Minggu, 24 Juni 2012

Haus Buku? Datangi Jakarta Book Fair 2012

Posted by Harry Prasetyo at 21.05 0 comments Links to this post
Acara setahun sekali yang diselenggarkan beriringan dengan acara Pekan Raya Jakarta ini, sepertinya sayang kalau dilewatkan begitu saja di depan mata. Mengutip sedikit perkataan dari gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dalam acara pembukaan Jakarta Book Fair pada Jumat lalu di Istora Senayan, Jakarta yang mengatakan buku adalah gizi bagi pikiran dan kebutuhan manusia.
Sumber foto:foto.news.viva.co.id

Nah, anda yang benar-benar sejalan dengan apa yang diucapkan olehnya, pasti akan menyadari arti pentingnya kehadiran sebuah buku untuk anda. So, ajaklah semua anggota keluarga sela-sela kesibukan anda  dan jelajahi ratusan  stand-stand buku yang bertebaran disana.

Mau yang bekas atau baru, itu terserah anda dari yang yang harganya hanya 5000/ buku sampai yang harganya mencapai jutaan dan semuanya aada disini. Yah, namanya juga pesta buku, diskon menjadi raja dan rata-rata stand buku yang ada menerapkan harga diskon dari setiap buku-buku yang diperjualbelikan, diskonnya pun gila-gilaan ada  yang mencapai 70% dari harga aslinya.

Jumat, 22 Juni 2012

Kunjungi Museum Pegadaian Pertama di Indonesia!

Posted by Harry Prasetyo at 00.32 0 comments Links to this post
Banyak dari kita mungkin pernah pergi ke kantor pegadaian di dekat tempat kita tinggal. Yup, pergi kesana untuk sekedar menukarkan barang-barag berharga kita dengan sejumlah uang tentunya, entah itu cincin emas pernikahan, peralatan elektronik, atau yang lainnya.

Nah, pernahkah anda berpikir ternyata sistem gadai itu ada rekam jejak yang lumayan panjang. Anda ingin mengetahui sejarahnya?, kalau ingin  rasanya kurang lengkap apabila tidak mampir ke Sukabumi dan mengunjungi Museum Pegadaian di kota itu.

Hanya ada di Sukabumi
Anda  mencari museum dengan tema seperti ini mungkin tidak akan menemukannya di tempat lain. Pasalnya, museum dengan tema atau konsep pegadaian adanya hanya di Sukabumi, tepatnya di  Gedung Pegadaian Sukabumi, Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Citamianga, Kota Sukabumi

Diresmikan bertepatan dengan pendirian pertama kantor pegadaian di Indonesia yaoitu tanggal 1  April di kota yang sama, museum ini berisikan benda-benda peninggalan sejarah Hindia Belanda. Sebut saja dari cap pegadaian kuno, alat kerja pegadaian, berbagai timbangan dari timbangan emas, dan timbangan tembaga ada disini.

Rabu, 20 Juni 2012

Bergembira Bersama di Museum Kolong Tangga

Posted by Harry Prasetyo at 00.27 0 comments Links to this post
“Di mata saya anak kecil itu murni dan masih alami, dan selalu membuat saya tertawa, sangat kasihan sekali mereka tidak mendapatkan pendidikan yang baik. Banyak anak-anak kecil yang pergi ke mall dan bermain permainann game modern dimana permainannya jarang mendidik mereka”
            Yup, penggalan kalimat itulah yang membuat Rudi Corens, pria kebangsaan Belgia menggagas museum anak pertama di Yogyakarta. Cukup mulia idenya, lantas dengan menggandeng stakeholder setempat semisal Kepala Taman Budaya, Yogyakarta, museum anak pertama di Indonesia yang bernama Museum Kolong Tangga pun berdiri dan resmi dibuka 4 tahun yang lalau, tepatnya tanggal 2 Februari 2008. Tak tanggung-tanggung untuk memperkaya koleksi museum, ia menyumbangkan seluruh koleksi pribadinya yang berjumlah lebih dari 900 item yang terdiri atas beragam macam mainan anak-anak.

