Minggu, 30 September 2012

Ngopi-ngopi di Kedai Kopi Legendaris

Posted by Harry Prasetyo at 20.58 1 comments Links to this post
Kopi ohh kopi, sepertinya minuman yang satu ini sudah cukup melegenda  dan membudaya di antara kita semua. Siapa yang tidak pernah mencicipi kopi, rasanya sangat jarang dan hampir semua orang pernah merasakan hitamnya sebuah kopi. Dari rakyat kecil yang tinggal di pinggiran sungai sampai mereka yang tinggal dalam perumahan mewah.

Keberadanya di negeri ini terbilang sudah lama, diawali dengan bercokolnya kaum penjajah yang ingin menjadikan kopi sebagai komoditas dagangan yang laris di pasaran Internasional dan akhirnya  perkembangan pun merata di hampir setiap kota karena para opurtunis melihat kopi dapat dijadikan sebagai lahan bisnisnya.
Kedai kopi pun bertebaran di kota-kota besar Indonesia, dari yang dijajakan di pinggiran sudut jalan sampai yang masuk dalam sebuah pertokoan. Namun seiring roda zaman yang terus berputar kedai-kedai kopi itu pun sepertinya tak mampu bertahan dan hanya sebagian kecilnya saja yang sampai sekarang masih melayani para pembelinya.

Tentu, sebuah prestasi tersendiri bagi kedai-kedai yang buka sampai detik ini, terlebih lagi cita rasa kopi itu masih dipertahankan sedemikian rupa dari awal kedai kopi itu berdiri. Nah, ingin tahu bagaimana rasanya menyelami sejarah dalam pekatnya sebuah kopi tua, di bawah ini ada beberapa kedai kopi yang siap melayani anda dengan sajian kopinya yang khas berselera.

1.Kedai Kopi Tung Tau
Nama warung kopi diambil dari nama pemiliknya yang bernama Fung Tung Tau yang merintis dagangannya dari tahun 1938 di Jalan Sungailiat, Bangka. Kedai miliknya saat ini sudah dikelola oleh tiga generasi. Dirinya sendiri kemudian dilanjutkan oleh generasi kedua Budjang Bunawan pada tahun 1950 dan  tahun 1980 dilanjutkan oleh istinya yang bernama Maria Matalia. Setelah itu sejak tahun 2010 warung kopi itu dilanjutkan oleh generasi ketiga yaitu Tedy, anak bungsu dari pasangan Budjang dan Maria.
sumber foto:www.uknowmj.blogspot.com

Sedikit Kenangan Snorkling di Pulau Kelagian

Posted by Harry Prasetyo at 07.59 0 comments Links to this post
Suatu hari waktu itu, tepat di atas kepala saya awan cukup berawan, begitu bersahabat dan ada tan\da-tanda hari ini akan hujan. Semilir angin berhembus siang ini di perahu, semakin membuat saya  mulai tidak sabar untuk segera mencicipi sensasi snorkeling di wilayah Pulau Kelagian, Pantai Klara (Klapa Rapat), Lampung Selatan, semakin ingin saja menuju ke tempat snorkeling yang ada di pulau tersebut

Dengan berbekal informasi dari sang petunjuk arah yang kebetulan juga adalah pemilik perahu perihal tempat-tempat mana di sekitar pantai Klara ini yang biasa digunakan untuk aktivitas snorkeling, ia pun dengan serta merta menunjukkan tempat yang menurutnya mempunyai pemandangan yang terbaik di wilayah itu, yaitu disekitar pulau Kelagian.

Kamis, 27 September 2012

Mari, Melihat Api Abadi Bekucuk dan Api Tak Kunjung Padam

Posted by Harry Prasetyo at 00.41 0 comments Links to this post
Pernahkah dalam suatu perjalanan anda melihat di pinggiran jalan atau tempat tertentu sebuah api yang tak pernah padam. Ya, api yang dapat terus menyala, bahkan air hujan pun tak sanggup untuk memadamkannya. Bukan sembarang api yang berkorbar karena ada sesuatu yang terbakar, melainkan  keluar dan membara karena adanya kekuatan gas bumi yang membuatnya terus menyala. 

