejuang Indonesia

Menelisik keberadaan dari sebuah gua di Indonesia ternyata cukup krusil juga, pasalnya gua-gua di Indonesia pada zaman negeri belum merdeka banyak digunakan oleh para pejuang kemerdekaan kita untuk melawan kaum penjasjah. Banyak yang mereka lakukan di dalam sana, dari mulai mengatur strategi perang melawan kaum penjajah sampai dijadikan tempat untuk sekedar singgah sementara setelah berjibaku dengan banyak peluru. Dimana sajakah gua-gua itu berada, nah dibawah ini ada beberapa gua-gua di Indonesia yang dekat dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia:
          Yang pertama adalah Gua Kamang yang terletak di Jorong Durian, Kanagarian Kamang Mudik, Kecamatan Kamang Magek. Gua ini pernah dipergunakan oleh para pejuang Agam dalam perrang perjuangan kemerdekaan. Gua ini dijadikan sebagai tempat untuk mengatur strategi dalam Perang Kamang, diantara tokoh yang pernah menggunakannya adalah Haji Abdul Manan.
sumber foto: www.agamkab.go.id

Kamis, 26 April 2012

Di Gua Mereka Bertapa

Beberapa goa-goa di Indonesia, khususnya di Tanah Jawa menurut cerita-cerita masyrakat yang ada dipercaya dulunya menjadi semacam tempat bertapa atau semedinya para wali songo saat menyebarkan agama Islam. Entah benar atau  tidak kebenaran dari cerita-cerita rakyat itu?, tetapi akankah jua kebenarannya itu akan terkuak dalam tumpukan bukti-bukti sejarah yang terbatas adanya?, tiada yang tahu. Nah tanpa panjang lebar membicarakan benar tidaknya suatu cerita, berikut ini ada daftar goa-goa jyang diyakini dulunya menjadi tempat singgahnya para wali songo:
             
Nah, yang pertama ada Goa Kreo yang berada di Kota Atlas, Semarang. Gua ini menurut ceritanya dulunya adalah  tempat petilasan salah satu walisongo yang bernama Sunan Kalijaga. Beliau pergi kesana saat mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Tadinya, kayu jati yang Sunan cari ada di lereng Bukit Gombel, Semarang, yang rencananya akan digunakan sebagai salah satu saka guru Masjid Agung Demak.  Tetapi ketika Sunan Kalijaga akan mengambil kayu jati di kawasan tersebut, eh pohon jati itu ternyata sudah tidak ada.

Rabu, 25 April 2012

Antara Bunaken dan Nusantara Diving Club

Bagi anda yang senang dunia selam pasti tak asing lagi mendengar salah satu destinasi yang satu ini, Yup Bunaken. Sebuah destinasi selam yang namanya sudah melambung di jagad diver lokal maupun Internasional berkat keindahan alam bawah lautnya.

Tetapi tahukah anda dulu sebelum tahun 1970-an tak seorang pun pernah mendengar nama Bunaken berikut keindahan yang ada di dalam perairannya.  Hingga suatu ketika tahun 1974,  NDC atau Nusantara Diving Club yang merupakan salah satu klub selam tertua di Indonesia melakukan ekspedisi pencarian lokasi destinasi selam di kawasan perairan seluruh Indonesia.

Menyadari begitu indahnya besarnya potensi wisata selam di perairan Bunaken, Sulawesi  ini, mereka pun lantas secara perlahan ikut merintis embrio industri selam di kawasan itu serta institusi selam dengan memaksimalkan potensi SDM lokal yang ada. Bukan tanpa tujuan langkah ini dijalankan lantaran penting untuk dilaksanakan guna mempersiapkan mereka dalam sistem pengelolaan instruktur destinasi selam seperti akomodasi, fasilitas pendukung wisata selam dan yang lainnya.

Rindu Air Terjun, Pergi ke Bogor!

Anda yang di Jakarta, tak perlu jauh-jauh  pergi untuk menikmati suasana Air Terjun karena di Bogor yang dapat ditempuh beberapa jam saja dari Jakarta semuanya itu telah tersedia. Berikut ini adalah air-air terjun yang berada di kota Hujan , sekaligus air terjun yang paling dekat dengan Jakarta.

Curug  Bojong Koneng-Sentul (waktu tempuh 1 jam) 
Curug Bojong Koneng adalah sebuah air terjun alami yang ada di daerah Sentul, Bogor,  Indonesia. Curug ini menyajikan pemandangan alam yang alami, indah. Curug ini tergolong dekat dari Jakarta, dan dapat ditempuh dalam waktu 1 hari pulang  pergi. Lokasi tepatnya adalah di belakang komplek perumahan Sentul city.
sumber foto:www.ekoeriyanah.wordpress.com

Melongok Air Terjun Jagasatru

Bali oh bali, bagi anda yang  ingin menemukan surga di dunia datanglah ke pulau dewata ini. Ok anda mungkin sudah pernah ke Bali dan merasakan eksotisme alam wisatanya, namun siapa sangka naga-naganya Bali ternyata  mempunyai sebuah air terjun yang cantik yang masih tersembunyi dalam belantara Karangasem, Buleleng.
foto:ww.bali.panduanwisata.com

Selasa, 24 April 2012

Mari Berjalan di Jembatan Akar

Melihat bentuknya saja pikiran ini langsung dibuat terheran-heran, bagaimana mungkin sebuah jembatan itu terbuat dari akar-akar pepohonan yang saling terjalin erat satu sama lainnya.Kepala ini langsung mempertanyakan apakah jembatan itu sengaja diciptakan ataukah memang tercipta begitu saja melalui proses alami?

Jembatan Akar satu-satunya di Indonesia
Mencari-cari berselancar kesana kemari, didapati jawaban dari sebuah cerita masyarakat lokal yang tinggal di sekitaran jembatan. Dikatakan  bahwa dulu ada seorang tokoh adat yang bernama Pakih Sokan yang menanam dua pohon beringin di kedua tebing yang saling berhadapan antara Dusun Pulut-Pulut dan Lubuk Silau di Koto Bayang di  Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) tahun 1916.
sumber foto: www.ysalma.wordpress.com

Abadikan Cinta Anda di Situ Patenggang

Tak salah lagi apabila anda sedang berada di kota Bandung, Jawa Barat untuk mampir ke destinasi wisata yang satu ini.  Adalah Situ Patengan yang lokasinya ada bagian selatan kota Bandung di Ciwidey., apa yang istimewa disana? Yup, teramat istimewa  karena di tempat ini ada batu cinta yang siap menjadi saksi kekuatan cinta anda dan pasangan anda.

Batu cinta ini termasuk situs bersejarahyang sudah lama ada di kawasan ini. Untuk sampai kesananya  kita harus naik perahu untuk sampai ke Batu Cinta karena posisinya berada di tengah di tengah danau. Nah, terserah anda ingin melakukan apa sesampainya di depan batu itu, apakah mau saling mengucapkan segidup semati layaknya pasangan yang ingin menikah, foto-foto dengan pasangan anda,  atau yang lainnya. Semua itu ok anda lakukan, asalkan jangan mempraktekkan tindakan vandalisme saja terhadap batu itu. hehehehehe
foto: www.jalanjajanhemat.com
Oh iya, terkait dengan batu cinta ini ternyata katanya batu ini yang ukurannya lumayan besar ini memiliki mitosnya juga sama seperti air-air terjun. Menurut masyarakat patenggang dulunya ada sepasang kekasih bernama Ki Santang putranya Siliwangi dan Dewi Rengganis

Mereka terpisah karena terjadi perang pada saat itu. Namun entah mengapa mungkin juga karena cinta keduanya begitu dalam akhirnya mereka pun dapat bertemu  kembali di suatu tempat yang sampai saat ini bernama “Batu Cinta”, batu inilah yang menjadi saksi bisu dipertemukannya cinta mereka kembali. 

Kisah ini dapat Anda baca pada sebuah lukisan bergambar panorama Situ Patengan yang berada di lokasi Batu Cinta. Masyarakat setempat juga percaya bahwa jika mengunjungi Batu Cinta bersama pasangan, maka hubungan pasangan tersebut akan langgeng. Jadi jangan lama-lama datanglah kesana dan bawa pacar anda.

Senin, 23 April 2012

Yuk, Awet Muda Bersama Air Terjun

Banyak Air Terjun di Indonesia selalu dihiasi oleh cerita-cerita legenda rakyat atau bahkan mitos. Mitos yang paling populer jikalau kita membicarakan soal air terjun adalah mitos awet muda, yup awet muda. Namanya mitos keputusan ada di tangan anda untuk mempercayainya atau tidak. Tapi terlepas dari itu, di mana-mana saja air terjun yang mempunyai mitos awet muda itu berada, nah anda patut melihatnya di deretan daftar air terjun dibawah ini:

Air Terjun Tiu Kelep
Yang pertama air terjun Tiu Kalep, basah-basahan di air terjun yang berada dalam kawasan Air terjun ini masih berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB dipercaya akan membuat kita awet muda. Air terjun ini memiliki ketinggian 42 meter dan bertingkat-tingkat.  Terjunan airnya cukup deras dan besar dengan kolam yang terbentuk di bawahnya tidak begitu dalam hanya sepinggang orang dewasa.  Juga dasar kolam yang lembut dan datar memungkinkan pengunjung dapat berenang.
sumber foto: www.lombokjalanjalan.blogspot.com

Legenda Air-air Terjun di Indonesia

Negara ini memang kaya akan cerita legenda, hampir di setiap daerah seantero Indonesia ini mempunyai legendanya masing-masing, bahkan untuk air terjun sekalipun cerita legenda itu begitu melekat kepada pesona alam yang yang satu ini.

Entah anda ingin mempercayainya atau tidak kebenaran dari suatu cerita legenda, akan tetapi yang jelas beberapa  air terjun di bawah ini sarat akan cerita sebuah legenda yang diyakini atau dianggap oleh masyrakat yang tinggal di sekitaran air terjun  pernah terjadi di masa lalu

Air Terjun Nglirip: Putri yang Patah Hati
Dibalik gemerincik air yang jatuh silih berganti di Air terjun Nglirip Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan,  Tuban, Jawa Timur terdapat sebuah cerita legenda Nglirip. Alkisah legenda itu bermuara  dari pertemuan salah satu Adipati Tuban di zaman sebelum kerajaan Majapahit dengan seoarang wanita cantik.

Saat itu adipati kepincut dengan kecantikan  gadis desa anak dari tokoh masyrakat setempat. Sakin terpesonanya gadis perawan itu akhirnya dipinang dan dijadikan istri untuk yang kesekian kalinya. Meskipun menjadi istri adipati hingga memiliki anak perawan, tapi entah kenapa ia tak mau diboyong ke pendapa kadipaten.

Eh, ternyata belakangan diketahui bahwa gadis yang telah dinikahinya itu memiliki kekasih lain yang bukan dari kalangan ningrat alias  rakyat jelata. Namun naas, hubungan asmaranya itu ditentang orangtuanya, baik dari ibunya maupun ayahnya sang adipati. Sang gadis akhirnya minggat dari rumah apalagi setelah mengetahui kekasihnya yang konon bernama Joko Lelono itu tewas dibunuh prajurit kadipaten atas perintah ayahnya.
sumber foto: www.secangkircoklatpanas.blogspot.com

Selasa, 17 April 2012

Asal Muasal Nama-nama Air Terjun di Indonesia

Banyak nama air terjun yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia ini diambil dari cerita-cerita rakyat, peristiwa atau keunikan yang berasal dari daerah tempat terjun itu berada. Nah dibawah ini ada beberapa air terjun di Indonesia yang terinpirasi dari berbagai hal diatas:

Curug Orok (Kuningan)
Kenapa dinamakan air terjun orok?  menurut cerita masyarakat lokal pada tahun 1968 ada seorang wanita muda yang membuang bayinya dari puncak air terjun. Entah apa maksud ibu muda itu membuang jabang bayinya, mungkin dianggapnya anak yang tidak dinginkan atau anak haram, semacam pengorbanan atau yang lainnya entahlah. Tetapi setelah kejadian itu air terjun yang berada di Kuningan, Jawa Barat ini lalu dinamakan Curug Orok. Kalau dilihat dari bentuknya curug ini mempunyai  dua curug dimana yang besar melambangkan keberadaan ibu si bayi dan yang kecil itu melambangkan bayi tersebut.
foto: www.indonesia-lovetravel.blogspot.com
 Air Terjun Cimanganten (Garut)
Sebenarnya banyak versi kenapa  air terjun ini dinamakan Cimanganten. Tapi menurut salah satu pengurus curug cimanganten. Nama cimanganten ini berasal dari kata timbanganten atau menimbang-nimbang golok dengan air. Cimanganten merupakan salah satu nama air tejun yang berada di Desa Padamulya, Kecamatan Pasir Wangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat
foto: www.newswisata.blogspot.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...