Selasa, 19 Juni 2012

Hotel Unik Pohon Inn, Malang

Posted by Harry Prasetyo at 20.47 0 comments Links to this post
Hotel unik memang banyak bertebaran seantero dunia, dari Swedia yang mempunyai hotel Utter Inn dan Jumbo Staynya, Inggris dengan Hotel Travelodge dan Hotel Sandnya, New York dengan Library Hotel dan Hotel Gaynya, dan masih banyak lainnya.
Nah, bagaimana dengan di Indonesia sendiri adakah hotel yang rada unik?, eits, jangan salah ternyata Indonesia tidak mau kalah  dengan negara lain yang mempunyai hotel unik. Adalah Hotel Pohon Inn namanya yang berada di Batu, Malang.
Apakah yang unik dari hotel ini? tanyakan pada diri anda apakah anda ingin merasakan sesuatu yang berbeda dan Ingin merasakan bermalam dalam sebuah pohon yang besar? Yup,  tak salah hotel ini adalah tempatnya,  Keunikan arsitekturnya  menyerupai sebuah pohon besar dan konsep ini dibilang jarang diterapkan dalam sebuah hotel di Indonesia dan bisa dikatakan merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia.

Yuk, Lihat Al Quran Terbesar di Indonesia

Posted by Harry Prasetyo at 00.59 3 comments Links to this post
Siapa yang tidak tahu dengan pempek Palembang, ya pasti semuanya sudah familiar dengan makanan yang satu ini. Ada yang berbentuk bundar, lonjong atau yang lainnya, nikmat rasanya apabila disajikan dengan bumbu yang sedikit pedas dan pempeknya yang lumayan panas. Jika anda berada di kota ini, rasanya berdosa apabila tidak melahapnya.
Namun bagaimana jika anda ingin melihat Al Quran yang bentuknya jauh dari ukuran normal Al Quran pada umumnya yang ukuran perlembarnya mencapai 2 x 1,2 meter dan memiliki tinggi 9 meter berukuran 177 x 144 x 2,5 cm? Nah, di Palembang jualah Al Quran itu berada.
            Adalah Al Quran Al-Akbar namanya, yang di klaim sebagai Al Quran pahat terbesar di dunia. Tak tanggung-tanggung besarnya Al quran sebesar biaya pembuatannya yang menelan biaya sampai Rp 2 miliar ini.  Al quran ini memang berbeda karena berbahan 315 lembar kayu Tembesu dan berjumlah 630 halaman, lengkap dengan 30 juz ayat suci Al Quran

Minggu, 17 Juni 2012

Mencari yang Lama di Pasar Buku Langka

Posted by Harry Prasetyo at 21.23 0 comments Links to this post
Anda yang minatnya tinggi terhadap  buku-buku berat sekaligus berkelas apalagi sarat dengan nilai historisnya. Tak ada salahnya jika pacu kendaraan anda untuk singgah dan memanjakan diri dengan tumpukan buku-buku kuno yang ada di Pasar Buku Langka di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
            Yup, lokasinya mudah ditemukan karena berada persis disamping Anjungan Papua. Tinggal ikuti petunjuk arah dimana Anjungan Papua berada, sampailah anda di lokasi. Disana telah tertera tulisan pasar buku langka, nah pakirkan kendaraan anda di depan atau di samping lokasi, jalanlah sebentar. Deretan ruko-ruko berjumlah delapan buah yang penuh dijejali dengan buku-buku pun akan menyambut anda.
foto: www.isnuansa.com
            Menyoal buku tua disana apa saja buku-buku  tua ditempat ini? tapi sebelumnya,  tahukah anda terlebih lagi apabila anda pernah ke gebyar buku tahunan yang saban kali  diadakan di Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu menjelang hari lahir kota Jakarta. Nah, disana ada sensasi spanduk yang terpampang di salah satu stand buku yang ada, serat centini seharga 5 milyar. Wow, siapa yang tidak tercengang melihat harga milyaran seperti itu. Dan hanya stand buku langka Taman Mini saja yang berani memasang harga milyaran itu untuk sebuah karya tulis, sebuah apresiasi

Kamis, 14 Juni 2012

Taman Selecta, Taman Favorit Petinggi Negara

Posted by Harry Prasetyo at 21.27 0 comments Links to this post
Presiden pertama Soekarno, Megawati Soekarno putri, Moh Hatta, Ali Sadikin, Jendral Soemitro belum lagi sederat nama lainnya pernah singgah dan menginap di Vila-vila taman wisata ini. Yup Taman Selecta namanya, sebuah taman 13 Km dari Malang yang berada di  terletak di desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
foto: www.sidomi.com
Taman Selecta ini merupakan tempat peristirahatan yang umurnya sudah cukup tua karena  di bangun sejak jaman Belanda. Adalah seorang Belanda bernama Reyter Dewild yang awalnya membangun tempat peristirahan ini untuk kaum borjuis Eropa. Dengan luas 20 hektar dan letaknya 1100 M dari permukaan laut, taman ini merupakan sebuah tempat yang lengkap dengan fasilitas hiburannya dari  kolam renang, lapangan tenis, bungalow dan taman-tamannya.
 Seperti yang dikatakan di muka, para petinggi negara tak jarang menyempatkan waktunya untuk menginap di taman wisata ini.  Nah, salah satu villa yang cukup bersejarah di sana adalah Villa De Brandarice  yang sekarang bernama vila Bima Shakti.