Keajaiban sekaligus kekayaan alam Indonesia bukan? Nah Jika anda belum pernah melihatnya, ada baiknya jika anda berkunjung ke beberapa tempat wisata di bawah ini yang menawarkan sesuatu yang bernama  api abadi alias api yang tak pernah padam. Tapi ingat jaga jarak dengan aman dan jauhkan tangan anda jika tak ingin terbakar.

1.Api Abadi Bekucuk
Bekucuk, nama yang sangat lucu untuk sebuah tempat wisata. Tapi apalah artinya sebuah nama, karena sumber api yang diketemukan pada tahun 1993 ini merupakan api  yang berkorbar dari sebuah sumur di dusun Bekucuk, desa Tempuran, Mojokerto

Selasa, 25 September 2012

Satu tahun lebih muda di Air Terjun Benang Kelambu?

Posted by Harry Prasetyo at 01.30 0 comments Links to this post
Mungkin jika benar air terjun di Lombok ini membuat orang menjadi lebih muda setahun, tak bisa dibayangkan berapa banyak orang-orang akan pergi ke sana dan mencobanya. Yah, sekali lagi namanya mitos terserah anda sekali lagi untuk mempercayainya.

Mitos ini bukanlah sesuatu yang aneh jikalau kita berbicara mengenai tempat-tempat wisata di Indonesia contohnya Kolam Narmada di Lombok, Air Terjun Tiu Kelep, Air Terjun Tirtosari dan air terjun lainnya  . Justru dengan hadirnya mitos tersebut seakan-akan menambah cerita tersendiri bagi tempat wisata itu selain keindahan alamnya tentu saja. 
sumber foto:www.uun-halimah.blogspot.com
Contohnya jika teman anda pergi ke suatu tempat tertentu yang belum pernah anda kunjungi sebelumnya, pastilah dia akan bercerita bercerita panjang lebar mengenai tempat itu. Tambah semangat jika teman anda sendiri belum pernah kesana. 

Senin, 24 September 2012

Festival Menangkap “Nyale” di Lombok

Posted by Harry Prasetyo at 21.37 0 comments Links to this post
Lombok memang kaya akan kekayaan alamnya yang esksotis. Anda pastilah tahu Gili Trawangan bukan? ya sebuah destinasi wisata utama yang menawarkan sejuta sensasi di Lombok, mulai dari pesona keindahan alam bawah laut sampai dengan ombaknya yang  menggoda hati untuk segera berselancar ketika di sana.

Akan tetapi Lombok tak hanya dikenal dengan eksotisme keindahan alamnya saja, lantaran Lombok juga dikenal dengan pulau yang banyak menyelenggarakan berbagai macam festival yang didasarkan pada tradisi masyarakatnya. Sebut saja Festival Bau Nyale yang diselenggarakan setiap tanggal 20 bulan 10 dalam penanggalan Sasak atau lima hari setelah bulan purnama yang biasanya jatuh pada sekitar bulan Februari atau Maret.
sumber foto: www.lomboklovers.aforumfree.com
Festival ini diadakan tepat di 16 titik Pantai Selatan Lombok Tengah yang memanjang sejauh puluhan kilometer dari arah Timur hingga barat seperti di Pantai Kaliantan, Pantai Kuta atau Pantai Selong Belanak.

Festival Bau Nyale pada dasarnya adalah ritual menangkap cacing laut yang biasanya keluar di daerah pantai Kuta. Cacing-cacing yang berwarna hijau, coklat, oranye hingga merah itu akan keluar pada tengah malam hingga pagi hari ketika pesisir laut mulai surut. Nyale sendiri berasal dari nama sejenis cacing laut yang biasa hidup di dasar laut atau lubang-lubang batu karang. 
www.lomboklovers.aforumfree.com
Nah, biasanya sebelum perayaan inti dari festival biasanya digelar beberapa kesenian dan acara tradisional seperti  Betandak (berbalas pantun), Bejambik (pemberian cendera mata kepada kekasih) serta Belancara (pesiar dengan perahu. Tak ketinggalan digelar pula pementasan drama yang diangkat dari kisah Putri Mandalika.

Kisah Putri Mandalika
Tradisi Nyale erat kaitannya dengan Putri Mandalika, tetapi siapakah Putri Mandalika itu sebenarnya? Putri ini menurut cerita masyarakat setempat Nyale adalah jelmaan dari rambut Putri Mandalika. Putri Mandalika  adalah seorang putri cantik yang arif sekaligus bijaksana dari seorang raja yang pernah memerintah di Pulau Lombok.

Cantiknya putri itu memukau banyak pangeran dan banyak dair mereka ingin meminangnya.  Saking baiknya, tak ada satu pun pangeran yang ditolaknya  ketika datang untuk melamarnya. Namun hal ini jusru menimbulkan kekisruhan yang berujung pada peperangan di antara pangeran-pangeran itu karena antara satu dengan yang lainnya ingin memiliki dirinya. Kontan, Putri Mandalika pun berpikir bagaimana caranya mengatasi ini semua.

Hingga datanglah acara yang dihadiri oleh para pangeran-pangeran itu.  Dalam suatu kesempatan Putri berorasi di hadapan kerumunan “Wahai, Ayahanda dan Ibunda serta semua pangeran dan rakyat negeri Tonjang Beru yang aku cintai! Setelah aku pikirkan dengan matang, aku memutuskan bahwa diriku untuk kalian semua. Aku tidak dapat memilih satu di antara banyak pangeran. Diriku telah ditakdirkan menjadi Nyale yang dapat kalian nikmati bersama pada bulan dan tanggal saat munculnya Nyale di permukaan.”
 
Putri Mandalika pun memutuskan untuk menceburkan diri ke Pantai Selatan mengorbankan jiwa raganya agar peperangan itu tidak terjadi. Nah, setelah kejadian tersebut, setiap tahunnya munculah Nyale yang dipercaya sebagai jelmaan dari rambut Putri Mandalika.

Nyale kaya Protein
Setelah puncak festival Nyale digelar, warga yang berhasil mengangkap nyale kemudian mengkonsumsinya alias memasak nyale-nyale itu untuk dimakan bersama-sama. Menurut penelitian, Nyale yang ditangkap itu ternyata baik dikonsumsi oleh manusia karena kaya akan protein dan terbukti mengeluarkan zat-zat yang dapat membunuh kuman-kuman. (berbagai sumber)

Jumat, 21 September 2012

Segar dan Awet Muda di Kolam Narmada

Posted by Harry Prasetyo at 01.34 0 comments Links to this post
Tempat objek wisata di indonesia yang berhubungan dengan yang nama air pasti lah mempunyai mitos yang berujung pada perkataan bahwa barang siapa yang mandi atau berendam di tempat itu niscaya akan merasa awet muda, yup  mulai dari air terjun sampai dengan kolam.

Sebut saja beberapa air terjun di Indonesia, seperti Air Terjun Tiu Kilep di Rinjani, Air Terjun Tirtosasi Magetan, AirTerjun Tanjak Kembar Bondowoso, dan yang lain-lainnya  kesemuanya itu mempunyai mitos awet muda. Percayakah anda? Itu kembali ke anda sendiri untuk mempersepsikannnya.
sumber foto: www.doenklombok.wordpress.com
Nah, kali ini ada kolam yang berada di Taman Narmada di Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat yang mempunyai mitos yang sama, yaitu awet muda. Jarak Taman dengan kota Mataram kurang lebih sekitar 10 Kilometer lumayan jauh tapi tak jadi masalah terlebih lagi rintangan jika anda ingin merasakan sensasi yang berbeda di sana.

Selasa, 18 September 2012

Ekowisata Lagi di Penangkaran Buaya

Posted by Harry Prasetyo at 21.43 0 comments Links to this post
Tidak hanya di Teritip Balikpapan dan Medan saja penangkaran buaya yang dijadikan tempat wisata itu berada. Di daerah Subang, Serang, bahkan yang dekat dengan Jakarta yaitu Cikarang terdapat juga tempat penangkaran buaya. Tanpa panjang lebar mari kita lihat satu persatu seperti apa ketiga tempat tersebut.

1.Wana Wisata Buaya Blanakan Subang
Obyek wisata dengan lahan seluas 1,5 ha yang berada di  wilayah Hutan Tegaltangkil ini dihuni kurang lebih 300-an ekor buaya muara jantan dan betina dengan habitat lengkap menyerupai dengan habitat aslinya di sana.

Penangkaran buaya yang telah berdiri puluhan tahun ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu kolam utama, kolam pembesaran bayi buaya, kolam pembesaran untuk buaya usia 3-6 tahun, kolam buaya usia di atas 6 tahun dan kolam untuk perkawinan.

sumber foto: www.deeadewie.files.wordpress.com
Fasilitas dan Atraksi
Untuk fasilitas dan atraksinya tidak berbeda dengan tempat penangkaran buaya lainnya. Atraksi dipertunjukkan oleh pengelola tempat ini berupa  suguhan atraksi buaya asal Kalimantan bernama Jack dan Baron dari atas balkon, saat menyantap bebek  yang diberikan oleh pihak pengelola melalui pawang yang sudah terlatih. 

Buaya-buaya yang turut serta dalam atraksi di kolam utama itu, termasuk Jack dan Baron adalah buaya yang sudah berumur tua dan menjadi indukan bagi anak-anak buaya selama tempat penangkaran ini berdiri.

Senin, 17 September 2012

Ekowisata di Penangkaran Buaya

Posted by Harry Prasetyo at 23.44 0 comments Links to this post
Merangsang  adrenalin agar memuncak tidak harus selamanya menguras keringat dengan berbagai macam aktivitas, seperti panjat tebing,  diving atau yang lainnya. Ada kalanya adrenalin juga dapat dibangkitkan di saat kita melihat sesuatu yang liar, seram sekaligus buas atau pun yang merangsang bulu kuduk untuk berdiri, ya contohnya melihat buaya-buaya yang ditangkarkan.

Mungkin di benak anda bertanya, apa menarik dan asiknya melihat buaya-buaya, bukankah itu cukup membosankan, adrenalin? bagaimana bisa dibangkitkan? memang binatang karnivora yang sebagian besarnya hidup di rawa-rawa dan sungai ini sekilas pasif dan hanya berdiam diri saja di dalam air atau pinggiran kolam penangkaran. Namun siapa sangka, dibalik sikapnya yang cenderung “pendiam” itu mereka dapat bergerak agresif jika perutnya sedang keroncongan alias lapar.
sumber foto: www.desibucket.com
Di beberapa tempat wisata penangkaran buaya tak jarang menawarkan fasilitas memberi makan  para buaya-buaya itu kepada anda dan anda pun dapat melihat buaya-buaya itu saling bergulingan atau berebut dengan liarnya demi sebongkah daging atau seekor ayam untuk memuaskan rasa laparnya.   
Selain itu buaya di tempat penangkaran berbeda dengan buaya yang biasa anda temukan di kebun binatang. Perbedaan itu jelas terlihat dari banyaknya jumlah buaya-buaya itu ada karena biasauya di tempat penangkaran jumlah buayanya terbilang lebih banyak bahkan sampai ada yang ribuan. Bayangkan jika anda dapat melihat jumlah buaya yang sedemikian banyaknya, suatu hal yang berbeda bukan? Nah, sekarang dimana sajakah kita dapat melihat buaya-buaya itu ditangkarkan dengan cara yang aman pastinya.

1.Penangkaran Buaya Teritip Balikpapan
Menempati lahan seluas 5 hektar di desa Tritip, Balikpapan, di tempat penangkaran ini anda dapat menemukan berbagai ribuan buaya dari yang ukuran paling kecil sampai yang paling besar. Buaya-buaya itu berada di puluhan kandang yang diklasifikasikan dalam empat jenis, yaitu kandang anak buaya, kandang untuk buaya muda, kandang dewasa, dan kandang untuk menimbang berat badan buaya.

Sabtu, 15 September 2012

Balada Kereta Tua di Museum Transportasi

Posted by Harry Prasetyo at 21.13 0 comments Links to this post



Kamis, 13 September 2012

Ini Taman Batu Natuna, Bung!

Posted by Harry Prasetyo at 21.29 4 comments Links to this post
Taman yang terletak di Natuna, Kepulauan Riau ini memang lain daripada yang lainnya. Bukanlah taman seperti kebanyakan taman lainnya yang selalau dihiasi oleh tanaman-tanaman cantik yang memanjakan mata. Bukan pula sebuah taman bunga seperti Royal Botanic di Inggris yang mempunyai koleksi tanaman terbesar di dunia atau pun The Skagit Valley di Amerika yang masuk dalam daftar 100 tempat yang harus anda kunjungi sebelum meninggal.

Batu Megalitik

Yup, Alif Stone Park nama tamannya, taman ini memang berbeda karena hanya diisi bongkahan batu-batu besar yang pinggiran pantai Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur bukan seperti taman-taman di atas. Walaupun taman itu hanya ada bongkahan batu-batu purba atau Megalitik yang tidak diketahui asal muasalnya alias masih teka-teki, tetapi jumlahnya bukan main banyaknya.
sumber foto:www.natuna-tourism.blogspot.com
Dengan luasnya yang mencapai tiga hektar ini, hamparan batu-batu besar berwarna putih itu saling tindih menindih antara satu dengan yang lainnya. Berjejeran dan membentuk sebuah pemandangan yang cantik dan menawan, terlebih lagi jika dipadukan dengan pasir putih dan air laut sekitarnya yng jernih.

Rabu, 12 September 2012

Dekatkan diri pada Alam di Hutan Manggrove Jakarta, Surabaya dan Bali

Posted by Harry Prasetyo at 00.56 2 comments Links to this post
Merasa jenuh dengan aktivitas sehari-hari yang menyesakkan, jengah dengan kemacetan-kemacetan “gila” yang selalau mendera di saat kita berkendara, belum lagi dengan kerja yang tidak ada habis-habisnya. Jelas semua itu menjadi beban tersendiri yang berkontribusi pada timbulnya rasa stres pada diri anda bukan?

Sepertinya anda membutuhkan semacam katarsis untuk melepaskan beban yang semakin menumpuk di pundak. Salah satunya alternatifnya adalah anda harus kembali ke alam. Ya alam, disanalah anda dapat melakukan relaksasi psekaligus membebaskan pikiran, alih-alih kekuatan alam dapat membebaskan anda dari belengu stres yang melanda.

Tetapi yang menjadi pertanyaan sekarang adalah dimanakah “alam” itu ada di saat anda tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta dan . Nah, jangan kuatir jika anda berada di Jakarta sempatkanlah datang di Hutan Manggrove atau Suaka Margasatwa Muara Angke yang berada di utara Jakarta tepatnya di Penjaringan dekat dengan perumahan Pantai Indah Kapuk.
sumber foto: www.uniqpost.com
Mengapa harus kesana?, mungkin itu pertanyaan yang terlintas di benak anda. Di Hutan Mangrove yang merupakan satu-satunya di Jakarta ini mampu menawarkan sensasi tersendiri berikut hiburan “alam” yang tidak dapat ditawarkan oleh tempat-tempat lainnya di Jakarta. 

Senin, 10 September 2012

Monumen Jenderal Sudirman di Beberapa Kota Indonesia

Posted by Harry Prasetyo at 21.31 0 comments Links to this post
Siapa yang tidak mengenal pahlawan nasional yang satu ini, ya Jenderal Sudirman. Serpak terjangnya di era perang kemerdekaan tak mungkin disangsikan lagi. Panglima dan Jenderal Republik Indonesia yang pertama sekaligus termuda ini, berhasil melawan pasukan Inggris dan NICA dalam perang besarnya, Palagan Ambarawa. Belum lagi saat Agresi Militer ke-2, Jenderal Sudirman dalam keadan sakitnya masih terus melangsungkan perang dengan cara bergerilya, pindah dari satu hutan ke hutan lainnya.

Kini untuk mengenang jasa-jasanya banyak di kota-kota di Indonesia, selain mempunyai jalan raya yang dinamakan Jalan Jenderal Sudirman,  juga berdiri monumen Jenderal Sudirman. Nah dimana sajakah itu? mari kita melongok satu persatu

Minggu, 09 September 2012

Perhatian! Taman Lansia ada di mana-mana

Posted by Harry Prasetyo at 23.39 0 comments Links to this post
Dilihat dari namanya mungkin pikiran kita langsung tertuju kepada orang tua yang telah lanjut usia. Yup, ada benarnya juga, seperti Monumen Jenderal Sudirman yang banyak berdiri di beberapa kota di Indonesia, Taman Lansia pun demikian. Di beberapa kota terdapat taman yang menggunakan nama yang sama, yaitu Taman Lansia atau Taman Lanjut Usia.

Taman ini mempunyai beragam fungsi bagi mereka yang ingin sekedar refreshing atau bersenang-senang. Dan uniknya, memang taman ini bernama taman lansia tetapi apalah arti sebuah nama, karena banyak pemuda-pemudi yang suka berkunjung ke taman ini, selain para lansia tentu saja.
sumber: www.santiago-yasir.blogspot.com

Kamis, 06 September 2012

Berenang-renang Bersama Ikan Keramat

Posted by Harry Prasetyo at 21.23 0 comments Links to this post
Tak jarang di beberapa tempat objek wisata di Indonesia ada sesuatu yang dikeramatkan. Mulai dari tempatnya sendiri, atau pun sesuatu yang berada di tempat wisata tersebut, misalnya sebongkah batu, patung atau bahkan binatang seperti seekor ikan.Ya ikan,  kenapa ikan bisa dikeramatkan? apakah ada sesuatu yang istimewa dari ikan tersebut? menemukan jawabannya tentu kembali kepada cerita yang melatarbelakangi keberadaan dari ikan-ikan tersebut. Nah sekarang dimana sajakah anda dapat menemukan ikan-ikan keramat itu berada, dibawah ini ada daftar singkatnya

1.Objek Wisata Cigugur
Objek Wisata Cigugur berada wilayah kaki gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Disana terdapat ikan yang bernama Ikan Dewa. Kenapa dinamakan ikan dewa? tak ada yang tahu karena ikan itu muncul secara tiba-tiba, tetapi kolam sebagai tempat ikan itu dapat hidup berenang-renang sesuka hatinya mempunyai cerita yang berkaitan erat dengan Sunan Gunung Jati.

sumber foto:www.rikiridwana.co.cc
Adalah Rama Haji Irengan yang merupakan salah satu murid dari Sunan Gunung Jati. Rama Haji membuat kolam itu sebagai pertanda bahwa wilayah itu telah memeluk agama islam seperti amanah yang diberikan oleh sang guru.
 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos