Jumat, 04 Mei 2012

Cinta, Setia dan Pulau Kamaro

Tahukah anda ternyata di Palembang itu ada pulau yang dibentuk oleh cinta? Tidak percaya, namanya Pulau Kamaro,  pulau di delta sungai musi ini menurut legendanya terbentuk lantaran  begitu besarnya cinta sang bakal calon istri kepada pria yang akan dinikahinya.Tak aneh juga di pulau itu ada sebuah makam Putri Palembang yang namanya Siti Fatimah, nah dari makam itulah kisah cinta ini bermula.  
Dahulu kala di masa akhir kerajaan Sri Vijaya  ada seorang pangeran dari Negeri Cina  datang untuk belajar ke Sri Vijaya yang saat itu memang terkenal sebagai kota pendidikan. Memang sudah nasibnya mungkin, di kerajaan ini sang pangeran kepincut dengan seoarang wanita yang bernama Siti Fatimah yang merupakan putri Raja Sri Vijaya. Tanpa banyak cingcong sang pangeran pun meminang sang putri untuk mengikat hubungan cinta mereka.
sumber foto:www.sumselprov.go.id
Akan tetapi Siti Fatimah mengajukan syarat pada Pangeran Tan Bun Ann untuk menyediakan 9 guci berisi emas dan sang pangeran menyanggupinya. Nah, untuk melengkapi pinangannya sang pangeran lalu mengutus seorang perwira pengawal pulang kembali ke Cina untuk meminta cindera mata kepada Ayahnya.

Kamis, 03 Mei 2012

Ada Cerita Cinta di Pantai Karang Nini

Jika anda pernah bertamasya ria ke daerah Pantai Pangandaran tepatnya di pantai yang bernama Pantai Karang Nini yang letaknya kurang lebih 10 km sebelum Pantai Pangandaran, pastilah anda pernah melihat sebuah karang yang menyerupai seoarang nenek yang sedang duduk bersandar. Yup, karang itulah yang bernama Nini,  lantas kenapa pula nama karangnya diambil dari nama seorang wanita.

Lagi-lagi tulisan ini akan diawali dengan alkisah seperti tulisan lainnya di blog yang banyak mencerikatan legenda di sebuah tempat wisata. Jadi alkisahnya dari legenda Nini ini bak cerita roman yang mungkin bisa menguras air mata.

Nah, diceritakan pada zaman dahulu ada sebuah kampung yang bernama Emplak atau Karangtunjang, di sana tinggalah sepasang kakek dan nenek samti (aki dan nini) yang bernama Ambu Kolor dan Arga Piara. Aki yang memiliki kegemaran menangkap di laut, nah pada suatu hari tak kunjung pulang ke rumahnya. Tak pelak nenek Nini menunggu di rumah dengan rasa was-was.
sumber foto: www.ybandung.wordpress.com

Selasa, 01 Mei 2012

Gua Indonesia Punya Cerita

Alkisah, di selatan Yogyakarta tempo dulu ada seorang yang bernama Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan yang diutus  oleh Panembatan Senopati di Mataram. Misi mereka berdua sedikit membuat bulu kuduk berdiri karena ingin menghabisi nyawa bayi laki-laki buah cinta putri Panembatan Senopati yaitu Mangir Wonoboyo dari Mangiran (Bantul).
sumber foto:www.apriyoga.blogspot.com
Namun dalam perjalanannya entah mungkin merasa kasihan dengan bayi itu kedua abdi itu berjanji untuk tidak membunuh sang bayi. Keduanya lalu pergi lalu pergi kearah timur (arah Gunungkidul) hingga tiba di  dusun didaerah Karangmojo.

Sesampainya disana  lantas keduanya menggelar tikar dan alas tempat tidur bekas persalinan sang bayi,  kemudian menguburnya. Sementara itu di saat bersamaan sang bayi terus saja menangis, mungkin sekedar untuk menenangkan sang bayi agar tidak terus menangis kedua utusan itu pun kemudian memutuskan untuk memandikan sang bayi,  Ki Juru Mertani lalu naik kesalah satu bukit dan menginjak tanah di puncak bukit, dirinya memang bukan main saktinya lantaran tanah yang diinjaknya itu runtuh dan membuat sebuah lubang besar dengan aliran air dibawahnya.

Minggu, 29 April 2012

Gua dan Para Pejuang Indonesia

Menelisik keberadaan dari sebuah gua di Indonesia ternyata cukup krusil juga, pasalnya gua-gua di Indonesia pada zaman negeri belum merdeka banyak digunakan oleh para pejuang kemerdekaan kita untuk melawan kaum penjasjah. Banyak yang mereka lakukan di dalam sana, dari mulai mengatur strategi perang melawan kaum penjajah sampai dijadikan tempat untuk sekedar singgah sementara setelah berjibaku dengan banyak peluru. Dimana sajakah gua-gua itu berada, nah dibawah ini ada beberapa gua-gua di Indonesia yang dekat dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia:
          Yang pertama adalah Gua Kamang yang terletak di Jorong Durian, Kanagarian Kamang Mudik, Kecamatan Kamang Magek. Gua ini pernah dipergunakan oleh para pejuang Agam dalam perrang perjuangan kemerdekaan. Gua ini dijadikan sebagai tempat untuk mengatur strategi dalam Perang Kamang, diantara tokoh yang pernah menggunakannya adalah Haji Abdul Manan.
sumber foto: www.agamkab.go.id

Kamis, 26 April 2012

Di Gua Mereka Bertapa

Beberapa goa-goa di Indonesia, khususnya di Tanah Jawa menurut cerita-cerita masyrakat yang ada dipercaya dulunya menjadi semacam tempat bertapa atau semedinya para wali songo saat menyebarkan agama Islam. Entah benar atau  tidak kebenaran dari cerita-cerita rakyat itu?, tetapi akankah jua kebenarannya itu akan terkuak dalam tumpukan bukti-bukti sejarah yang terbatas adanya?, tiada yang tahu. Nah tanpa panjang lebar membicarakan benar tidaknya suatu cerita, berikut ini ada daftar goa-goa jyang diyakini dulunya menjadi tempat singgahnya para wali songo:
             
Nah, yang pertama ada Goa Kreo yang berada di Kota Atlas, Semarang. Gua ini menurut ceritanya dulunya adalah  tempat petilasan salah satu walisongo yang bernama Sunan Kalijaga. Beliau pergi kesana saat mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Tadinya, kayu jati yang Sunan cari ada di lereng Bukit Gombel, Semarang, yang rencananya akan digunakan sebagai salah satu saka guru Masjid Agung Demak.  Tetapi ketika Sunan Kalijaga akan mengambil kayu jati di kawasan tersebut, eh pohon jati itu ternyata sudah tidak ada.

Rabu, 25 April 2012

Antara Bunaken dan Nusantara Diving Club

Bagi anda yang senang dunia selam pasti tak asing lagi mendengar salah satu destinasi yang satu ini, Yup Bunaken. Sebuah destinasi selam yang namanya sudah melambung di jagad diver lokal maupun Internasional berkat keindahan alam bawah lautnya.

Tetapi tahukah anda dulu sebelum tahun 1970-an tak seorang pun pernah mendengar nama Bunaken berikut keindahan yang ada di dalam perairannya.  Hingga suatu ketika tahun 1974,  NDC atau Nusantara Diving Club yang merupakan salah satu klub selam tertua di Indonesia melakukan ekspedisi pencarian lokasi destinasi selam di kawasan perairan seluruh Indonesia.

Menyadari begitu indahnya besarnya potensi wisata selam di perairan Bunaken, Sulawesi  ini, mereka pun lantas secara perlahan ikut merintis embrio industri selam di kawasan itu serta institusi selam dengan memaksimalkan potensi SDM lokal yang ada. Bukan tanpa tujuan langkah ini dijalankan lantaran penting untuk dilaksanakan guna mempersiapkan mereka dalam sistem pengelolaan instruktur destinasi selam seperti akomodasi, fasilitas pendukung wisata selam dan yang lainnya.

Rindu Air Terjun, Pergi ke Bogor!

Anda yang di Jakarta, tak perlu jauh-jauh  pergi untuk menikmati suasana Air Terjun karena di Bogor yang dapat ditempuh beberapa jam saja dari Jakarta semuanya itu telah tersedia. Berikut ini adalah air-air terjun yang berada di kota Hujan , sekaligus air terjun yang paling dekat dengan Jakarta.

Curug  Bojong Koneng-Sentul (waktu tempuh 1 jam) 
Curug Bojong Koneng adalah sebuah air terjun alami yang ada di daerah Sentul, Bogor,  Indonesia. Curug ini menyajikan pemandangan alam yang alami, indah. Curug ini tergolong dekat dari Jakarta, dan dapat ditempuh dalam waktu 1 hari pulang  pergi. Lokasi tepatnya adalah di belakang komplek perumahan Sentul city.
sumber foto:www.ekoeriyanah.wordpress.com

Melongok Air Terjun Jagasatru

Bali oh bali, bagi anda yang  ingin menemukan surga di dunia datanglah ke pulau dewata ini. Ok anda mungkin sudah pernah ke Bali dan merasakan eksotisme alam wisatanya, namun siapa sangka naga-naganya Bali ternyata  mempunyai sebuah air terjun yang cantik yang masih tersembunyi dalam belantara Karangasem, Buleleng.
foto:ww.bali.panduanwisata.com

Selasa, 24 April 2012

Mari Berjalan di Jembatan Akar

Melihat bentuknya saja pikiran ini langsung dibuat terheran-heran, bagaimana mungkin sebuah jembatan itu terbuat dari akar-akar pepohonan yang saling terjalin erat satu sama lainnya.Kepala ini langsung mempertanyakan apakah jembatan itu sengaja diciptakan ataukah memang tercipta begitu saja melalui proses alami?

Jembatan Akar satu-satunya di Indonesia
Mencari-cari berselancar kesana kemari, didapati jawaban dari sebuah cerita masyarakat lokal yang tinggal di sekitaran jembatan. Dikatakan  bahwa dulu ada seorang tokoh adat yang bernama Pakih Sokan yang menanam dua pohon beringin di kedua tebing yang saling berhadapan antara Dusun Pulut-Pulut dan Lubuk Silau di Koto Bayang di  Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) tahun 1916.
sumber foto: www.ysalma.wordpress.com

Abadikan Cinta Anda di Situ Patenggang

Tak salah lagi apabila anda sedang berada di kota Bandung, Jawa Barat untuk mampir ke destinasi wisata yang satu ini.  Adalah Situ Patengan yang lokasinya ada bagian selatan kota Bandung di Ciwidey., apa yang istimewa disana? Yup, teramat istimewa  karena di tempat ini ada batu cinta yang siap menjadi saksi kekuatan cinta anda dan pasangan anda.

Batu cinta ini termasuk situs bersejarahyang sudah lama ada di kawasan ini. Untuk sampai kesananya  kita harus naik perahu untuk sampai ke Batu Cinta karena posisinya berada di tengah di tengah danau. Nah, terserah anda ingin melakukan apa sesampainya di depan batu itu, apakah mau saling mengucapkan segidup semati layaknya pasangan yang ingin menikah, foto-foto dengan pasangan anda,  atau yang lainnya. Semua itu ok anda lakukan, asalkan jangan mempraktekkan tindakan vandalisme saja terhadap batu itu. hehehehehe
foto: www.jalanjajanhemat.com
Oh iya, terkait dengan batu cinta ini ternyata katanya batu ini yang ukurannya lumayan besar ini memiliki mitosnya juga sama seperti air-air terjun. Menurut masyarakat patenggang dulunya ada sepasang kekasih bernama Ki Santang putranya Siliwangi dan Dewi Rengganis

Mereka terpisah karena terjadi perang pada saat itu. Namun entah mengapa mungkin juga karena cinta keduanya begitu dalam akhirnya mereka pun dapat bertemu  kembali di suatu tempat yang sampai saat ini bernama “Batu Cinta”, batu inilah yang menjadi saksi bisu dipertemukannya cinta mereka kembali. 

Kisah ini dapat Anda baca pada sebuah lukisan bergambar panorama Situ Patengan yang berada di lokasi Batu Cinta. Masyarakat setempat juga percaya bahwa jika mengunjungi Batu Cinta bersama pasangan, maka hubungan pasangan tersebut akan langgeng. Jadi jangan lama-lama datanglah kesana dan bawa pacar anda.

Senin, 23 April 2012

Yuk, Awet Muda Bersama Air Terjun

Banyak Air Terjun di Indonesia selalu dihiasi oleh cerita-cerita legenda rakyat atau bahkan mitos. Mitos yang paling populer jikalau kita membicarakan soal air terjun adalah mitos awet muda, yup awet muda. Namanya mitos keputusan ada di tangan anda untuk mempercayainya atau tidak. Tapi terlepas dari itu, di mana-mana saja air terjun yang mempunyai mitos awet muda itu berada, nah anda patut melihatnya di deretan daftar air terjun dibawah ini:

Air Terjun Tiu Kelep
Yang pertama air terjun Tiu Kalep, basah-basahan di air terjun yang berada dalam kawasan Air terjun ini masih berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB dipercaya akan membuat kita awet muda. Air terjun ini memiliki ketinggian 42 meter dan bertingkat-tingkat.  Terjunan airnya cukup deras dan besar dengan kolam yang terbentuk di bawahnya tidak begitu dalam hanya sepinggang orang dewasa.  Juga dasar kolam yang lembut dan datar memungkinkan pengunjung dapat berenang.
sumber foto: www.lombokjalanjalan.blogspot.com

Legenda Air-air Terjun di Indonesia

Negara ini memang kaya akan cerita legenda, hampir di setiap daerah seantero Indonesia ini mempunyai legendanya masing-masing, bahkan untuk air terjun sekalipun cerita legenda itu begitu melekat kepada pesona alam yang yang satu ini.

Entah anda ingin mempercayainya atau tidak kebenaran dari suatu cerita legenda, akan tetapi yang jelas beberapa  air terjun di bawah ini sarat akan cerita sebuah legenda yang diyakini atau dianggap oleh masyrakat yang tinggal di sekitaran air terjun  pernah terjadi di masa lalu

Air Terjun Nglirip: Putri yang Patah Hati
Dibalik gemerincik air yang jatuh silih berganti di Air terjun Nglirip Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan,  Tuban, Jawa Timur terdapat sebuah cerita legenda Nglirip. Alkisah legenda itu bermuara  dari pertemuan salah satu Adipati Tuban di zaman sebelum kerajaan Majapahit dengan seoarang wanita cantik.

Saat itu adipati kepincut dengan kecantikan  gadis desa anak dari tokoh masyrakat setempat. Sakin terpesonanya gadis perawan itu akhirnya dipinang dan dijadikan istri untuk yang kesekian kalinya. Meskipun menjadi istri adipati hingga memiliki anak perawan, tapi entah kenapa ia tak mau diboyong ke pendapa kadipaten.

Eh, ternyata belakangan diketahui bahwa gadis yang telah dinikahinya itu memiliki kekasih lain yang bukan dari kalangan ningrat alias  rakyat jelata. Namun naas, hubungan asmaranya itu ditentang orangtuanya, baik dari ibunya maupun ayahnya sang adipati. Sang gadis akhirnya minggat dari rumah apalagi setelah mengetahui kekasihnya yang konon bernama Joko Lelono itu tewas dibunuh prajurit kadipaten atas perintah ayahnya.
sumber foto: www.secangkircoklatpanas.blogspot.com

Selasa, 17 April 2012

Asal Muasal Nama-nama Air Terjun di Indonesia

Banyak nama air terjun yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia ini diambil dari cerita-cerita rakyat, peristiwa atau keunikan yang berasal dari daerah tempat terjun itu berada. Nah dibawah ini ada beberapa air terjun di Indonesia yang terinpirasi dari berbagai hal diatas:

Curug Orok (Kuningan)
Kenapa dinamakan air terjun orok?  menurut cerita masyarakat lokal pada tahun 1968 ada seorang wanita muda yang membuang bayinya dari puncak air terjun. Entah apa maksud ibu muda itu membuang jabang bayinya, mungkin dianggapnya anak yang tidak dinginkan atau anak haram, semacam pengorbanan atau yang lainnya entahlah. Tetapi setelah kejadian itu air terjun yang berada di Kuningan, Jawa Barat ini lalu dinamakan Curug Orok. Kalau dilihat dari bentuknya curug ini mempunyai  dua curug dimana yang besar melambangkan keberadaan ibu si bayi dan yang kecil itu melambangkan bayi tersebut.
foto: www.indonesia-lovetravel.blogspot.com
 Air Terjun Cimanganten (Garut)
Sebenarnya banyak versi kenapa  air terjun ini dinamakan Cimanganten. Tapi menurut salah satu pengurus curug cimanganten. Nama cimanganten ini berasal dari kata timbanganten atau menimbang-nimbang golok dengan air. Cimanganten merupakan salah satu nama air tejun yang berada di Desa Padamulya, Kecamatan Pasir Wangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat
foto: www.newswisata.blogspot.com

Jumat, 13 April 2012

Curug Bangkong yang Penuh Misteri

Di balik keindahannya, Curug Bangkong memang penuh misteri bagaimana tidak? Dari asal muasalnya saja sudah mengundang misteri. Eh, ternyata banyak juga yang beranggapan bahwa air terjun ini tempat yang seram alias angker. Hal ini bermula dari anggapan orang-orang di masa lalu yang mengaitkannya dengan peristiwa ditemukannya orang mati di sana. 

Mereka menganggap kematian itu sebagai tumbal keangkeran Curug yang terletak di Desa Kertawirama Kecamatan Nusaherang, Kuningan ini. Peristiwa itu sendiri terjadinya sudah sangat lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Ya di sekitar tahun 1944, saat itu ada seorang pemuda bernama Yoyo entah kenapa tewas di Curug Bangkong dan jasadnya tak pernah ditemukan sampai sekarang. 

Kamis, 12 April 2012

Curug Bangkong dan Mbah Wiria

Nama tempat terutama air terjun itu biasanya terinpirasi dari cerita-cerita yang beredar di masyarakat setempat, seperti Air Terjun Bidadari, Sri Gethuk, dan yang lainnya. Setali tiga uang dengan air terjun-air terjun itu, Curug atau Air Terjun Bangkong yang  berada di Desa Kertawirama Kecamatan Nusaherang Kuningan, Jawa Barat ini juga terinipirasi dari hal yang sama.

Nah, menurut tutur dari mulut ke mulut, alkisah dulu ada orang tua yang bernama Wiria. Dia adalah  seorang pertapa yang sedang berkelana yang berasal dari Ciamis.  Dalam perjalananya  pertapa tua ini tak sengaja menemukan sebuah air terjun atau curug . Setibanya di sana ia merasakan ada aura yang berbeda. Ketika itulah batinnya merasa terpanggil oleh kekuatan gaib yang ada di sekitar curug. Wiria yakin itulah tempat yang tepat untuk melakukan tirakatnya, lantas ia yakin pula bila di tempat itu  dirinya dapat jmelakukan ilafat.

Namanya juga manusia yang  perlu sosialisasi, di sela-sela tirakatnya itu, Wiria  menyempatkan diri bergaul dengan masyarakat. Ia lalu mengajarkan masyarakat lokal soal tata cara bagaimana membuat gula kawung (gula merah) yang bahan mentahnya banyak tumbuh di lingkungan sekitar. Dalam waktu singkat karena masyarakatnya antusias, hampir seluruh penduduk desa pandai membuat gula kawung dan akhirnya pekerjaan itu pun menjadi mata pencaharian penduduk sekitar.

Selasa, 10 April 2012

Niagara Kecil Bandung Barat

Ingin lihat miniatur  air terjun Niagara yang ada di Amerika Serikat, coba Anda sempatkan datang ke Curug Malela  yang berada di Kab. Bandung Barat Kec. Rongga Desa, Cicadas. Yup, penampilannya memang sedikit mirip dengan Air Terjun Niagara di negeri Paman Sam sana, tapi air terjun di selatan kota Bandung Jawa Barat ini ini memang lebih kecil namanya juga miniatur.

Berbeda dengan air terjun Niagara yang sengaja dibentuk oleh tangan manusia, Curug Malela ini terbentuk  oleh proses alami selama jutaan tahun yang lalu. Curug Malela ini berada pada aliran sungai yang mengalir dari Ciwidey melalui sungai Cidadap yang selanjutnya bermuara di Cisokan. Curug Malela berada pada relief terjal plateau Rongga. Dimana relief tersebut membentuk lembah-lembah terjal dengan kemiringan lebih dari 100%  atau dengan  sudut kemiringan lebih dari 45 derajat.

Sri Gethuk, Air Terjun Pusatnya Para Jin

Mau pergi ke tempatnya para jin berkumpul sekaligus menikmati pemandangan alam. Ada satu destinasi yang menarik di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Ya, nama destinasinya adalah Air Terjun Sri Gethuk, dilihat dari namanya sih seperti  percampuran antara nama wanita dengan makanan. Eh ternyata bukan,   nama air terjunnya itu ternyata terinspirasi dari cerita legenda yang berkembang di wilayah air terjun.

            Alkisah,  konon dari legenda yang berkambang di sekitaran wilayah air Terjun, daerah itu  merupakan tempat atau pusatnya para jin atau makhluk halus berkumpul yang dipimpin oleh Jin yang bernama Anggo Menduro.  Tentu kita manusia tidak bisa melihatnya kecuali mereka yang mempunyai keahlian khusus.

Senin, 09 April 2012

Air Terjun Tegan Kiri: Dari Suara Tangis sampai Keindahannya

Air Terjun ini bisa dibilang asik, pasalnya selain anda bisa menikmati pemandangan air terjun yang indah, nah kalau beruntung anda pun bisa mendengar suara tangis seorang gadis di tengah gemerincik air yang jatuh, hiiiiii???

       Mau tahu, datang saja ke Air Terjun Tegan Kiri yang berada di Dusun Rantau Pandan, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi ini. Air terjun ini memiliki ceritanya sendiri selain keindahan alamnya. 

        Cerita yang beredar dari masyarakat setempat mengatakan di sekitaran air terjun itu acapkali terdengar suara tangis dari seorang gadis. Tangis itu terndengar di saat turun hujan disertai panas. Kendati  mereka atau masyarakat itu sering mendengar suara gadis menangis, tetapi tidak pernah diganggu oleh apapun termasuk dari sumber suara tersebut.

Air Terjun Grojokan Sewu dan Mitos Jembatan itu

Lain air terjun Banyumas, lain pula Air Terjun Grojokan Sewu, Tawamangu, kenapa? Ya walaupun keduanya sama-sama merupakan air terjun, namun  keduanya mempunyai perbedaannya. Perbedaanya itu bukanlah letak, ketinggian, atau yang lainnya yang tentu saja berbeda, melainkan mitosnya.

Kalau air terjun Banyumas bermitoskan akan cepat mendapat jodoh jikalau kita ke sana, air terjun Grojokan Sewu ini justru kebalikannya karena apabila kita kesana bersama pacar, nah pacar kita itu akan pergi untuk selamanya alias putus hubungan di tengah jalan.

Jadi  begini tidak jauh dari lokasi air terjun itu ada sebuah jembatan yang menghubungkan sisi kanan dan sisi kiri dari komplek lokasi wisata air terjun Gerojogan Sewu.  Jembatan itu memisahkan aliran sungai kecil dari air terjun tersebut. Dan Jika pengunjung ingin ke sebrang, maka harus melewati jembatan kecil ini.

Minggu, 08 April 2012

Legenda, Misteri dan Mitos Curug Penganten Bandung

Ngomong-ngomong  soal air terjun, Nusantara ini memang kaya dengan banyaknya air terjun yang tersebar di wilayah-wilayah pelosok negeri dengan beragam nama, asal-usul, mitos, ketinggian dan yang lainnya.

Anda yang berada di  Jakarta dan ingin menikmati keindahan Air Terjun, ada baiknya berkunjung sesekali ke wilayah Bandung. Pasalnya, di kota kembang ini  terdapat beberapa curug / air terjun yang cocok sekali sebagai tempat wisata yang untuk mengisi liburan. Salah sdatu air terjun itu adalah Curug Penganten yang berlokasi di Desa Patakaharja Kabupaten Ciamis, Bandung.

Setali tiga keping dengan Air Terjun Hargomulyo Ngrambe, air terjun di Bandung  ini memiliki kemiripan dengan curug di wilayah Purwokerto itu, lantaran air terjun ini memiliki sungai yang airnya mengalir dari dua buah curug yang letaknya saling berhadapan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...