Rabu, 13 Juni 2012

Museum Ratusan Naskah Kuno

Posted by Harry Prasetyo at 01.57 0 comments Links to this post
Museum memang sejatinya menyimpan sekaligus melestarikan benda-benda peninggalan sejarah masa lalu bangsa. Tidak hanya itu museum juga mempunyai tugas dan kegiatan untuk memamerkan dan menerbitkan hasil-hasil penelitian dan pengetahuan tentang benda-benda yang penting bagi Kebudayaan dan llmu Pengetahuan.
Seperti yang kita tahu di museum itu terdapat berbagai macam benda kuno, dari patung, artefak, atau benda-benda bersejarah lainnya, termasuk juga naskah kuno. Nah, di beberapa museum di Indonesia ada museum yang menyimpan banyak koleksi-koleksi naskah yang umurnya rata-rata lebih tua dari museumnya itu sendiri, di museum mana sajakah yang banyak menyimpan koleksi-kolksi kuno itu
Museum pertama adalah Museum Sri Baduga di Jalan Peta, Bandung, di museum yang luasnya mencapai 8.415,5 m2 ini memiliki koleksi naskah kuno yang lumayan banyak, yaitu kurang lebih 147 naskah kuno. Yang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat Naskah kuno yang dikoleksi seperti Cacarakan (Haracaraka-Jawa), Jawa kuno, Pegon (Arab Sunda), Sunda kuno, dan naskah yang lainnya. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan menggunakan berbagai huruf kuno seperti huruf Sunda kuno, Jawa Kuno hingga bertuliskan huruf Palawa.
foto:www.toscaqueen-museumsribaduga.blogspot.com

Senin, 11 Juni 2012

Melongok Vila Terapung di Lombok

Posted by Harry Prasetyo at 02.13 0 comments Links to this post
Vila yang berada di pegunungan, perbukitan, atau di dekat pantai mungkin sudah biasa bagi anda. Namun bagaimana dengan villa yang adanya di tengah-tengah permukaan laut, nah ini yang berbeda dengan villa  lain kebanyakan.
Adalah Floating Vila atau Nirvana Rumah Air yang berada di pulau Lombok bagian selatan tepatnya di Teluk Medang, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Bukan sembarang vila karena konon katanya  vila ini merupakan satu-satunya vila yang menggunakan konsep seperti ini. 

foto: www.andinewsonline.blogspot.com
Menurut pengurusnya, ide yang dibuatnya ini terbilang cukup sederhana yaitu  ingin membangun rumah di tengah laut. Bukan konsep baru karena sebenarnya sudah banyak  di Thailand. Namun di negara gajah putih itu, bukanlah villa atau tempat peninapan yang mengapung melainkan lebih mendekati rumah perahu.
Nah, di Lombok ini berbeda karena lebih merupakan rumah terapung di tengah laut, bukan perahu yang dijadikan rumah. Rumah terapung Lombok, konsep dasarnya meniru bagan --tenda dari bambu di tengah laut yang dijadikan tempat menangkap ikan oleh nelayan. Bagan bertebaran di perairan Sekotong.
Di atas bagan, ada rumah kecil dari gedek untuk berteduh. Bila malam tiba, nelayan pemilik bagan naik ke atas bagan untuk menangkap ikan. Jika matahari terbit, nelayan pun turun untuk menjual hasil tangkapannya.

Rabu, 06 Juni 2012

Temukan Kerang Jutaan Tahun di Museum Shell

Posted by Harry Prasetyo at 21.55 0 comments Links to this post
Pastilah pernah anda bermain-main di pinggir pantai bukan? dan menemukan sebuah kerang yang ada disana. Seketika anda pasti ingin memungut dan melihatnya langsung. Nah, mungkin yang anda temukan itu kerang biasa yang masih muda usianya. Namun bagaimana jika anda ingin milihat secara langsung kerang yang usianya sudah mencapai ribuan bahkan jutaan tahun, dimana bisa menemukannya?.
Nah, destinasi yang cocok anda kunjungi adalah di suatu tempat di Bali yang bernama Museum Shell. Memang nama museumnya mengingatkan kita pada perusahaan minyak dan gas asal negeri paman sam, tapi jangan salah kira itu hanya nama saja. Pasalnya,  disana lah anda justru akan  menemukan koleksi kerang berjumlah lebih kurang 10 ribu aneka kerang dan fosil dari seluruh negara sementara jumlah spesies kerang di dunia mencapai 200 ribu lebih.
sumber foto: www.eskrim-vanilla.blogspot.com
Usia-usianya pun bukan terbilang muda melainkan masuk dalam kategori purba, yaitu berkisar antara 100 – 150 juta tahun. Museum yang letaknya  di Jalan Sunset Road, Kuta Bali sekitar 10 Km dari kota Denpasar ini bisa dibilang langka karena seperti museum nyamuk, museum ini adalah yang pertama menampilkan benda-benda koleksinya.

Berburu Nyamuk di Mosquito Theatre

Posted by Harry Prasetyo at 20.25 0 comments Links to this post
Anda sering digigit nyamuk-nyamuk nakal di malam hari dan bingung nyamuk jenis apa yang menggigit anda? Nah, solusi untuk mengetahui selain mencari informasinya di mbah google, ada baiknya luangkan waktu sejenak anda di akhir pekan dan kunjungilah museum nyamuk yang ada di Kabupaten Ciamis, Pengandara,, Jawa Barat. Jika di Museum Shell, anda akan menemukan kerang-kerang, di museum ini anda akan menemukan nyamuk-nyamuk. 

Wisata Pendidikan
            Ya, museum berkonsep minimalis dengan nuansa perpaduan hijau, merah dan oranye ini bisa dibilang unik karena disinilah nyamuk-nyamuk beragam variasinya dipamerkan khusus untuk anda. Museum nyamuk atau Mosquito Theatre ini juga merupakan satunya-satunya museum nyamuk yang ada di Indonesia.
sumber foto: www.disparbud.jabarprov.go.id
Digagas kali pertamanya oleh Kepala Loka Balitbang P2B2 Ciamis, adanya museum ini bukanlah tanpa alasan. Pasalnya Indonesia termasuk negara dengan jenis nyamuknya yang banyak, ditambah adanya pemikiran penyakit menular dengan vektor nyamuk hingga kini masih menjadi beban berat bagi sebagian besar negara tropis termasuk Indonesia.

Selasa, 05 Juni 2012

KIsah Hotel De Boer Di Masa Lalu

Posted by Harry Prasetyo at 20.51 2 comments Links to this post
Pernah ada suatu masanya hotel yang letaknya di Jalan Balai Kota Medan sebelah barat laut lapangan “Esplanade” (Lapangan Merdeka) mengalami masa kejayaannya. Tamu yang datang menginap bukan dari kalangan biasa, melainkan tamu  istimewa yang namanya tercatat dalam buku sejarah dunia.
Tak hanya itu, hidangan spesial kue tradisonal speculaas bercitarasa rempah-rempah yang menjadi kue handalan hotel ini telah melalang buana tidak hanya di Hindia Belanda waktu itu bahkan Singapura, Bangkok dan Hongkong tepat beberapa bulan sebelum perayaan St. Nicholas yang jatuh pada tanggal 5 Desember
            Adalah Hotel De Boer namanya, yang sekarang telah berubah nama menjadi Hotel Inna Dharma Deli. Sebuah hotel tua yang dibangun oleh seorang berkebangsaan Belanda yang bernama Aeint Herman De Boer. Kenapa pria yang berasal desa Workum, Belanda ini memtuskan untuk membangun hotel wilayah ini? Mungkin dirinya melihat suatau peluang di tanah sumatera ini untuk meraup untung di bisnis perhotelan.

Si Raja Laut Coelacanth

Posted by Harry Prasetyo at 01.09 2 comments Links to this post
Memang agak sulit menemukan ikan jenis ini di lautan, sedalam anda menyelam pun belum tentu dapat melihatnya, namaun coba anda sempatkan waktu sejenak untuk search di internet, ketiklah keyword untuk ikan purba di search engine, tunggu sejenak dan pastilah anda akan menemui ikan si raja laut Coelacanth ini mendominasi laman untuk jenis ikan purba. Bagaimana tidak, Ikan ini dianggap sebagai ikan tertua (living fossil) yang pernah ada dan masih hidup di perairan sampai sekarang, tak terkecuali di laut Indonesia.
                                                                                                     
Coelacanth di Indonesia
Pada awalnya Ikan ini sudah dianggap punah, akan tetapi pada tahun 1939 ikan itu ditemukan di pulau komoro Afrika selatan, pupuslah sudah anggapan yang menyatakan bahwa ikan ini telah punah dari muka bumi ini 65 juta tahun yang lalu. Untuk di Indonesia sendiri, kali pertama Coelacanth dilaporkan keberadaannya pada tahun 1997 oleh Dr Mark V Erdmann (Univ. of California di Berkeley, AS) dan istrinya, Arnaz Mehta, yang melihat ikan raja laut ini dalam keadaan mati di pasar Bersehati Manado. ”Secara kebetulan ikan itu ditemukan beliau, ikan aneh yang dilihatnya berada di dlaam troli nelayan, mereka pun merasa heran melihat pemandangan tidak lazim ini karena terdapat sirip dibawahnya seperti kaki dan hasil itu dikirim ke Prof. Smith di Amerika tetapi tidak segera dipublikasikan” kata Augy Syahailatua PhD (Peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI)di kantornya.

Senin, 04 Juni 2012

Benteng Portugis di Indonesia

Posted by Harry Prasetyo at 01.02 0 comments Links to this post
Kenapa banyak sekali benteng-benteng peninggalan bangsa portugis di wilayah timur Indonesia, dan jarang sekali kita temukan di barat Indonesia? Ya, mungkin jawabnya karena dulu di wilayah timur Indonesia kaya akan rempah-rempah yang sangat diperlukan oleh bangsa portugis, entah untuk dikonsumsi sendiri atau di perdagangkan kembali
          Saking banyaknya rempah-rempah mereka lantas tergiur untuk membawanya. Namun perjalanan dari nusantara ini ke negaranya memakan waktu yang sangat lama terlebih lagi kapal yang mereka naiki jelas-jelas berbeda dengan kapal zaman sekarang. Alih-alih butuh tempat sementara untuk menetap dan mengatur segala sesuatu termasuk urusan administratifnya, mereka pun membuat benteng disamping sebagai tempat untuk menyimpan rempah-rempahnya.
Ukuran benteng yang mereka buat pun tidak  kepalang kecil melainkan berukuran besar yang terbuat dari material yang kokoh, cukup untuk menampung orang-orangnya dari mereka yang hanya sekedar kuli angkut sampai perwira atasan. Benteng pun kerap dilengkapi dengan sistem pertahanan dari senjata sampai meriam-meriam untuk mempertahankan diri apabila diserang oleh rival dagang atau pun masyarakat lokal. Nah, dimana saja kah daerah-daerah di Nusantara ini yang banyak benteng portugisnya:

Minggu, 03 Juni 2012

Wisata di Rutan, siapa Takut?

Posted by Harry Prasetyo at 21.15 0 comments Links to this post
Pasti mendengar kata penjara, pikiran anda langsung tertuju pada sesuatu yang angker dan seram. Penjara tempat berkumpulnya para kriminal dengan berbagai macam jenisnya dari mulai perampok, pemerkosa, pembunuh sampai dengan mereka yang suka nilep uang rakyat alias koruptor.
           Akan tetapi apakah penjara bisa diidentikan selamanya dengan hal semacam itu, hmmmm tidak juga, Pasalnya langkah yang akan diambil pihak Rutan Tanjungpinang untuk mengubah rutan menjadi semacam tempat objek wisata merupakan suatu pengecualian yang jarang terjadi di Indonesia ini.
            Mungkin terinispirasi dengan penjara yang ada di Kroasia yang bernama Penjara Lepoglava. Penjara yang berada di wilayah utara kota Varazdin ini ini menawarkan ruangan selnya sebagai salah tujuan wisata bagi turis yang datang ke negara tersebut, atau mungkin terinspirasi dari kesadaran kolektif bahwa Rutan Tanjungpinang  merupakan rutan tua nan bersejarah yang patut dilestarikan.
Namun terlepas dari mana terispirasinya, Rutan yang berada di jalan arah RSUD gang Pemasyarakatan No 08 di Tanjungpinang Barat ini kata kepala rutannya nantinya akan dijadikan objek wisata bersejarah dan terbuka, baik untuk wisatawan lokal dan asing di hari minggu. Tujuannya cukup mulia yaitu ingin menghilangkan sifat keangkeran dari sebuah rutan dan membalikkan keadaan menjadi sesuatu yang ekonomisnya sifatnya, sekaligus memberikan pembelajaran sejarah kepada para pengunjungnya.
 

Jejak Cerita Wisata Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos